Jumat, 16 November 2018 | 11:25 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pemilihan Presiden 2019

Ketua TKN Jokowi-Ma`ruf setuju pemimpin tegas tapi tidak suka marah

Jumat, 09 November 2018 - 12:38 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Dewi Rusiana
Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma`ruf Amin, Erick Thohir. Foto: Dody Handoko/elshinta.com
Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma`ruf Amin, Erick Thohir. Foto: Dody Handoko/elshinta.com

Elshinta.com - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma`ruf Amin, Erick Thohir menyetujui pernyataan capres Jokowi bahwa pemimpin harus tegas tapi tidak suka marah. 

"Saya rasa memang kalau di sebuah kepemimpinan itu harus tegas. Tetapi juga tegas itu yang membimbing," katanya di hotel JW. Marriot, di kawasan Kuningan,  Jakarta Selatan, Kamis (8/11/2018) malam, seperti dilaporkan Reporter elshinta.com, Dody Handoko.

Menurutnya, jika memimpin sebuah perusahaan, pemimpin yang suka marah-marah tidak bakal menghasilkan pegawai yang produktif. "Ini yang kita harus jaga, kalau memang kepemimpinan Indonesia ke depan tidak hanya tadi kerja keras, kasih lihat bukti nyata dari track recordnya," ucap dia.

Dikatakannya, Jokowi berulang kali mengingatkan pentingnya ketegasan, seperti ketika bertemu pengusaha, Jokowi menyampaikan pentingnya berhijrah dari ekonomi individual menjadi kolaborasi.

"Tentu ketegasan itu menjadi satu pokok yang penting berapa kali pak Jokowi sendiri, atau pak presiden kita mengingatkan pentingnya kita hijrah dalam melakukan banyak hal," tuturnya.

Pemimpin tegas dan tidak marah-marah, menurut Erick Thohir, bisa memberikan solusi seperti rupiah tengah menguat terhadap dolar karena hasil gotong royong bersama. 

"Kita harus yakini bersama ini jadi solusi terbaik kalau kita gotong royong apalagi kalau punya pemimpin yang tegas yang tidak marah-marah tapi justru membimbing mencari jalan keluar," pungkasnya. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 16 November 2018 - 11:20 WIB

KPK panggil kepala dinas Pemprov Kalteng

Amerika | 16 November 2018 - 11:11 WIB

AS hukum 17 warga Saudi terkait pembunuhan Khashoggi

Kecantikan | 16 November 2018 - 10:44 WIB

Vanesha Prescilla senang eksperimen makeup

Aktual Sepakbola | 16 November 2018 - 10:35 WIB

Bosnia promosi ke strata tertinggi Nations League

Elshinta.com - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma`ruf Amin, Erick Thohir menyetujui pernyataan capres Jokowi bahwa pemimpin harus tegas tapi tidak suka marah. 

"Saya rasa memang kalau di sebuah kepemimpinan itu harus tegas. Tetapi juga tegas itu yang membimbing," katanya di hotel JW. Marriot, di kawasan Kuningan,  Jakarta Selatan, Kamis (8/11/2018) malam, seperti dilaporkan Reporter elshinta.com, Dody Handoko.

Menurutnya, jika memimpin sebuah perusahaan, pemimpin yang suka marah-marah tidak bakal menghasilkan pegawai yang produktif. "Ini yang kita harus jaga, kalau memang kepemimpinan Indonesia ke depan tidak hanya tadi kerja keras, kasih lihat bukti nyata dari track recordnya," ucap dia.

Dikatakannya, Jokowi berulang kali mengingatkan pentingnya ketegasan, seperti ketika bertemu pengusaha, Jokowi menyampaikan pentingnya berhijrah dari ekonomi individual menjadi kolaborasi.

"Tentu ketegasan itu menjadi satu pokok yang penting berapa kali pak Jokowi sendiri, atau pak presiden kita mengingatkan pentingnya kita hijrah dalam melakukan banyak hal," tuturnya.

Pemimpin tegas dan tidak marah-marah, menurut Erick Thohir, bisa memberikan solusi seperti rupiah tengah menguat terhadap dolar karena hasil gotong royong bersama. 

"Kita harus yakini bersama ini jadi solusi terbaik kalau kita gotong royong apalagi kalau punya pemimpin yang tegas yang tidak marah-marah tapi justru membimbing mencari jalan keluar," pungkasnya. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com