Rabu, 14 November 2018 | 19:15 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Menkes tunggu hasil lab terkait penyebaran virus JE di Bali

Jumat, 09 November 2018 - 14:56 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek. Sumber foto: https://bit.ly/2zC00hF
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek. Sumber foto: https://bit.ly/2zC00hF

Elshinta.com - Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium kesehatan terkait penyebaran virus Japanese Encephalitis (JE) di Pulau Bali.

"Masih ditelaah. Kami minta ke balai besar lab kesehatan benar apa tidak ada (kasusnya)," katanya di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat (9/11), seperti dikutip Antara.

Ia mengatakan bahwa pemerintah sudah melakukan imunisasi di Bali untuk mencegah penyebaran virus JE. "Imunisasi JE khusus di Bali sudah kami lakukan," ungkap Nila.

Baca juga: Menkes: Mobilisasi manusia hingga perubahan iklim penyebab penyakit baru

Dia memaparkan, berdasarkan laporan yang masuk ke Kementerian Kesehatan juga menunjukkan bahwa tidak ada kasus penularan virus JE di Sulawesi Utara.

Sementara, Pemerintah Australia menyampaikan peringatan perjalanan bagi warganya yang berencana melancong ke Indonesia, terutama ke Bali, dengan mengutip kasus penyebaran virus JE sebagai alasan.

Untuk informasi, virus JE menular ke manusia melalui giginya nyamuk spesies Culex yang sudah terinfeksi, utamanya Culex tritaeniorhynchus. Kebanyakan infeksi JE umumnya ditandai dengan demam dan sakit kepala ringan atau tanpa gejala sama sekali, namun hampir satu dalam 250 infeksi menyebabkan sakit klinis parah seperti demam tinggi, leher kaku, disorientasi, koma, kejang, kelumpuhan dan bahkan kematian.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 14 November 2018 - 18:49 WIB

Masuk musim hujan, BPBD Lumajang siaga bencana

Ekonomi | 14 November 2018 - 18:35 WIB

Rupiah terapresiasi seiring tensi perang dagang mereda

Arestasi | 14 November 2018 - 18:25 WIB

Merasa malu, janda buang bayinya yang dianggap cacat

Megapolitan | 14 November 2018 - 18:16 WIB

15 bangunan liar di bantaran Kali Item ditertibkan

Elshinta.com - Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium kesehatan terkait penyebaran virus Japanese Encephalitis (JE) di Pulau Bali.

"Masih ditelaah. Kami minta ke balai besar lab kesehatan benar apa tidak ada (kasusnya)," katanya di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat (9/11), seperti dikutip Antara.

Ia mengatakan bahwa pemerintah sudah melakukan imunisasi di Bali untuk mencegah penyebaran virus JE. "Imunisasi JE khusus di Bali sudah kami lakukan," ungkap Nila.

Baca juga: Menkes: Mobilisasi manusia hingga perubahan iklim penyebab penyakit baru

Dia memaparkan, berdasarkan laporan yang masuk ke Kementerian Kesehatan juga menunjukkan bahwa tidak ada kasus penularan virus JE di Sulawesi Utara.

Sementara, Pemerintah Australia menyampaikan peringatan perjalanan bagi warganya yang berencana melancong ke Indonesia, terutama ke Bali, dengan mengutip kasus penyebaran virus JE sebagai alasan.

Untuk informasi, virus JE menular ke manusia melalui giginya nyamuk spesies Culex yang sudah terinfeksi, utamanya Culex tritaeniorhynchus. Kebanyakan infeksi JE umumnya ditandai dengan demam dan sakit kepala ringan atau tanpa gejala sama sekali, namun hampir satu dalam 250 infeksi menyebabkan sakit klinis parah seperti demam tinggi, leher kaku, disorientasi, koma, kejang, kelumpuhan dan bahkan kematian.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com