Sabtu, 17 November 2018 | 10:33 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 / Inspirasi

Fithor Muhammad, lulus kuliah sukses bangun perusahaan developer properti

Jumat, 09 November 2018 - 11:08 WIB    |    Penulis : Syahid    |    Editor : Dewi Rusiana
Fithor Muhammad, Founder dan CEO Harmony Land. Foto: Reza/Elshinta
Fithor Muhammad, Founder dan CEO Harmony Land. Foto: Reza/Elshinta

Elshinta.com - Penuh semangat. Itulah kesan yang muncul dari sosok Fithor Muhammad, pria 25 tahun lulusan Teknik Industri Universitas Indonesia ini. Di usianya yang masih terbilang muda, Fithor, begitu ia disapa memimpin sebuah perusahaan pengembang properti bernama Harmony Land yang ia bangun sendiri semenjak lulus kuliah. 

Minat pada bisnis memang sudah sangat kuat pada diri Fithor. Semenjak ia masuk kuliah di Universitas Indonesia pun, Fithor mengaku yang ada di kepalanya hanyalah bisnis, di samping mata kuliah yang ia tempuh. 

Fithor mencoba berbagai bisnis mulai dari menjual handphone hingga laptop. Di masa kuliahnya, ia juga tak ragu mencoba bisnis dengan skala yang cukup besar usaha seperti pengolahan plastik, pembuatan pupuk, sampai membuka kafé. Berbagai kegiatan dan lomba seputar wirausaha kampus pun ia ikuti. 

Tak semua usahanya itu berhasil. Pada 2013, saat Fithor semester 4, usaha-usaha yang ia jalani mengalami kebangkrutan. Singkatnya, ia mengalami kerugian setidaknya Rp400 juta yang membuatnya cukup stress. “Sempat kepikiran untuk cuti kuliah juga” ujar Fithor. Tetapi, peluang untuk bangkit dari kegagalan itu muncul dari seorang teman yang ingin meminta tolong menjualkan rumahnya. 

Baca juga: Ini daftar peluang usaha di bidang properti

“Ada teman minta tolong bantu menjualkan rumah. Saya berhasil menjualnya dan untung 16 juta rupiah. Dari situ mulailah menekuni properti,” ujar Fithor saat ditemui Elshinta. Momen itulah yang membuatnya yakin kembali untuk menekuni bisnis. 

Ia memutuskan untuk fokus pada bidang ini, mengesampingkan ide-ide bisnis lain karena pelajaran yang ia ambil dari kegagalannya terdahulu adalah kurang fokus. Mulailah perjalanan bisnis Fithor di bidang ini sebagai seorang agen lepas atau broker properti. 

Ia mulai mencoba mencari pengembang properti dan mulai menawarkan jasanya untuk membantu penjualannya. Ia melihat ada peluang yang besar mengingat masih banyak pengembang properti yang menjual produknya secara konvensioanal. 

“Masih banyak developer konvensional. Maksudnya dia bangun rumah, jualnya manual pake plang. Saya dekatin untuk bantu jual dengan menggunakan digital marketing,” jelasnya. Berkat upayanya yang konsisten, usaha yang ia lakukan perlahan menunjukkan peningkatan. 

Fithor kemudian mengembangkan bisnisnya ini menjadi agensi properti dengan mengajak beberapa temannya. Dengan agensinya inilah, ia bisa lebih banyak menjual produk-produk properti milik para pengembang. Bahkan, ia melebarkan sayap bisnisnya menjadi konsultan perizinan.

Cara menjual sudah bisa, mengurus perizinan pun sudah bisa. Fithor terpikir mengapa tidak sekalian saja membangun pengembang properti. Berbekal pengalaman dan portofolio penjualan propertinya, Fithor mulai mendekati investor untuk mewujudkan impiannya tersebut. Tak mudah awalnya, namun akhirnya ada yang percaya juga. 

Pada 2015, Ia mulai mendirikan pengembang propertinya yaitu Harmony Land. Selama kurang lebih 4 tahun, perusahaan yang ia nahkodai tersebut sudah mengerjakan 12 proyek perumahan, dan sampai akhir tahun ini ditargetkan bisa menyelesaikan hingga 16 proyek.

***

Anda bisa membaca informasi lengkap seputar bisnis properti pada eMajels edisi November 2018. Klik di sini untuk membaca atau kunjungi elshinta.com/majalah-elshinta untuk edisi lainya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 10:25 WIB

Pemerintah fokus bangun SPBU BBM satu harga

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 10:12 WIB

Jadi target hoaks, Ridwan Kamil angkat bicara

Kriminalitas | 17 November 2018 - 09:45 WIB

Komplotan penipuan `Hijacking` dibekuk Siber Bareskrim Polri

Kriminalitas | 17 November 2018 - 09:35 WIB

Seorang kakek keji perkosa siswi SMP hingga hamil

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 09:25 WIB

Harimau yang terjebak di pasar Riau terluka akibat terjerat

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 09:15 WIB

Taspen berikan perlindungan lengkap bagi ASN

Elshinta.com - Penuh semangat. Itulah kesan yang muncul dari sosok Fithor Muhammad, pria 25 tahun lulusan Teknik Industri Universitas Indonesia ini. Di usianya yang masih terbilang muda, Fithor, begitu ia disapa memimpin sebuah perusahaan pengembang properti bernama Harmony Land yang ia bangun sendiri semenjak lulus kuliah. 

Minat pada bisnis memang sudah sangat kuat pada diri Fithor. Semenjak ia masuk kuliah di Universitas Indonesia pun, Fithor mengaku yang ada di kepalanya hanyalah bisnis, di samping mata kuliah yang ia tempuh. 

Fithor mencoba berbagai bisnis mulai dari menjual handphone hingga laptop. Di masa kuliahnya, ia juga tak ragu mencoba bisnis dengan skala yang cukup besar usaha seperti pengolahan plastik, pembuatan pupuk, sampai membuka kafé. Berbagai kegiatan dan lomba seputar wirausaha kampus pun ia ikuti. 

Tak semua usahanya itu berhasil. Pada 2013, saat Fithor semester 4, usaha-usaha yang ia jalani mengalami kebangkrutan. Singkatnya, ia mengalami kerugian setidaknya Rp400 juta yang membuatnya cukup stress. “Sempat kepikiran untuk cuti kuliah juga” ujar Fithor. Tetapi, peluang untuk bangkit dari kegagalan itu muncul dari seorang teman yang ingin meminta tolong menjualkan rumahnya. 

Baca juga: Ini daftar peluang usaha di bidang properti

“Ada teman minta tolong bantu menjualkan rumah. Saya berhasil menjualnya dan untung 16 juta rupiah. Dari situ mulailah menekuni properti,” ujar Fithor saat ditemui Elshinta. Momen itulah yang membuatnya yakin kembali untuk menekuni bisnis. 

Ia memutuskan untuk fokus pada bidang ini, mengesampingkan ide-ide bisnis lain karena pelajaran yang ia ambil dari kegagalannya terdahulu adalah kurang fokus. Mulailah perjalanan bisnis Fithor di bidang ini sebagai seorang agen lepas atau broker properti. 

Ia mulai mencoba mencari pengembang properti dan mulai menawarkan jasanya untuk membantu penjualannya. Ia melihat ada peluang yang besar mengingat masih banyak pengembang properti yang menjual produknya secara konvensioanal. 

“Masih banyak developer konvensional. Maksudnya dia bangun rumah, jualnya manual pake plang. Saya dekatin untuk bantu jual dengan menggunakan digital marketing,” jelasnya. Berkat upayanya yang konsisten, usaha yang ia lakukan perlahan menunjukkan peningkatan. 

Fithor kemudian mengembangkan bisnisnya ini menjadi agensi properti dengan mengajak beberapa temannya. Dengan agensinya inilah, ia bisa lebih banyak menjual produk-produk properti milik para pengembang. Bahkan, ia melebarkan sayap bisnisnya menjadi konsultan perizinan.

Cara menjual sudah bisa, mengurus perizinan pun sudah bisa. Fithor terpikir mengapa tidak sekalian saja membangun pengembang properti. Berbekal pengalaman dan portofolio penjualan propertinya, Fithor mulai mendekati investor untuk mewujudkan impiannya tersebut. Tak mudah awalnya, namun akhirnya ada yang percaya juga. 

Pada 2015, Ia mulai mendirikan pengembang propertinya yaitu Harmony Land. Selama kurang lebih 4 tahun, perusahaan yang ia nahkodai tersebut sudah mengerjakan 12 proyek perumahan, dan sampai akhir tahun ini ditargetkan bisa menyelesaikan hingga 16 proyek.

***

Anda bisa membaca informasi lengkap seputar bisnis properti pada eMajels edisi November 2018. Klik di sini untuk membaca atau kunjungi elshinta.com/majalah-elshinta untuk edisi lainya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com