Sabtu, 17 November 2018 | 10:33 WIB

Daftar | Login

MacroAd

IPTEK / Aktual IPTEK

Ini alasan game lokal tidak dipertandingkan dalam esports

Jumat, 09 November 2018 - 10:22 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2AWl3gH
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2AWl3gH

Elshinta.com - Penasihat atau Advisor Indonesia E-Sports Premier League (IESPL) Danny Oei Wirianto mengungkap kualitas game yang kurang menjadi kendala bagi game lokal untuk dipertandingkan dalam event esports.

"Kalau saya melihat banyak game (lokal) yang asal jadi saat ini. Ada beberapa game developer yang menonjol tapi jumlah masih dapat dihitung dengan jari," ujar Danny di Nusa Dua, Bali, pada Kamis (8/11).

Lebih lanjut, Danny menjelaskan bahwa game developer yang dibutuhkan lebih dari 10 perusahaan pembuat game, sehingga mereka bisa saling kompetisi. Sebab, jika tidak ada kompetisi antar developer lokal, maka pembuat game yang ada tidak baik bagi perkembangan industri game di Indonesia.

"Jujur saja kita harus sarankan kepada game developernya yakni pertama, lebih ditingkatkan kualitasnya. Kedua, Kebanyakan mereka hanya bikin game namun tidak andal dalam memasarkannya, mungkin aspek pemasaran mereka harus lebih bagus lagi. Ketiga, kalau mereka buat rencana bisnis dalam pembuatan game mereka harus menjalaninya secara serius dengan pertimbangan hal ini membutuhkan banyak pendanaan, tidak mengganggap remeh," kata dia, seperti dikutip Antara.

Baca juga: Presiden ingin Indonesia jangan ketinggalan, tidak ditinggal

Danny juga menekankan mengenai pentingnya ekosistem esports di Indonesia agar bisa menghidupkan dan memicu kompetisi di antara game-game developer agar mereka bisa membuat game lebih baik lagi dengan adanya peminat yang semakin tinggi.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 10:25 WIB

Pemerintah fokus bangun SPBU BBM satu harga

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 10:12 WIB

Jadi target hoaks, Ridwan Kamil angkat bicara

Kriminalitas | 17 November 2018 - 09:45 WIB

Komplotan penipuan `Hijacking` dibekuk Siber Bareskrim Polri

Kriminalitas | 17 November 2018 - 09:35 WIB

Seorang kakek keji perkosa siswi SMP hingga hamil

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 09:25 WIB

Harimau yang terjebak di pasar Riau terluka akibat terjerat

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 09:15 WIB

Taspen berikan perlindungan lengkap bagi ASN

Elshinta.com - Penasihat atau Advisor Indonesia E-Sports Premier League (IESPL) Danny Oei Wirianto mengungkap kualitas game yang kurang menjadi kendala bagi game lokal untuk dipertandingkan dalam event esports.

"Kalau saya melihat banyak game (lokal) yang asal jadi saat ini. Ada beberapa game developer yang menonjol tapi jumlah masih dapat dihitung dengan jari," ujar Danny di Nusa Dua, Bali, pada Kamis (8/11).

Lebih lanjut, Danny menjelaskan bahwa game developer yang dibutuhkan lebih dari 10 perusahaan pembuat game, sehingga mereka bisa saling kompetisi. Sebab, jika tidak ada kompetisi antar developer lokal, maka pembuat game yang ada tidak baik bagi perkembangan industri game di Indonesia.

"Jujur saja kita harus sarankan kepada game developernya yakni pertama, lebih ditingkatkan kualitasnya. Kedua, Kebanyakan mereka hanya bikin game namun tidak andal dalam memasarkannya, mungkin aspek pemasaran mereka harus lebih bagus lagi. Ketiga, kalau mereka buat rencana bisnis dalam pembuatan game mereka harus menjalaninya secara serius dengan pertimbangan hal ini membutuhkan banyak pendanaan, tidak mengganggap remeh," kata dia, seperti dikutip Antara.

Baca juga: Presiden ingin Indonesia jangan ketinggalan, tidak ditinggal

Danny juga menekankan mengenai pentingnya ekosistem esports di Indonesia agar bisa menghidupkan dan memicu kompetisi di antara game-game developer agar mereka bisa membuat game lebih baik lagi dengan adanya peminat yang semakin tinggi.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Jumat, 16 November 2018 - 17:38 WIB

Facebook segera bentuk badan independen konten

Kamis, 15 November 2018 - 13:42 WIB

Google Maps miliki fitur kirim pesan

Kamis, 15 November 2018 - 13:37 WIB

Instagram siapkan fitur pelacak waktu bermedia sosial

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com