Rabu, 14 November 2018 | 19:16 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hukum

BIN bantah terlibat penangkapan Rizieq di Arab Saudi

Jumat, 09 November 2018 - 08:15 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Pemeriksaan Rizieq Shihab oleh petugas di Arab Saudi. Sumber foto: https://bit.ly/2JQ0gy6
Pemeriksaan Rizieq Shihab oleh petugas di Arab Saudi. Sumber foto: https://bit.ly/2JQ0gy6

Elshinta.com - Juru Bicara Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan Hari Purwanto menegaskan, pihaknya tidak terlibat dalam penangkapan Habib Rizieq Shihab (HRS) di Arab Saudi.

"Tuduhan BIN mengganggu HRS tidak benar. Apalagi menuduh bahwa anggota BIN mengontrak rumah di dekat kontrakan HRS, memasang bendera, maupun mengambil CCTV. Semua hanya pandangan sepihak," kata Wawan dalam keterangan tertulis seperti yang diterima Kantor Berita Antara di Jakarta, Kamis (8/11).

Wawan menegaskan bahwa tuduhan pemasangan bendera berkalimat tauhid di tembok juga tidak ada bukti bahwa yang memasang adalah BIN, apalagi memfoto kemudian lapor ke polisi Arab Saudi.

"Jadi, tuduhan bahwa BIN merekayasa penangkapan HRS oleh Polisi Saudi adalah hoax," tegas Wawan.

Baca juga: Rizieq diperiksa, Dubes: Arab Saudi larang keras lambang berbau terorisme

Justru, lanjut Wawan, BIN menghendaki agar masalah yang dihadapi HRS sebagai warga negara Indonesia bisa cepat diselesaikan sehingga tidak berkepanjangan dan berakibat pada berkembangnya masalah baru, apalagi di luar negeri, di mana sistem hukum serta pemerintahannya berbeda.

"Tidak benar jika ada anggapan bahwa HRS adalah musuh, semua adalah anak bangsa yang masing-masing memiliki pemikiran yang demokratis yang wajib dilindungi. Jika ada sesuatu yang kurang pas wajib diingatkan," pungkas dia.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 14 November 2018 - 18:49 WIB

Masuk musim hujan, BPBD Lumajang siaga bencana

Ekonomi | 14 November 2018 - 18:35 WIB

Rupiah terapresiasi seiring tensi perang dagang mereda

Arestasi | 14 November 2018 - 18:25 WIB

Merasa malu, janda buang bayinya yang dianggap cacat

Megapolitan | 14 November 2018 - 18:16 WIB

15 bangunan liar di bantaran Kali Item ditertibkan

Elshinta.com - Juru Bicara Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan Hari Purwanto menegaskan, pihaknya tidak terlibat dalam penangkapan Habib Rizieq Shihab (HRS) di Arab Saudi.

"Tuduhan BIN mengganggu HRS tidak benar. Apalagi menuduh bahwa anggota BIN mengontrak rumah di dekat kontrakan HRS, memasang bendera, maupun mengambil CCTV. Semua hanya pandangan sepihak," kata Wawan dalam keterangan tertulis seperti yang diterima Kantor Berita Antara di Jakarta, Kamis (8/11).

Wawan menegaskan bahwa tuduhan pemasangan bendera berkalimat tauhid di tembok juga tidak ada bukti bahwa yang memasang adalah BIN, apalagi memfoto kemudian lapor ke polisi Arab Saudi.

"Jadi, tuduhan bahwa BIN merekayasa penangkapan HRS oleh Polisi Saudi adalah hoax," tegas Wawan.

Baca juga: Rizieq diperiksa, Dubes: Arab Saudi larang keras lambang berbau terorisme

Justru, lanjut Wawan, BIN menghendaki agar masalah yang dihadapi HRS sebagai warga negara Indonesia bisa cepat diselesaikan sehingga tidak berkepanjangan dan berakibat pada berkembangnya masalah baru, apalagi di luar negeri, di mana sistem hukum serta pemerintahannya berbeda.

"Tidak benar jika ada anggapan bahwa HRS adalah musuh, semua adalah anak bangsa yang masing-masing memiliki pemikiran yang demokratis yang wajib dilindungi. Jika ada sesuatu yang kurang pas wajib diingatkan," pungkas dia.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com