Kamis, 15 November 2018 | 12:14 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pendidikan

Mendikbud: Revitalisasi akan kurangi pengangguran SMK

Kamis, 08 November 2018 - 21:17 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2PfqHTK
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2PfqHTK

Elshinta.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan melibatkan dunia usaha dalam kurikulumnya akan mengurangi jumlah pengangguran dari lulusan SMK.

"Kami yakin, dengan adanya revitalsasi ini maka pengangguran yang berasal dari lulusan SMK akan berkurang. Sekarang kan banyak, karena bukan produk revitalisasi," ujar Muhadjir dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/11).

Muhadjir yakin dalam lima tahun ke depan, maka dipastikan lulusan SMK dapat diserap dunia kerja. Salah satu upaya yang dilakukan, adalah dengan melibatkan dunia usaha dan dunia industri untuk terlibat dalam penyusunan kurikulum SMK.

Selama ini, permasalahan utama dari lulusan SMK adalah tidak adanya kesesuaian antara kebutuhan industri dengan tenaga kerja yang dihasilkan SMK. Permasalahan lainnya, adalah banyaknya SMK swasta, yang menghasilkan lulusan yang tidak sesuai dengan kebutuhan industri. "Dari sekitar 14.000 SMK, yang negeri hanya 3.500 SMK. Dulu, memang ada target agar rasio SMA dan SMK itu 60:40, makanya diberikan izin untuk SMK baru," jelas dia, seperti dikutip Antara.

Untuk SMK juga mengalami kendala guru, yakni banyaknya guru adaptif dibandingkan guru produktif. Salah satu upayanya adalah melalui program keahlian ganda. Mendikbud optimistis, dalam beberapa tahun ke depan revitalisasi SMK akan berhasil. "Sekarang memang penyerapan lulusan SD dan SMP itu besar, tapi itu sebenarnya meyakitkan karena itu menunjukkan tenaga kerja yang terserap bukan berdasarkan keahlian, karena mereka bisa bekerja apa saja," tambah dia lagi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka tertinggi menurut pendidikan, berasal dari jenjang pendidikan sekolah menengah kejuruan (SMK) sebesar 11,24 persen. Sementara tingkat pengangguran terendah sebesar 2,43 persen terdapat pada penduduk berpendidikan sekolah dasar (SD) ke bawah.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 15 November 2018 - 12:12 WIB

KPK panggil mantan Wapres Boediono

Timnas Indonesia | 15 November 2018 - 11:55 WIB

Evan Dimas pastikan tak ada masalah laga di Thailand

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:42 WIB

Presiden: Kerja sama maritim kunci utama kemitraan ASEAN-India

Pemasaran | 15 November 2018 - 11:30 WIB

Beberapa strategi pemasaran startup dengan budget yang terbatas

Bencana Alam | 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:08 WIB

Presiden Korsel sambut baik usulan Indonesia terkait Korut

Elshinta.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan melibatkan dunia usaha dalam kurikulumnya akan mengurangi jumlah pengangguran dari lulusan SMK.

"Kami yakin, dengan adanya revitalsasi ini maka pengangguran yang berasal dari lulusan SMK akan berkurang. Sekarang kan banyak, karena bukan produk revitalisasi," ujar Muhadjir dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/11).

Muhadjir yakin dalam lima tahun ke depan, maka dipastikan lulusan SMK dapat diserap dunia kerja. Salah satu upaya yang dilakukan, adalah dengan melibatkan dunia usaha dan dunia industri untuk terlibat dalam penyusunan kurikulum SMK.

Selama ini, permasalahan utama dari lulusan SMK adalah tidak adanya kesesuaian antara kebutuhan industri dengan tenaga kerja yang dihasilkan SMK. Permasalahan lainnya, adalah banyaknya SMK swasta, yang menghasilkan lulusan yang tidak sesuai dengan kebutuhan industri. "Dari sekitar 14.000 SMK, yang negeri hanya 3.500 SMK. Dulu, memang ada target agar rasio SMA dan SMK itu 60:40, makanya diberikan izin untuk SMK baru," jelas dia, seperti dikutip Antara.

Untuk SMK juga mengalami kendala guru, yakni banyaknya guru adaptif dibandingkan guru produktif. Salah satu upayanya adalah melalui program keahlian ganda. Mendikbud optimistis, dalam beberapa tahun ke depan revitalisasi SMK akan berhasil. "Sekarang memang penyerapan lulusan SD dan SMP itu besar, tapi itu sebenarnya meyakitkan karena itu menunjukkan tenaga kerja yang terserap bukan berdasarkan keahlian, karena mereka bisa bekerja apa saja," tambah dia lagi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka tertinggi menurut pendidikan, berasal dari jenjang pendidikan sekolah menengah kejuruan (SMK) sebesar 11,24 persen. Sementara tingkat pengangguran terendah sebesar 2,43 persen terdapat pada penduduk berpendidikan sekolah dasar (SD) ke bawah.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 15 November 2018 - 12:12 WIB

KPK panggil mantan Wapres Boediono

Kamis, 15 November 2018 - 10:59 WIB

Rupiah terapresiasi sentimen positif dalam negeri

Kamis, 15 November 2018 - 10:48 WIB

IHSG menguat seiring terjaganya fluktuasi rupiah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com