Kamis, 15 November 2018 | 12:11 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hankam

BIN tidak terlibat penangkapan Habib Rizieq Shihab di Arab Saudi

Jumat, 09 November 2018 - 14:36 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Juru Bicara Kepala BIN, Wawan Hari Purwanto. Foto: Redaksi/Elshinta.
Juru Bicara Kepala BIN, Wawan Hari Purwanto. Foto: Redaksi/Elshinta.

Elshinta.com - Badan Intelijen Negara (BIN) tidak terlibat  penangkapan Habib Rizieq Shihab (HRS) di Saudi sebagaimana dilansir oleh Tweeter HRS. Tuduhan BIN mengganggu HRS tidak benar. Apalagi menuduh bahwa anggota BIN mengontrak rumah di dekat kontrakan HRS, memasang bendera maupun mengambil CCTV. Semua hanya pandangan sepihak.

Demikian dikatakan Juru Bicara Kepala BIN, Wawan Hari Purwanto dalam rilisnya yang diterima redaksi elshinta.com, Jumat (9/11).

“Tuduhan pemasangan bendera Tauhid di tembok juga tidak ada bukti bahwa yang memasang adalah BIN, apalagi memfoto kemudian lapor ke Polisi Saudi,” kata Wawan.

Menurut Wawan, BIN justru menghendaki agar masalah cepat selesai dan tuntas, sehingga tidak berkepanjangan dan berakibat pada berkembangnya masalah baru, apalagi di luar negeri, dimana sistem hukum dan pemerintahannya berbeda.

Wawan menegaskan, BIN bertugas melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia termasuk HRS. Oleh karenanya, ujar Wawan, tidak benar jika ada anggapan bahwa HRS adalah musuh. “Semua adalah anak bangsa yang masing-masing memiliki pemikiran yang demokratis yang wajib dilindungi. Jika ada sesuatu yang kurang pas wajib diingatkan,” tambahnya.

Dikatakan Wawan, BIN tidak pernah mempermasalahkan aliansi politik HRS. “Itu hak seseorang dan sah-sah saja,” katanya seraya menegaskan bahwa BIN tidak memiliki dendam politik pada HRS.

“BIN selalu siap membantu HRS, sebagaimana Kedubes RI juga siap membantu jika HRS dalam kesulitan,  termasuk  memberikan jaminan atas pelepasan HRS. Jadi tuduhan bahwa BIN merekayasa penangkapan HRS oleh Polisi Saudi adalah hoax,” tandas Wawan. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 15 November 2018 - 11:55 WIB

Evan Dimas pastikan tak ada masalah laga di Thailand

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:42 WIB

Presiden: Kerja sama maritim kunci utama kemitraan ASEAN-India

Pemasaran | 15 November 2018 - 11:30 WIB

Beberapa strategi pemasaran startup dengan budget yang terbatas

Bencana Alam | 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:08 WIB

Presiden Korsel sambut baik usulan Indonesia terkait Korut

Ekonomi | 15 November 2018 - 10:59 WIB

Rupiah terapresiasi sentimen positif dalam negeri

Elshinta.com - Badan Intelijen Negara (BIN) tidak terlibat  penangkapan Habib Rizieq Shihab (HRS) di Saudi sebagaimana dilansir oleh Tweeter HRS. Tuduhan BIN mengganggu HRS tidak benar. Apalagi menuduh bahwa anggota BIN mengontrak rumah di dekat kontrakan HRS, memasang bendera maupun mengambil CCTV. Semua hanya pandangan sepihak.

Demikian dikatakan Juru Bicara Kepala BIN, Wawan Hari Purwanto dalam rilisnya yang diterima redaksi elshinta.com, Jumat (9/11).

“Tuduhan pemasangan bendera Tauhid di tembok juga tidak ada bukti bahwa yang memasang adalah BIN, apalagi memfoto kemudian lapor ke Polisi Saudi,” kata Wawan.

Menurut Wawan, BIN justru menghendaki agar masalah cepat selesai dan tuntas, sehingga tidak berkepanjangan dan berakibat pada berkembangnya masalah baru, apalagi di luar negeri, dimana sistem hukum dan pemerintahannya berbeda.

Wawan menegaskan, BIN bertugas melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia termasuk HRS. Oleh karenanya, ujar Wawan, tidak benar jika ada anggapan bahwa HRS adalah musuh. “Semua adalah anak bangsa yang masing-masing memiliki pemikiran yang demokratis yang wajib dilindungi. Jika ada sesuatu yang kurang pas wajib diingatkan,” tambahnya.

Dikatakan Wawan, BIN tidak pernah mempermasalahkan aliansi politik HRS. “Itu hak seseorang dan sah-sah saja,” katanya seraya menegaskan bahwa BIN tidak memiliki dendam politik pada HRS.

“BIN selalu siap membantu HRS, sebagaimana Kedubes RI juga siap membantu jika HRS dalam kesulitan,  termasuk  memberikan jaminan atas pelepasan HRS. Jadi tuduhan bahwa BIN merekayasa penangkapan HRS oleh Polisi Saudi adalah hoax,” tandas Wawan. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 15 November 2018 - 10:59 WIB

Rupiah terapresiasi sentimen positif dalam negeri

Kamis, 15 November 2018 - 10:48 WIB

IHSG menguat seiring terjaganya fluktuasi rupiah

Kamis, 15 November 2018 - 09:35 WIB

JPU: Reza Bukan permasalahkan penangkapannya

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com