Jumat, 16 November 2018 | 17:38 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Asia Pasific

Ekonom sebut Asia Pasifik tetap jadi kawasan pertumbuhan tercepat

Jumat, 09 November 2018 - 09:26 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2PQAD5G
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2PQAD5G

Elshinta.com - Kawasan Asia Pasifik diperkirakan akan tetap menjadi kawasan yang paling cepat berkembang di dunia selama dekade berikutnya atau berkontribusi sekitar 50 persen dari total peningkatan PDB dunia antara 2018 dan 2028, kata seorang ekonom berpengaruh pada Kamis (8/11).

Menurut Rajiv Biswas, Direktur Eksekutif dan Kepala Ekonom Asia Pasifik, IHS Markit, ketika ditelpon Xinhua yang dilansir Antara, penyedia informasi global yang berbasis di London, China, India, dan Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) akan menjadi mesin pertumbuhan utama bagi pertumbuhan ekonomi Asia-Pasifik selama dekade berikutnya.

ASEAN akan menjadi salah satu kawasan paling dinamis dari ekonomi global, tumbuh pada kecepatan 5,0 persen per tahun pada 2019-2020.

"Pertumbuhan ekonomi ASEAN yang cepat akan didukung oleh pertumbuhan yang kuat dalam belanja konsumen dan investasi infrastruktur, serta perdagangan antar-ASEAN yang tumbuh cepat," katanya pada Pertemuan Dewan Perbankan ASEAN ke-48 yang diselenggarakan di Bandar Seri Begawan dengan partisipasi lebih dari 200 eksekutif senior perbankan dari 10 negara ASEAN.

Adapun ekonomi Brunei, ia mengatakan bahwa kesultanan akan melihat pertumbuhan yang kuat dalam jangka menengah, dengan perkiraan pertumbuhan PDB riil di 5,8 persen untuk 2019 dan 7,0 persen pada 2020.

"Faktor-faktor kunci yang mendukung pertumbuhan cepat ekonomi Brunei adalah kenaikan kuat harga LNG Asia selama 18 bulan terakhir dikombinasikan dengan pembangunan megaproyek petrokimia baru yang akan berproduksi mulai pada 2019," tambahnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 16 November 2018 - 17:25 WIB

Kapolda: Tujuh ribu personel gabungan siaga banjir di Jakarta

Hukum | 16 November 2018 - 17:13 WIB

Polda Jabar sita Rp1,9 miliar korupsi dana hibah

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:57 WIB

Idrus Marham pamer buku sebelum diperiksa sebagai tersangka

Ekonomi | 16 November 2018 - 16:47 WIB

Kemenkeu segera laksanakan Paket Kebijakan Ekonomi XVI

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:37 WIB

Presiden ajak masyarakat Merauke jaga persatuan

Megapolitan | 16 November 2018 - 16:27 WIB

Sudinhub Jakpus tuntaskan titik macet pada 2019

Elshinta.com - Kawasan Asia Pasifik diperkirakan akan tetap menjadi kawasan yang paling cepat berkembang di dunia selama dekade berikutnya atau berkontribusi sekitar 50 persen dari total peningkatan PDB dunia antara 2018 dan 2028, kata seorang ekonom berpengaruh pada Kamis (8/11).

Menurut Rajiv Biswas, Direktur Eksekutif dan Kepala Ekonom Asia Pasifik, IHS Markit, ketika ditelpon Xinhua yang dilansir Antara, penyedia informasi global yang berbasis di London, China, India, dan Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) akan menjadi mesin pertumbuhan utama bagi pertumbuhan ekonomi Asia-Pasifik selama dekade berikutnya.

ASEAN akan menjadi salah satu kawasan paling dinamis dari ekonomi global, tumbuh pada kecepatan 5,0 persen per tahun pada 2019-2020.

"Pertumbuhan ekonomi ASEAN yang cepat akan didukung oleh pertumbuhan yang kuat dalam belanja konsumen dan investasi infrastruktur, serta perdagangan antar-ASEAN yang tumbuh cepat," katanya pada Pertemuan Dewan Perbankan ASEAN ke-48 yang diselenggarakan di Bandar Seri Begawan dengan partisipasi lebih dari 200 eksekutif senior perbankan dari 10 negara ASEAN.

Adapun ekonomi Brunei, ia mengatakan bahwa kesultanan akan melihat pertumbuhan yang kuat dalam jangka menengah, dengan perkiraan pertumbuhan PDB riil di 5,8 persen untuk 2019 dan 7,0 persen pada 2020.

"Faktor-faktor kunci yang mendukung pertumbuhan cepat ekonomi Brunei adalah kenaikan kuat harga LNG Asia selama 18 bulan terakhir dikombinasikan dengan pembangunan megaproyek petrokimia baru yang akan berproduksi mulai pada 2019," tambahnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com