Jumat, 16 November 2018 | 11:25 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Arestasi

Seorang warga diduga depresi membabi buta serang Mapolsek Penjaringan

Jumat, 09 November 2018 - 11:17 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2PgLCpE
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2PgLCpE

Elshinta.com - Polisi mengamankan seorang penyerang Mapolsek Penjaringan, Jakarta Utara, bernama Rohandi (31), Jumat (9/11) dini hari tadi, pukul 01.35 WIB. 

Rohandi mendadak mendatangi Mapolsek lalu menyerang dengan membabi-buta sambil membawa golok. Saat disapa oleh petugas SPK Brigadir Sihite, Rohandi justru menyerang.

“Pelaku langsung menyerang anggota polisi tersebut dengan menggunakan sebilah golok dan pisau babi yang kemudian anggota polisi tersebut menghindar dan meminta bantuan rekannya yang sedang berjaga di SPK,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, Jumat pagi, seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri. 

Rohandi terus mengejar Brigadir Sihite yang mencari bantuan. Rohandi melempar pisau hingga mengenai AKP Irawan yang sedang piket. 

"Belum selesai sampai disitu saja. Pelaku melempar pisau babi yang dipegang di tangan kirinya dan golok masih dipegang di tangan kanannya sambil menyerang petugas kepolisian dan korban terjatuh terkena sabetan golok pelaku dan mengenai tangannya, menimbulkan luka ringan,” lanjut Argo.

Aipda Dedi Raharjo dan Aipda Giyarto yang melihat aksi Rohandi kemudian mengejar pelaku. Rohandi lalu balik menyerang. Dia juga memecahkan pintu kaca ruangan dengan golok. 

Rohandi kemudian berhasil dilumpuhkan setelah sebelumnya diberikan tembakan peringatan oleh petugas.

“Pelaku memecahkan pintu kaca ruangan dengan golok yang dipegangnya dan menyerang Aipda Dedi dan Aipda Giyarto. Kemudian Aipda Giyarto berusaha meredam pelaku namun pelaku tetap menyerang dan terus meneriakkan takbir. Kemudian Aipda Giyarto memberikan tembakan peringatan namun pelaku tidak mengindahkan, yang kemudian Aipda Giyarto melumpuhkan pelaku dengan menembak pangkal lengan pelaku sehingga golok yang dipegang pelaku terlempar dan pelaku dapat diamankan,” tutur Argo. 

Sementara itu, Kapolsek Penjaringan, AKBP Rachmat Sumekar mengatakan, Rohandi diduga depresi. Keterangan itu sementara didapat dari hasil pemeriksaan pelaku.

“Iya yang nyerang itu orang yang sedang depresi,” kata AKBP Rachmat. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 16 November 2018 - 11:20 WIB

KPK panggil kepala dinas Pemprov Kalteng

Amerika | 16 November 2018 - 11:11 WIB

AS hukum 17 warga Saudi terkait pembunuhan Khashoggi

Kecantikan | 16 November 2018 - 10:44 WIB

Vanesha Prescilla senang eksperimen makeup

Aktual Sepakbola | 16 November 2018 - 10:35 WIB

Bosnia promosi ke strata tertinggi Nations League

Elshinta.com - Polisi mengamankan seorang penyerang Mapolsek Penjaringan, Jakarta Utara, bernama Rohandi (31), Jumat (9/11) dini hari tadi, pukul 01.35 WIB. 

Rohandi mendadak mendatangi Mapolsek lalu menyerang dengan membabi-buta sambil membawa golok. Saat disapa oleh petugas SPK Brigadir Sihite, Rohandi justru menyerang.

“Pelaku langsung menyerang anggota polisi tersebut dengan menggunakan sebilah golok dan pisau babi yang kemudian anggota polisi tersebut menghindar dan meminta bantuan rekannya yang sedang berjaga di SPK,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, Jumat pagi, seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri. 

Rohandi terus mengejar Brigadir Sihite yang mencari bantuan. Rohandi melempar pisau hingga mengenai AKP Irawan yang sedang piket. 

"Belum selesai sampai disitu saja. Pelaku melempar pisau babi yang dipegang di tangan kirinya dan golok masih dipegang di tangan kanannya sambil menyerang petugas kepolisian dan korban terjatuh terkena sabetan golok pelaku dan mengenai tangannya, menimbulkan luka ringan,” lanjut Argo.

Aipda Dedi Raharjo dan Aipda Giyarto yang melihat aksi Rohandi kemudian mengejar pelaku. Rohandi lalu balik menyerang. Dia juga memecahkan pintu kaca ruangan dengan golok. 

Rohandi kemudian berhasil dilumpuhkan setelah sebelumnya diberikan tembakan peringatan oleh petugas.

“Pelaku memecahkan pintu kaca ruangan dengan golok yang dipegangnya dan menyerang Aipda Dedi dan Aipda Giyarto. Kemudian Aipda Giyarto berusaha meredam pelaku namun pelaku tetap menyerang dan terus meneriakkan takbir. Kemudian Aipda Giyarto memberikan tembakan peringatan namun pelaku tidak mengindahkan, yang kemudian Aipda Giyarto melumpuhkan pelaku dengan menembak pangkal lengan pelaku sehingga golok yang dipegang pelaku terlempar dan pelaku dapat diamankan,” tutur Argo. 

Sementara itu, Kapolsek Penjaringan, AKBP Rachmat Sumekar mengatakan, Rohandi diduga depresi. Keterangan itu sementara didapat dari hasil pemeriksaan pelaku.

“Iya yang nyerang itu orang yang sedang depresi,” kata AKBP Rachmat. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com