Jumat, 16 November 2018 | 11:22 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Arestasi

Peredaran liquid vape narkoba terbongkar, ternyata ini dalangnya

Jumat, 09 November 2018 - 08:04 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Dewi Rusiana
Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak didampingi Kabid Humas Argo Wiyono, menunjukan narkoba jenis vape liquid saat rilis di kawasan Kelapa Gading, Rabu (31/10). Sumber foto: https://bit.ly/2D8dFQR
Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak didampingi Kabid Humas Argo Wiyono, menunjukan narkoba jenis vape liquid saat rilis di kawasan Kelapa Gading, Rabu (31/10). Sumber foto: https://bit.ly/2D8dFQR

Elshinta.com - Subdit I Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya berhasil menangkap dalang peredaran narkoba jenis liquid vape yang mengandung metilendioksi metamfetamina (MDMA).

Dari hasil penyelidikan, ternyata pelaku merupakan napi Lapas Cipinang berinisial TY.

“TY merupakan napi di Rutan Cipinang dengan perkara narkoba sejak 2016,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono dalam konferensi pers di Jalan Janur, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (8/11), seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri. 

Argo mengungkapkan, kasus ini terbongkar setelah polisi menangkap sejumlah karyawan TY, yakni BUS selaku pengirim paket; dan VIK, AR, AD selaku pekerja. Mereka ditangkap di Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada 15 Oktober lalu. 

Kemudian polisi menangkap lagi enam orang di Hotel Kaisar, Jakarta Selatan pada 16 Oktober 2018. Mereka yakni BR, DIK, DIL, KIM, SEP, DAN.

Dalam penyidikan diketahui keenamnya diperintahkan untuk melarikan diri oleh TY dengan membawa semua hasil produksi dan peralatan ekstaksi laboratorium. “Saat ditangkap diamankan satu unit mobil Avanza nomor polisi B 1400 EOT,” tutur Argo.

TY juga memerintahkan karyawannya untuk meninggalkan lokasi produksi, yakni di sebuah rumah mewah di Jalan Janur Elok VII Blok QH5 Nomor 12, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Rumah itu disewa Rp140 juta dalam satu tahun.

Kepolisian selanjutnya melakukan penyelidikan untuk menemukan dalang produsen narkoba. Pada penyelidikan ditemukan identitas sopir TY, CT. Dia ditangkap di Cawang, Jakarta Timur, Selasa, 23 Oktober 2018. 

Pada saat yang sama, polisi menangkap istri TY, DW di Jalan Cipinang Kebembem, Jakarta Timur. “DW menyebutkan bahwa TY merupakan napi di Rutan Cipinang,” imbuh Argo.

Selanjutnya, polisi langsung berkoordinasi dengan petugas Rutan Cipinang dan menangkap TY. Pada penangkapan itu, polisi turut menangkap tahanan lain yang bekerja sama dengan TY, yakni VIN dan HAM.

Baca juga: Polda Metro ungkap penjualan cairan vape narkoba di medsos

Argo menyebut, dalam proses penyidikan TY mengaku sebagai inisiator pembuatan clandestai lab dan membangun lab untuk memproduksi segala produk yang mengandung narkotika (THC, MDMA, 5-Fluoro ADB). TY mengaku dibantu LT (DPO) dan pemasarannya diserahkan kepada BR.

Sedangkan VIN bertugas mencari bahan narkotika liquid illusion dengan cara memperoleh 100 butir ekstasi dari COK. COK ditangkap pada 2 November 2018 di Rutan Cipinang. Tahanan ini mengaku mendapatkan 100 butir ekstasi dari GUN (DPO).

Dari hasil penyidikan juga diketahui uang hasil penjualan selalu dikirim ke istrinya, DW. Selanjutnya uang dipakai oleh DW untuk membeli bahan baku pembuatan tembakau gorila, yaitu 5-Fluoro ADB.

Bahan itu dibeli dari HM Gajah (belalai gajah) dengan pembayaran melalui Bitcoin sebanyak enam kali. 

