KPK: Tuntutan Zumi Zola melalui pertimbangan yang cukup
Jumat, 09 November 2018 - 07:56 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Dewi Rusiana
Tersangka kasus korupsi APBD Provinsi Jambi, Zumi Zola Zulkifli. Sumber foto: https://bit.ly/2Qvmjws

Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menyatakan tuntutan delapan tahun penjara terhadap Gubernur Jambi 2016-2021, Zumi Zola Zulkifli melalui pertimbangan yang cukup.

"Tuntutan itu sudah dengan pertimbangan yang cukup, yang dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum dan kemudian diusulkan pada pimpinan," kata Febri, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (8/11).

Menurut dia, KPK melihat bahwa dalam beberapa kali pemeriksaan dan pada proses persidangan terhadap Zumi Zola terbaca bahwa yang bersangkutan mengakui beberapa perbuatannya sehingga tuntutannya menjadi delapan tahun penjara. 

"Mungkin poin yang juga penting setelah proses hukum terhadap Zumi Zola ini bagaimana dengan pihak lain yang disebutkan oleh Jaksa Penuntut Umum juga harus dimintakan pertanggungjawabannya itu yang sedang didalami saat ini terkait dengan dugaan aliran dana pada sejumlah anggota DPRD (Provinsi Jambi)," ujar Febri, seperti dikutip Antara.

Selain itu, lanjut Febri, KPK juga akan melihat lebih jauh dari fakta-fakta persidangan yang ada dan juga melihat kesesuaian antara satu bukti dengan bukti yang lain serta dalam putusan hakim nantinya. 

"Hakim kan akan menilai juga dari fakta persidangan siapa yang terbukti menerima aliran dana dengan informasi informasi awal yang sudah dibuka di persidangan. Jadi, aliran pada anggota DPRD menjadi salah satu poin yang diperhatikan oleh KPK," ungkap Febri.

Baca juga: KPK periksa mantan Mensos Idrus Marham

Sebelumnya, Zumi Zola Zulkifli dituntut delapan tahun penjara ditambah denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan karena dinilai terbukti menerima gratifikasi dan memberikan suap kepada Anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019 terkait pengesahan APBD tahun anggaran 2017 dan 2018.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 25 April 2019 - 11:32 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, ...
Kamis, 25 April 2019 - 10:03 WIB
Elshinta.com - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mendalami keterlibatan maupun peran...
Kamis, 25 April 2019 - 07:59 WIB
Elshinta.com - Majelis hakim memvonis dua terdakwa pembunuh sopir taksi dalam jaringan (da...
Kamis, 25 April 2019 - 07:37 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan titik-titik rawan penyalahgu...
Kamis, 25 April 2019 - 06:51 WIB
Elshinta.com - Salah satu tim pengacara artis Vanessa Angel, Abdul Malik, meminta kepada j...
Rabu, 24 April 2019 - 16:37 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan tanggapan atas penetapan Direktur ...
Rabu, 24 April 2019 - 11:13 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, ...
Rabu, 24 April 2019 - 06:59 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, ...
Selasa, 23 April 2019 - 14:44 WIB
Elshinta.com - Majelis hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menilai ma...
Selasa, 23 April 2019 - 13:25 WIB
Elshinta.com - Mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham divonis 3 tahun penjara d...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)