Jumat, 16 November 2018 | 11:24 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hukum

Polda Metro minta pemerintah larang `vape`

Jumat, 09 November 2018 - 08:28 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2JRjSC2
Sumber foto: https://bit.ly/2JRjSC2

Elshinta.com - Polda Metro Jaya meminta pemerintah melarang atau membatasi peredaran rokok elektrik (vape), lantaran kian maraknya kasus cairan (liquid) vape mengandung narkotika.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono saat kegiatan rilis pengungkapan sindikat narkotika ‘Reborn Cartel’ yang memproduksi cairan rokok elektrik atau liquid vape yang mengandung ekstasi di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (8/11).

“Kita dari kepolisian, Polda Metro Jaya, mengharapkan untuk meninjau ulang peraturan masuknya vape elektrik ke Indonesia. Jangan sampai ini membuat resah masyarakat,” kata Argo di lokasi pengungkapan di Jalan Janur Elok VII Blok QH5 No. 12 Kelapa Gading, Jakarta Utara, seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri. 

“Kalau perlu vape elektrik tidak boleh masuk ke Indonesia. Karena masih banyak generasi bangsa kita yang menginginkan clear,” ucapnya. 

Baca juga: Peredaran liquid vape narkoba terbongkar, ternyata ini dalangnya

Polisi mengungkap adanya mini lab atau pabrik rumahan vape narkoba. Kegiatan yang dilakukan di rumah dua lantai itu dinilai sangat rapi.

“Para tetangga tidak mengetahui aktivitas yang dilakukan di rumah ini. Yang ada hanya ada gonggongan anjing. Jadi kegiatan pembuatan vape elektrik mengandung narkoba ini sangat rapi,” katanya.

Subdit I Ditresnarkoba Polra Metro Jaya membongkar sindikat narkotika ‘Reborn Cartel’ yang memproduksi cairan rokok elektrik atau liquid vape yang mengandung ekstasi.

Dari hasil operasi dan penyelidikan, polisi menangkap 18 orang tersangka. Mereka adalah ER, DIL, 23, AR,18, AG, KIM, 21, TY (napi 28 tahun), TM, 21, SEP, 22, BUS, 26, DAN, 28, HAM (napi 20 tahun), BR, 21, VIK, 20, DW, 25, DIK, 24, dan AD, 27, dan COK (napi 35 tahun). 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 16 November 2018 - 11:20 WIB

KPK panggil kepala dinas Pemprov Kalteng

Amerika | 16 November 2018 - 11:11 WIB

AS hukum 17 warga Saudi terkait pembunuhan Khashoggi

Kecantikan | 16 November 2018 - 10:44 WIB

Vanesha Prescilla senang eksperimen makeup

Aktual Sepakbola | 16 November 2018 - 10:35 WIB

Bosnia promosi ke strata tertinggi Nations League

Elshinta.com - Polda Metro Jaya meminta pemerintah melarang atau membatasi peredaran rokok elektrik (vape), lantaran kian maraknya kasus cairan (liquid) vape mengandung narkotika.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono saat kegiatan rilis pengungkapan sindikat narkotika ‘Reborn Cartel’ yang memproduksi cairan rokok elektrik atau liquid vape yang mengandung ekstasi di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (8/11).

“Kita dari kepolisian, Polda Metro Jaya, mengharapkan untuk meninjau ulang peraturan masuknya vape elektrik ke Indonesia. Jangan sampai ini membuat resah masyarakat,” kata Argo di lokasi pengungkapan di Jalan Janur Elok VII Blok QH5 No. 12 Kelapa Gading, Jakarta Utara, seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri. 

“Kalau perlu vape elektrik tidak boleh masuk ke Indonesia. Karena masih banyak generasi bangsa kita yang menginginkan clear,” ucapnya. 

Baca juga: Peredaran liquid vape narkoba terbongkar, ternyata ini dalangnya

Polisi mengungkap adanya mini lab atau pabrik rumahan vape narkoba. Kegiatan yang dilakukan di rumah dua lantai itu dinilai sangat rapi.

“Para tetangga tidak mengetahui aktivitas yang dilakukan di rumah ini. Yang ada hanya ada gonggongan anjing. Jadi kegiatan pembuatan vape elektrik mengandung narkoba ini sangat rapi,” katanya.

Subdit I Ditresnarkoba Polra Metro Jaya membongkar sindikat narkotika ‘Reborn Cartel’ yang memproduksi cairan rokok elektrik atau liquid vape yang mengandung ekstasi.

Dari hasil operasi dan penyelidikan, polisi menangkap 18 orang tersangka. Mereka adalah ER, DIL, 23, AR,18, AG, KIM, 21, TY (napi 28 tahun), TM, 21, SEP, 22, BUS, 26, DAN, 28, HAM (napi 20 tahun), BR, 21, VIK, 20, DW, 25, DIK, 24, dan AD, 27, dan COK (napi 35 tahun). 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com