Rabu, 14 November 2018 | 19:14 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hankam

TNI dan BSSN kerjasama penguatan keamanan siber dan persandian

Jumat, 09 November 2018 - 11:59 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
 Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kepala BSSN Djoko Setiadi. Foto: Dody Handoko/elshinta.com
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kepala BSSN Djoko Setiadi. Foto: Dody Handoko/elshinta.com

Elshinta.com - Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melakukan kerja sama tentang Penguatan Keamanan Siber dan Persandian di lingkungan TNI yang berlaku dalam kurun waktu selama lima tahun.

Nota Kesepahaman kerja sama tersebut ditanda tangani langsung oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto., S.I.P. dan Kepala BSSN Djoko Setiadi, bertempat di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (8/11/2018).

Nota kesepahaman antara TNI dan BSSN di antaranya meliputi penguatan sumber daya dalam bidang keamanan siber dan persandian, serta peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dalam sambutannya mengatakan bahwa memasuki era revolusi industri 4.0, mau tidak mau TNI harus mengikuti perkembangan yang sedang terjadi dan harus menggunakan alat untuk mendapatkan kecepatan informasi dengan memiliki perangkat siber yang dilengkapi dengan jaringan, konten, dan aplikasi. 

“Siber harus memiliki tiga syarat yaitu jaringan, konten dan aplikasi. Apabila hanya ada satu dari tiga syarat tersebut, maka belum bisa dibilang siber,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Reporter elshinta.com, Dody Handoko, Jumat (9/11).

Sementara itu, Kepala BSSN Djoko Setiadi mengatakan, BSSN sangat mengapresiasi dan mendukung upaya TNI dalam membangun keamanan siber. Menurutnya, dengan pembentukan Satuan Siber TNI (Satsiber TNI) sebagai bagian dari institusi TNI diharapkan mampu untuk menjamin terwujudnya pertahanan siber TNI dalam rangka mendukung tugas pokok TNI.

Djoko menengungkapkan bahwa BSSN sebagai institusi pemerintah yang memiliki tugas dan kewenangan dalam keamanan siber dan persandian siap memberikan dukungan pengamanan teknologi di ruang siber. 

“Kerja sama yang dilakukan antara Badan Siber dan Sandi Negara dengan TNI ini merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi dalam menciptakan keamanan siber,” pungkasnya. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 14 November 2018 - 18:49 WIB

Masuk musim hujan, BPBD Lumajang siaga bencana

Ekonomi | 14 November 2018 - 18:35 WIB

Rupiah terapresiasi seiring tensi perang dagang mereda

Arestasi | 14 November 2018 - 18:25 WIB

Merasa malu, janda buang bayinya yang dianggap cacat

Megapolitan | 14 November 2018 - 18:16 WIB

15 bangunan liar di bantaran Kali Item ditertibkan

Elshinta.com - Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melakukan kerja sama tentang Penguatan Keamanan Siber dan Persandian di lingkungan TNI yang berlaku dalam kurun waktu selama lima tahun.

Nota Kesepahaman kerja sama tersebut ditanda tangani langsung oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto., S.I.P. dan Kepala BSSN Djoko Setiadi, bertempat di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (8/11/2018).

Nota kesepahaman antara TNI dan BSSN di antaranya meliputi penguatan sumber daya dalam bidang keamanan siber dan persandian, serta peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dalam sambutannya mengatakan bahwa memasuki era revolusi industri 4.0, mau tidak mau TNI harus mengikuti perkembangan yang sedang terjadi dan harus menggunakan alat untuk mendapatkan kecepatan informasi dengan memiliki perangkat siber yang dilengkapi dengan jaringan, konten, dan aplikasi. 

“Siber harus memiliki tiga syarat yaitu jaringan, konten dan aplikasi. Apabila hanya ada satu dari tiga syarat tersebut, maka belum bisa dibilang siber,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Reporter elshinta.com, Dody Handoko, Jumat (9/11).

Sementara itu, Kepala BSSN Djoko Setiadi mengatakan, BSSN sangat mengapresiasi dan mendukung upaya TNI dalam membangun keamanan siber. Menurutnya, dengan pembentukan Satuan Siber TNI (Satsiber TNI) sebagai bagian dari institusi TNI diharapkan mampu untuk menjamin terwujudnya pertahanan siber TNI dalam rangka mendukung tugas pokok TNI.

Djoko menengungkapkan bahwa BSSN sebagai institusi pemerintah yang memiliki tugas dan kewenangan dalam keamanan siber dan persandian siap memberikan dukungan pengamanan teknologi di ruang siber. 

“Kerja sama yang dilakukan antara Badan Siber dan Sandi Negara dengan TNI ini merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi dalam menciptakan keamanan siber,” pungkasnya. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com