Kamis, 15 November 2018 | 12:09 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pemilihan Presiden 2019

Kata Erick Thohir soal Yusril jadi pengacara Jokowi

Jumat, 09 November 2018 - 12:19 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Dewi Rusiana
Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma`ruf Amin, Erick Thohir. Foto: Dody Handoko/elshinta.com
Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma`ruf Amin, Erick Thohir. Foto: Dody Handoko/elshinta.com

Elshinta.com - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma`ruf Amin, Erick Thohir mengatakan bahwa tidak ada deal politik dengan Yusril Ihza Mahendra menjadi pengacara Jokowi. Yusril, kata dia, bersedia menjadi pengacara Jokowi atas nama pribadi dan sebagai seorang profesional.

"Sama ketika saudara Rosan Roeslani dan saudara Bahlil Lahadalia bergabung, itu  Ketua Kadin dan Ketua HIPMI masuk, mendukung sebagai individu," ujar Erick Thohir di Hotel JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (8/11/2018) malam, seperti dilaporkan Reporter elshinta.com, Dody Handoko.

Ditambahkannya, ”Dengan keputusan saudara Bahlil gabung, tiba-tiba kemarin para pengusaha nasional di seluruh Indonesia mendukung, itu suatu hal yang positif, saya rasa," kata dia.

Erick Thohir tidak mempermasalahkan Yusril yang masih menjadi pengacara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). "Ibarat saya juga kemarin jadi Ketua Asian Games. Bagaimana kita punya visi menyatukan bangsa. Hari ini kita harus memilih di posisi yang saya yakini juga berbeda. Nah itu juga bagian dari profesional saja," paparnya.

Menurutnya, mereka sudah menghitung risiko yang akan dihadapi ketika mendukung  Jokowi-Ma'ruf. "Dan ini tidak mungkin nama-nama yang sekarang mendukung seperti Yenny Wahid hanya buta mendukung seorang calon pemimpin. Pasti dia berpikir dia calon pemimpin yang terbaik," ungkapnya. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 15 November 2018 - 11:55 WIB

Evan Dimas pastikan tak ada masalah laga di Thailand

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:42 WIB

Presiden: Kerja sama maritim kunci utama kemitraan ASEAN-India

Pemasaran | 15 November 2018 - 11:30 WIB

Beberapa strategi pemasaran startup dengan budget yang terbatas

Bencana Alam | 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:08 WIB

Presiden Korsel sambut baik usulan Indonesia terkait Korut

Ekonomi | 15 November 2018 - 10:59 WIB

Rupiah terapresiasi sentimen positif dalam negeri

Elshinta.com - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma`ruf Amin, Erick Thohir mengatakan bahwa tidak ada deal politik dengan Yusril Ihza Mahendra menjadi pengacara Jokowi. Yusril, kata dia, bersedia menjadi pengacara Jokowi atas nama pribadi dan sebagai seorang profesional.

"Sama ketika saudara Rosan Roeslani dan saudara Bahlil Lahadalia bergabung, itu  Ketua Kadin dan Ketua HIPMI masuk, mendukung sebagai individu," ujar Erick Thohir di Hotel JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (8/11/2018) malam, seperti dilaporkan Reporter elshinta.com, Dody Handoko.

Ditambahkannya, ”Dengan keputusan saudara Bahlil gabung, tiba-tiba kemarin para pengusaha nasional di seluruh Indonesia mendukung, itu suatu hal yang positif, saya rasa," kata dia.

Erick Thohir tidak mempermasalahkan Yusril yang masih menjadi pengacara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). "Ibarat saya juga kemarin jadi Ketua Asian Games. Bagaimana kita punya visi menyatukan bangsa. Hari ini kita harus memilih di posisi yang saya yakini juga berbeda. Nah itu juga bagian dari profesional saja," paparnya.

Menurutnya, mereka sudah menghitung risiko yang akan dihadapi ketika mendukung  Jokowi-Ma'ruf. "Dan ini tidak mungkin nama-nama yang sekarang mendukung seperti Yenny Wahid hanya buta mendukung seorang calon pemimpin. Pasti dia berpikir dia calon pemimpin yang terbaik," ungkapnya. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com