Ini alasan game lokal tidak dipertandingkan dalam esports
Jumat, 09 November 2018 - 10:22 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2AWl3gH

Elshinta.com - Penasihat atau Advisor Indonesia E-Sports Premier League (IESPL) Danny Oei Wirianto mengungkap kualitas game yang kurang menjadi kendala bagi game lokal untuk dipertandingkan dalam event esports.

"Kalau saya melihat banyak game (lokal) yang asal jadi saat ini. Ada beberapa game developer yang menonjol tapi jumlah masih dapat dihitung dengan jari," ujar Danny di Nusa Dua, Bali, pada Kamis (8/11).

Lebih lanjut, Danny menjelaskan bahwa game developer yang dibutuhkan lebih dari 10 perusahaan pembuat game, sehingga mereka bisa saling kompetisi. Sebab, jika tidak ada kompetisi antar developer lokal, maka pembuat game yang ada tidak baik bagi perkembangan industri game di Indonesia.

"Jujur saja kita harus sarankan kepada game developernya yakni pertama, lebih ditingkatkan kualitasnya. Kedua, Kebanyakan mereka hanya bikin game namun tidak andal dalam memasarkannya, mungkin aspek pemasaran mereka harus lebih bagus lagi. Ketiga, kalau mereka buat rencana bisnis dalam pembuatan game mereka harus menjalaninya secara serius dengan pertimbangan hal ini membutuhkan banyak pendanaan, tidak mengganggap remeh," kata dia, seperti dikutip Antara.

Baca juga: Presiden ingin Indonesia jangan ketinggalan, tidak ditinggal

Danny juga menekankan mengenai pentingnya ekosistem esports di Indonesia agar bisa menghidupkan dan memicu kompetisi di antara game-game developer agar mereka bisa membuat game lebih baik lagi dengan adanya peminat yang semakin tinggi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rabu, 20 Maret 2019 - 15:18 WIB
Elshinta.com -Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat sebanyak 961.456 akun berkonten n...
Selasa, 19 Maret 2019 - 21:12 WIB
Elshinta.com - Literasi digital harus dicanangkan karena sebagian besar pengguna internet ...
Jumat, 15 Februari 2019 - 09:06 WIB
Elshinta.com - Perusahaan yang menaungi Google, Alphabet Inc, Rabu, mengatakan pihaknya ak...
Rabu, 13 Februari 2019 - 11:55 WIB
Elshinta.com - Instagram memenuhi permintaan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemen...
Kamis, 07 Februari 2019 - 12:45 WIB
Elshinta.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah menutup akun In...
Rabu, 06 Februari 2019 - 07:10 WIB
Elshinta.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengidentiifikasi sed...
Senin, 21 Januari 2019 - 13:13 WIB
Elshinta.com - Inspektur Jenderal (Irjen) TNI Letjen TNI Muhammad Herindra., M.A., M.Sc me...
Sabtu, 19 Januari 2019 - 19:53 WIB
Elshinta.com -Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengajak anak-anak muda, terutama g...
Sabtu, 12 Januari 2019 - 18:40 WIB
Elshinta.com - Pengguna dan pembuat konten YouTube mulai 31 Januari ini tidak akan bisa la...
Kamis, 03 Januari 2019 - 20:25 WIB
Elshinta.com - Pelindo 1 menggelar `Grand Go Live Indonesia Gateway Master Terminal (IGMT)...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 184
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once