Sabtu, 17 November 2018 | 10:36 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Arestasi

Polisi: Penyerang Polsek Penjaringan tidak terkait terorisme

Jumat, 09 November 2018 - 12:57 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Polsek Penjaringan. Sumber foto: https://bit.ly/2Qtzv59
Polsek Penjaringan. Sumber foto: https://bit.ly/2Qtzv59

Elshinta.com - Kapolsek Penjaringan, AKBP Rachmat Sumekar mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan sementara terhadap pelaku penyerangan polisi di Polsek Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (9/11) dini hari, tidak terkait dengan terorisme.

Pelaku yang diketahui bernama Rohandi itu, kata Rachmat, tidak terlibat dalam kelompok teroris atau radikalisme apapun. Sehingga, jelas dia, tidak ditemukan adanya aksi radikalisme.

“Tidak ada, dia tidak tergabung dengan kelompok apapun (terorisme),” ungkap Rachmat dalam keterangannya di Jakarta, Jumat siang, seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri. 

Menurut Rachmat, pelaku mengalami depresi lantaran penyakit yang dideritanya selama ini tidak kunjung sembuh. Sehingga, jelas dia, motifnya ingin mengakhiri nyawanya dengan melakukan penyerangan kepada polisi, bukan aksi terorisme.

Baca juga: Antisipasi penyelundupan dan teroris, Kapolda Sumut cek kondisi pulau terluar

“Yang nyerang orang yang sedang depresi karena operasi getah bening tidak sembuh dan tidak bekerja makanya dia mau mati, tapi dengan cara nyerang polisi supaya ditembak,” kata Rachmat.

Penyerangan terjadi sekira pukul 01.35 WIB, Jumat dini hari. Korban sedang melaksanakan tugas piket di SPK. Ketika itu, secara tiba-tiba datang seorang pengendara dengan mengendarai kendaraan roda dua yang merupakan pelaku penyerangan.

Setelah itu, pelaku langsung menyerang anggota polisi tersebut dengan menggunakan sebilah golok dan pisau. Anggota polisi tersebut menghindar dan meminta bantuan rekannya yang sedang berjaga hingga akhirnya pelaku tertangkap. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 10:25 WIB

Pemerintah fokus bangun SPBU BBM satu harga

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 10:12 WIB

Jadi target hoaks, Ridwan Kamil angkat bicara

Kriminalitas | 17 November 2018 - 09:45 WIB

Komplotan penipuan `Hijacking` dibekuk Siber Bareskrim Polri

Kriminalitas | 17 November 2018 - 09:35 WIB

Seorang kakek keji perkosa siswi SMP hingga hamil

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 09:25 WIB

Harimau yang terjebak di pasar Riau terluka akibat terjerat

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 09:15 WIB

Taspen berikan perlindungan lengkap bagi ASN

Elshinta.com - Kapolsek Penjaringan, AKBP Rachmat Sumekar mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan sementara terhadap pelaku penyerangan polisi di Polsek Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (9/11) dini hari, tidak terkait dengan terorisme.

Pelaku yang diketahui bernama Rohandi itu, kata Rachmat, tidak terlibat dalam kelompok teroris atau radikalisme apapun. Sehingga, jelas dia, tidak ditemukan adanya aksi radikalisme.

“Tidak ada, dia tidak tergabung dengan kelompok apapun (terorisme),” ungkap Rachmat dalam keterangannya di Jakarta, Jumat siang, seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri. 

Menurut Rachmat, pelaku mengalami depresi lantaran penyakit yang dideritanya selama ini tidak kunjung sembuh. Sehingga, jelas dia, motifnya ingin mengakhiri nyawanya dengan melakukan penyerangan kepada polisi, bukan aksi terorisme.

Baca juga: Antisipasi penyelundupan dan teroris, Kapolda Sumut cek kondisi pulau terluar

“Yang nyerang orang yang sedang depresi karena operasi getah bening tidak sembuh dan tidak bekerja makanya dia mau mati, tapi dengan cara nyerang polisi supaya ditembak,” kata Rachmat.

Penyerangan terjadi sekira pukul 01.35 WIB, Jumat dini hari. Korban sedang melaksanakan tugas piket di SPK. Ketika itu, secara tiba-tiba datang seorang pengendara dengan mengendarai kendaraan roda dua yang merupakan pelaku penyerangan.

Setelah itu, pelaku langsung menyerang anggota polisi tersebut dengan menggunakan sebilah golok dan pisau. Anggota polisi tersebut menghindar dan meminta bantuan rekannya yang sedang berjaga hingga akhirnya pelaku tertangkap. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com