Terkait kasus ini polisi menetapkan 18 orang sebagai tersangka. Sementara CT sopir TY masih berstatus saksi. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 16 November 2018 - 11:20 WIB

KPK panggil kepala dinas Pemprov Kalteng

Amerika | 16 November 2018 - 11:11 WIB

AS hukum 17 warga Saudi terkait pembunuhan Khashoggi

Kecantikan | 16 November 2018 - 10:44 WIB

Vanesha Prescilla senang eksperimen makeup

Aktual Sepakbola | 16 November 2018 - 10:35 WIB

Bosnia promosi ke strata tertinggi Nations League

Elshinta.com - Subdit I Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya berhasil menangkap dalang peredaran narkoba jenis liquid vape yang mengandung metilendioksi metamfetamina (MDMA).

Dari hasil penyelidikan, ternyata pelaku merupakan napi Lapas Cipinang berinisial TY.

“TY merupakan napi di Rutan Cipinang dengan perkara narkoba sejak 2016,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono dalam konferensi pers di Jalan Janur, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (8/11), seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri. 

Argo mengungkapkan, kasus ini terbongkar setelah polisi menangkap sejumlah karyawan TY, yakni BUS selaku pengirim paket; dan VIK, AR, AD selaku pekerja. Mereka ditangkap di Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada 15 Oktober lalu. 

Kemudian polisi menangkap lagi enam orang di Hotel Kaisar, Jakarta Selatan pada 16 Oktober 2018. Mereka yakni BR, DIK, DIL, KIM, SEP, DAN.

Dalam penyidikan diketahui keenamnya diperintahkan untuk melarikan diri oleh TY dengan membawa semua hasil produksi dan peralatan ekstaksi laboratorium. “Saat ditangkap diamankan satu unit mobil Avanza nomor polisi B 1400 EOT,” tutur Argo.

TY juga memerintahkan karyawannya untuk meninggalkan lokasi produksi, yakni di sebuah rumah mewah di Jalan Janur Elok VII Blok QH5 Nomor 12, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Rumah itu disewa Rp140 juta dalam satu tahun.

Kepolisian selanjutnya melakukan penyelidikan untuk menemukan dalang produsen narkoba. Pada penyelidikan ditemukan identitas sopir TY, CT. Dia ditangkap di Cawang, Jakarta Timur, Selasa, 23 Oktober 2018. 

Pada saat yang sama, polisi menangkap istri TY, DW di Jalan Cipinang Kebembem, Jakarta Timur. “DW menyebutkan bahwa TY merupakan napi di Rutan Cipinang,” imbuh Argo.

Selanjutnya, polisi langsung berkoordinasi dengan petugas Rutan Cipinang dan menangkap TY. Pada penangkapan itu, polisi turut menangkap tahanan lain yang bekerja sama dengan TY, yakni VIN dan HAM.

Baca juga: Polda Metro ungkap penjualan cairan vape narkoba di medsos

Argo menyebut, dalam proses penyidikan TY mengaku sebagai inisiator pembuatan clandestai lab dan membangun lab untuk memproduksi segala produk yang mengandung narkotika (THC, MDMA, 5-Fluoro ADB). TY mengaku dibantu LT (DPO) dan pemasarannya diserahkan kepada BR.

Sedangkan VIN bertugas mencari bahan narkotika liquid illusion dengan cara memperoleh 100 butir ekstasi dari COK. COK ditangkap pada 2 November 2018 di Rutan Cipinang. Tahanan ini mengaku mendapatkan 100 butir ekstasi dari GUN (DPO).

Dari hasil penyidikan juga diketahui uang hasil penjualan selalu dikirim ke istrinya, DW. Selanjutnya uang dipakai oleh DW untuk membeli bahan baku pembuatan tembakau gorila, yaitu 5-Fluoro ADB.

Bahan itu dibeli dari HM Gajah (belalai gajah) dengan pembayaran melalui Bitcoin sebanyak enam kali. 

Terkait kasus ini polisi menetapkan 18 orang sebagai tersangka. Sementara CT sopir TY masih berstatus saksi. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com