Kamis, 15 November 2018 | 12:08 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hukum

KPK minta Imigrasi tunda pemeriksaan internal terkait kasus Petinggi Grup Lippo

Jumat, 09 November 2018 - 15:45 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Sigit Kurniawan
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Foto: Dody Handoko/elshinta
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Foto: Dody Handoko/elshinta

Elshinta.com - Juru Bicara  KPK, Febri Diansyah meminta  Imigrasi menunda pemeriksaan internal terhadap petugasnya bernama Andi Sofyar di Bandara Soekarno-Hatta.  Andi  diduga membantu pelarian petinggi Grup Lippo  Eddy Sindoro setelah  dideportasi dari Malaysia karena menggunakan paspor palsu dan kembali terbang ke Bangkok tanpa melalui Imigrasi.

"Terkait dengan rencana pemeriksaan internal di Imigrasi, kami minta agar pemeriksaan saksi-saksi dilakukan setelah para saksi tersebut memberikan keterangan di pengadilan,"  katanya dalam keterangannya, Jumat (9/11) seperti dilaporkan Reporter Dody Handoko.

Dikatakannya, semua pihak perlu sama-sama menjaga agar proses hukum yang sedang berjalan di Pengadilan Tipikor Jakarta tidak terganggu.

KPK menyebutkan  ada seorang petugas Imigrasi Bandara Soekarno Hatta bernama Andi Sofyar yang ikut membantu Eddy Sindoro kabur. Andi   telah diperiksa penyidik KPK di kasus dugaan merintangi penyidikan Eddy Sindoro dengan tersangka pengacara Lucas. Ia juga mengembalikan uang yang pernah diterimanya Rp 30 juta  ke KPK.

Bebrapa petugas bandara lain yang ikut membantu pelarian Eddy adalah M. Ridwan , Staff Customer Service Gapura yang diminta mencetakboarding pass atas nama Eddy Sindoro, Chua Chwee Chye alias Lie, dan anak  Eddy yakni Michael Sindoro.

Lalu Yulia Shintawati yang menjemput Eddy , Lie, dan Michael di depan pesawat memakai mobil AirAsia dan langsung menuju Gate U8 Terminal 3 tanpa melalui pemeriksaan imigrasi.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 15 November 2018 - 11:55 WIB

Evan Dimas pastikan tak ada masalah laga di Thailand

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:42 WIB

Presiden: Kerja sama maritim kunci utama kemitraan ASEAN-India

Pemasaran | 15 November 2018 - 11:30 WIB

Beberapa strategi pemasaran startup dengan budget yang terbatas

Bencana Alam | 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:08 WIB

Presiden Korsel sambut baik usulan Indonesia terkait Korut

Ekonomi | 15 November 2018 - 10:59 WIB

Rupiah terapresiasi sentimen positif dalam negeri

Elshinta.com - Juru Bicara  KPK, Febri Diansyah meminta  Imigrasi menunda pemeriksaan internal terhadap petugasnya bernama Andi Sofyar di Bandara Soekarno-Hatta.  Andi  diduga membantu pelarian petinggi Grup Lippo  Eddy Sindoro setelah  dideportasi dari Malaysia karena menggunakan paspor palsu dan kembali terbang ke Bangkok tanpa melalui Imigrasi.

"Terkait dengan rencana pemeriksaan internal di Imigrasi, kami minta agar pemeriksaan saksi-saksi dilakukan setelah para saksi tersebut memberikan keterangan di pengadilan,"  katanya dalam keterangannya, Jumat (9/11) seperti dilaporkan Reporter Dody Handoko.

Dikatakannya, semua pihak perlu sama-sama menjaga agar proses hukum yang sedang berjalan di Pengadilan Tipikor Jakarta tidak terganggu.

KPK menyebutkan  ada seorang petugas Imigrasi Bandara Soekarno Hatta bernama Andi Sofyar yang ikut membantu Eddy Sindoro kabur. Andi   telah diperiksa penyidik KPK di kasus dugaan merintangi penyidikan Eddy Sindoro dengan tersangka pengacara Lucas. Ia juga mengembalikan uang yang pernah diterimanya Rp 30 juta  ke KPK.

Bebrapa petugas bandara lain yang ikut membantu pelarian Eddy adalah M. Ridwan , Staff Customer Service Gapura yang diminta mencetakboarding pass atas nama Eddy Sindoro, Chua Chwee Chye alias Lie, dan anak  Eddy yakni Michael Sindoro.

Lalu Yulia Shintawati yang menjemput Eddy , Lie, dan Michael di depan pesawat memakai mobil AirAsia dan langsung menuju Gate U8 Terminal 3 tanpa melalui pemeriksaan imigrasi.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 15 November 2018 - 10:59 WIB

Rupiah terapresiasi sentimen positif dalam negeri

Kamis, 15 November 2018 - 10:48 WIB

IHSG menguat seiring terjaganya fluktuasi rupiah

Kamis, 15 November 2018 - 09:35 WIB

JPU: Reza Bukan permasalahkan penangkapannya

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com