IRT diimbau hindari penggunaan zat berbahaya pada makanan
Jumat, 09 November 2018 - 08:47 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2JPJ3EX

Elshinta.com - Para pemilik industri rumah tangga (IRT) diimbau untuk menghindari penggunaan zat berbahaya pada adonan makanan, karena akan berdampak buruk bagi kesehatan konsumen.

Hal itu seperti disampaikan Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Sumatera Barat, Martin Suhendri di Lubukbasung, Kabupaten Agam, Sumbar, Kamis (8/11).

"Konsumen yang mengonsumsi makanan mengandung zat berbahaya seperti boraks, formalin, pewarna, beberapa tahun setelahnya akan mengidap penyakit kanker yang bisa berujung pada kematian," kata dia, dikutip Antara, pada sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi, informasi dan edukasi yang digelar di Nagari Duo Koto, Kabupaten Agam yang diikuti 200 orang warga.

Ia meyebutkan, dari hasil pengawasan pada sejumlah kabupaten dan kota di Sumbar, BBPOM masih saja menemukan makanan siap saji produksi industri rumah tangga yang mengandung zat berbahaya tersebut.

Baca juga: BPOM sosialisasi pencegahan kejahatan obat dan makanan

Meskipun sudah sering disosialisasikan, dan pengawasan kepada pedagang makanan juga ditingkatkan, tetap saja masih ditemukan pelanggaran. Dalam hal ini, kata dia, sangat dituntut kesadaran pemilik IRT, termasuk masyarakat agar cerdas dalam berbelanja dengan mengetahui ciri-ciri makanan yang mengandung zat berbahaya.

Martin Suhendri mengatakan, ciri-ciri makanan yang mengandung zat berbahaya seperti kenyal, tidak dihinggapi lalat, dan lainnya.
  
Sementara itu Kepala Badan Sub Direktorat Ekspor Impor dan Iklan Pangan Badan POM, Neni Yuliza menambahkan, masyarakat harus mengenal makanan dan obat-obatan yang mengandung zat berbahaya. Masyarakat harus pintar memilih makanan yang akan dibeli, jika masyarakat sudah cerdas tidak akan mau membeli olahan makanan yang mengandung zat berbahaya itu.

"Jika tidak ada konsumen yang beli, maka pemilik industri rumah tangga tidak akan memproduksinya lagi," katanya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:38 WIB
Elshinta.com - Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatra Utara melalui Kantor Imigrasi Kelas I Khusus ...
Rabu, 20 Maret 2019 - 09:04 WIB
Elshinta.com - Ilmuwan nutrisi Dr Matthew Blaylock, PhD membantah mitos yang menyebutkan b...
Senin, 18 Maret 2019 - 12:53 WIB
E lshinta.com -Spesialis tulang belakang dari klinik QI Spine di India, Dr. Shikha Jain mengung...
Kamis, 14 Maret 2019 - 17:21 WIB
Elshinta.com -Anda yang gemar tidur larut malam sebaiknya segera mengubah kebiasaan itu kalau t...
Kamis, 14 Maret 2019 - 17:02 WIB
Elshinta.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menggandeng Indonesia Corrup...
Kamis, 14 Maret 2019 - 14:48 WIB
Elshinta.com - Di antara sederet faktor risiko seseorang terkena penyakit ginjal, hipertensi adalah ...
Kamis, 14 Maret 2019 - 09:35 WIB
Elshinta.com -Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua mengajak sekaligus mengimbau kepada masya...
Rabu, 13 Maret 2019 - 19:35 WIB
Elshinta.com - Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek meminta Pemerintah Provinsi Nusa T...
Rabu, 13 Maret 2019 - 09:13 WIB
Elshinta.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menargetkan dapat ...
Selasa, 12 Maret 2019 - 18:09 WIB
Elshinta.com - Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek mengatakan, Kementerian Kesehatan menunda...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)