Kamis, 15 November 2018 | 12:12 WIB

Daftar | Login

MacroAd

UKM / Manajemen

3 risiko bisnis peternakan ayam broiler

Jumat, 09 November 2018 - 16:41 WIB    |    Penulis : Syahid    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2D7deX3
Sumber foto: https://bit.ly/2D7deX3

Elshinta.com - Bisnis ternak ayam broiler merupakan bisnis yang memiliki prospek sangat bagus. Bisnis ini terus tumbuh mengingat permintaannya yang sangat tinggi. Lihat saja, pertumbuhan franchise ayam krispi yang semakin menjamur dengan beragam merek yang berbeda. 

Namun, disamping peluangnya yang besar, bisnis ayam broiler juga memiliki sejumlah risiko. Risiko tersebut bisa jadi berdampak serius sehingga membuat usaha menjadi bangkrut. Oleh karena itu, pemahaman terhadap risiko pada bisnis ini penting diketahui untuk meminimalisasi kerugian. 

Berikut risiko bisnis peternakan ayam broiler yang sangat mungkin terjadi.

Kualitas ternak ayam

Ayam broiler membutuhkan perawatan yang cukup ekstra untuk menghindari penyakit yang disebabkan karena berbagai faktor seperti kondisi cuaca. Teknik pemberian makan ayam baik dari kuantitas maupun kualitas pakannya sangat berpengaruh pada kualitas ternak ayam nantinya. 

Penyakit Gumboro merupakan salah satu jenis penyakit berbahaya yang bisa menimpa ayam broiler. Penyakit ini menyerang sistim kekebalan tubuh ayam, terutama bagian fibrikus dan thymus. Bila kualitas ternak ayam kurang bagus, tentu hasilnya pun menjadi murah di pasaran.

Harga yang fluktuatif

Harga ayam di pasaran bisa sangat fluktuatif disebabkan karena meningkatnya atau menurunya daya beli masyarakat, maupun faktor-faktor lain. Beberapa kasus diketahui harga ayam jatuh karena peternak yang gagal panen ayam, dalam arti kualitas ayam yang dibesarkan ternyata tidak bagus namun tetap dilempar ke pasaran. Hal ini membuat harga ayam menjadi jatuh dan mempengaruhi peternak yang lainnya. 

Aspek lingkungan

Bisnis peternakan ayam memberikan konsekuensi seperti bau yang tidak sedap, membuat berisik dan semacamnya. Hal ini mungkin saja menggangu sebagian masyarakat sehingga menimbulkan penolakan dari mereka. 

Pada peternak dengan skala yang sudah besar, mereka biasanya membangun peternakan jauh dari lingkungan warga. Ini memberikan permasalahan lain seperti aspek keamanan dari kandang itu sendiri. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 15 November 2018 - 12:12 WIB

KPK panggil mantan Wapres Boediono

Timnas Indonesia | 15 November 2018 - 11:55 WIB

Evan Dimas pastikan tak ada masalah laga di Thailand

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:42 WIB

Presiden: Kerja sama maritim kunci utama kemitraan ASEAN-India

Pemasaran | 15 November 2018 - 11:30 WIB

Beberapa strategi pemasaran startup dengan budget yang terbatas

Bencana Alam | 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:08 WIB

Presiden Korsel sambut baik usulan Indonesia terkait Korut

Elshinta.com - Bisnis ternak ayam broiler merupakan bisnis yang memiliki prospek sangat bagus. Bisnis ini terus tumbuh mengingat permintaannya yang sangat tinggi. Lihat saja, pertumbuhan franchise ayam krispi yang semakin menjamur dengan beragam merek yang berbeda. 

Namun, disamping peluangnya yang besar, bisnis ayam broiler juga memiliki sejumlah risiko. Risiko tersebut bisa jadi berdampak serius sehingga membuat usaha menjadi bangkrut. Oleh karena itu, pemahaman terhadap risiko pada bisnis ini penting diketahui untuk meminimalisasi kerugian. 

Berikut risiko bisnis peternakan ayam broiler yang sangat mungkin terjadi.

Kualitas ternak ayam

Ayam broiler membutuhkan perawatan yang cukup ekstra untuk menghindari penyakit yang disebabkan karena berbagai faktor seperti kondisi cuaca. Teknik pemberian makan ayam baik dari kuantitas maupun kualitas pakannya sangat berpengaruh pada kualitas ternak ayam nantinya. 

Penyakit Gumboro merupakan salah satu jenis penyakit berbahaya yang bisa menimpa ayam broiler. Penyakit ini menyerang sistim kekebalan tubuh ayam, terutama bagian fibrikus dan thymus. Bila kualitas ternak ayam kurang bagus, tentu hasilnya pun menjadi murah di pasaran.

Harga yang fluktuatif

Harga ayam di pasaran bisa sangat fluktuatif disebabkan karena meningkatnya atau menurunya daya beli masyarakat, maupun faktor-faktor lain. Beberapa kasus diketahui harga ayam jatuh karena peternak yang gagal panen ayam, dalam arti kualitas ayam yang dibesarkan ternyata tidak bagus namun tetap dilempar ke pasaran. Hal ini membuat harga ayam menjadi jatuh dan mempengaruhi peternak yang lainnya. 

Aspek lingkungan

Bisnis peternakan ayam memberikan konsekuensi seperti bau yang tidak sedap, membuat berisik dan semacamnya. Hal ini mungkin saja menggangu sebagian masyarakat sehingga menimbulkan penolakan dari mereka. 

Pada peternak dengan skala yang sudah besar, mereka biasanya membangun peternakan jauh dari lingkungan warga. Ini memberikan permasalahan lain seperti aspek keamanan dari kandang itu sendiri. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com