Mendikbud: Revitalisasi akan kurangi pengangguran SMK
Kamis, 08 November 2018 - 21:17 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2PfqHTK

Elshinta.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan melibatkan dunia usaha dalam kurikulumnya akan mengurangi jumlah pengangguran dari lulusan SMK.

"Kami yakin, dengan adanya revitalsasi ini maka pengangguran yang berasal dari lulusan SMK akan berkurang. Sekarang kan banyak, karena bukan produk revitalisasi," ujar Muhadjir dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/11).

Muhadjir yakin dalam lima tahun ke depan, maka dipastikan lulusan SMK dapat diserap dunia kerja. Salah satu upaya yang dilakukan, adalah dengan melibatkan dunia usaha dan dunia industri untuk terlibat dalam penyusunan kurikulum SMK.

Selama ini, permasalahan utama dari lulusan SMK adalah tidak adanya kesesuaian antara kebutuhan industri dengan tenaga kerja yang dihasilkan SMK. Permasalahan lainnya, adalah banyaknya SMK swasta, yang menghasilkan lulusan yang tidak sesuai dengan kebutuhan industri. "Dari sekitar 14.000 SMK, yang negeri hanya 3.500 SMK. Dulu, memang ada target agar rasio SMA dan SMK itu 60:40, makanya diberikan izin untuk SMK baru," jelas dia, seperti dikutip Antara.

Untuk SMK juga mengalami kendala guru, yakni banyaknya guru adaptif dibandingkan guru produktif. Salah satu upayanya adalah melalui program keahlian ganda. Mendikbud optimistis, dalam beberapa tahun ke depan revitalisasi SMK akan berhasil. "Sekarang memang penyerapan lulusan SD dan SMP itu besar, tapi itu sebenarnya meyakitkan karena itu menunjukkan tenaga kerja yang terserap bukan berdasarkan keahlian, karena mereka bisa bekerja apa saja," tambah dia lagi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka tertinggi menurut pendidikan, berasal dari jenjang pendidikan sekolah menengah kejuruan (SMK) sebesar 11,24 persen. Sementara tingkat pengangguran terendah sebesar 2,43 persen terdapat pada penduduk berpendidikan sekolah dasar (SD) ke bawah.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 21 Januari 2019 - 13:05 WIB
Elshinta.com - Fenomena berita hoaks dewasa ini menjadi konsumsi sehari-hari bangsa Indonesia. ...
Senin, 21 Januari 2019 - 11:57 WIB
Elshinta.com - Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer di sekolah-sekolah yang berlok...
Senin, 21 Januari 2019 - 10:52 WIB
Elshinta.com - DPRD Kota Ternate, Maluku Utara, meminta agar pemkot setempat segera menunt...
Sabtu, 19 Januari 2019 - 16:16 WIB
Elshinta.com -Ketua Program Studi HI Universitas Alghifari Dr. Dina S.IP M.Si melakukan penanda...
Jumat, 18 Januari 2019 - 20:26 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 14 sekolah di Jawa Barat jalin kerjasama dengan sejumlah peru...
Jumat, 18 Januari 2019 - 00:35 WIB
Elshinta.com - Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Rudolf Alberth Rodja bersama jajarannya mel...
Rabu, 16 Januari 2019 - 18:47 WIB
Elshinta.com - PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VIII melalui fungsi Aviasi me...
Senin, 14 Januari 2019 - 21:45 WIB
Elshinta.com - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menye...
Senin, 14 Januari 2019 - 18:44 WIB
Elshinta.com - Bupati Jayawijaya, Provinsi Papua, John Richard Banua mengatakan 12 sekolah...
Minggu, 13 Januari 2019 - 15:21 WIB
Elshinta.com -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat menyepa...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/usr/lib/php/20151012/apc.so' - /usr/lib/php/20151012/apc.so: cannot open shared object file: No such file or directory

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: