Fithor Muhammad, lulus kuliah sukses bangun perusahaan developer properti
Elshinta
Jumat, 09 November 2018 - 11:08 WIB | Penulis : Syahid | Editor : Dewi Rusiana
Fithor Muhammad, lulus kuliah sukses bangun perusahaan developer properti
Fithor Muhammad, Founder dan CEO Harmony Land. Foto: Reza/Elshinta

Elshinta.com - Penuh semangat. Itulah kesan yang muncul dari sosok Fithor Muhammad, pria 25 tahun lulusan Teknik Industri Universitas Indonesia ini. Di usianya yang masih terbilang muda, Fithor, begitu ia disapa memimpin sebuah perusahaan pengembang properti bernama Harmony Land yang ia bangun sendiri semenjak lulus kuliah. 

Minat pada bisnis memang sudah sangat kuat pada diri Fithor. Semenjak ia masuk kuliah di Universitas Indonesia pun, Fithor mengaku yang ada di kepalanya hanyalah bisnis, di samping mata kuliah yang ia tempuh. 

Fithor mencoba berbagai bisnis mulai dari menjual handphone hingga laptop. Di masa kuliahnya, ia juga tak ragu mencoba bisnis dengan skala yang cukup besar usaha seperti pengolahan plastik, pembuatan pupuk, sampai membuka kafé. Berbagai kegiatan dan lomba seputar wirausaha kampus pun ia ikuti. 

Tak semua usahanya itu berhasil. Pada 2013, saat Fithor semester 4, usaha-usaha yang ia jalani mengalami kebangkrutan. Singkatnya, ia mengalami kerugian setidaknya Rp400 juta yang membuatnya cukup stress. “Sempat kepikiran untuk cuti kuliah juga” ujar Fithor. Tetapi, peluang untuk bangkit dari kegagalan itu muncul dari seorang teman yang ingin meminta tolong menjualkan rumahnya. 

Baca juga: Ini daftar peluang usaha di bidang properti

“Ada teman minta tolong bantu menjualkan rumah. Saya berhasil menjualnya dan untung 16 juta rupiah. Dari situ mulailah menekuni properti,” ujar Fithor saat ditemui Elshinta. Momen itulah yang membuatnya yakin kembali untuk menekuni bisnis. 

Ia memutuskan untuk fokus pada bidang ini, mengesampingkan ide-ide bisnis lain karena pelajaran yang ia ambil dari kegagalannya terdahulu adalah kurang fokus. Mulailah perjalanan bisnis Fithor di bidang ini sebagai seorang agen lepas atau broker properti. 

Ia mulai mencoba mencari pengembang properti dan mulai menawarkan jasanya untuk membantu penjualannya. Ia melihat ada peluang yang besar mengingat masih banyak pengembang properti yang menjual produknya secara konvensioanal. 

“Masih banyak developer konvensional. Maksudnya dia bangun rumah, jualnya manual pake plang. Saya dekatin untuk bantu jual dengan menggunakan digital marketing,” jelasnya. Berkat upayanya yang konsisten, usaha yang ia lakukan perlahan menunjukkan peningkatan. 

Fithor kemudian mengembangkan bisnisnya ini menjadi agensi properti dengan mengajak beberapa temannya. Dengan agensinya inilah, ia bisa lebih banyak menjual produk-produk properti milik para pengembang. Bahkan, ia melebarkan sayap bisnisnya menjadi konsultan perizinan.

Cara menjual sudah bisa, mengurus perizinan pun sudah bisa. Fithor terpikir mengapa tidak sekalian saja membangun pengembang properti. Berbekal pengalaman dan portofolio penjualan propertinya, Fithor mulai mendekati investor untuk mewujudkan impiannya tersebut. Tak mudah awalnya, namun akhirnya ada yang percaya juga. 

Pada 2015, Ia mulai mendirikan pengembang propertinya yaitu Harmony Land. Selama kurang lebih 4 tahun, perusahaan yang ia nahkodai tersebut sudah mengerjakan 12 proyek perumahan, dan sampai akhir tahun ini ditargetkan bisa menyelesaikan hingga 16 proyek.

***

Anda bisa membaca informasi lengkap seputar bisnis properti pada eMajels edisi November 2018. Klik di sini untuk membaca atau kunjungi elshinta.com/majalah-elshinta untuk edisi lainya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jejak sukses BeaconCream, Youtuber gaming dengan 2,57 juta subscriber
Kamis, 25 Juni 2020 - 06:42 WIB
Namanya Nelson Wijaya Putra. Ia adalah pemilik channel YouTube gaming populer BeaconCream. Milenial ...
Ramadan brand berbagi tebarkan virus kebaikan di tengah pandemi
Rabu, 20 Mei 2020 - 08:02 WIB
Meski Ramadan tahun ini diwarnai dengan wabah pandemi, tapi semangat berbagi kebaikan kepada mereka ...
Angkat produk lokal, Kemenkop UKM gandeng artis Raffi Ahmad
Rabu, 04 Maret 2020 - 11:24 WIB
Raffi ingin mengajak pelaku UMKM khususnya yang muda-muda ini mengikuti dan menggunakan digital seb...
Dear UKM! Ini pentingnya mendefinisikan bisnis Anda
Rabu, 12 Februari 2020 - 14:15 WIB
Mendefinisikan bisnis Anda itu penting karena hal itu mencakup gerak langkah yang akan Anda lakukan ...
Cari nama brand yang jitu untuk memikat pasar, bagaimana caranya?
Jumat, 07 Februari 2020 - 10:32 WIB
Brand adalah sebuah identitas penting bagi sebuah produk. Namun tak jarang para pelaku usaha seringk...
Trik bisnis kuliner, kedepankan variasi hidangan atau suasana?
Kamis, 06 Februari 2020 - 15:15 WIB
Bisnis kuliner adalah bisnis selera. Atas dasar itu, sangat disarankan, sekalipun menu kuliner Anda ...
Soal modal dan SDM yang sering jadi masalah dalam bisnis
Selasa, 28 Januari 2020 - 12:33 WIB
Dalam bisnis, peranan SDM cukup berpengaruh karena pemahaman SDM-lah yang menjadi scrub dan gigi unt...
Pengusaha Asep Sulaeman: Doa bersama di lokasi tambang akan jadi agenda rutin
Minggu, 26 Januari 2020 - 09:51 WIB
SEAM Group menggelar sebuah acara di salah satu site milik mereka yaitu site MP (Marwan Putra). Mena...
Santripreneur, program Kemenperin cetak wirausaha muda baru di lingkungan pesantren
Kamis, 23 Januari 2020 - 10:06 WIB
Kementerian Perindustrian berhasil mencetak wirausaha industri baru dari lingkungan pondok pesantre...
Ikuti tren bisnis, jangan sekadar meniru tapi lakukan juga…
Selasa, 21 Januari 2020 - 17:07 WIB
Tren dalam bisnis itu penting, karena hal itu menunjukkan arah orientasi kegandrungan konsumen kalau...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV