Jumat, 16 November 2018 | 17:41 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

KPK kembali sita tanah TPPU Zainudin Hasan

Jumat, 09 November 2018 - 17:38 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Tanah milik Zainudin Hasan terpampang plang disita oleh KPK, Kamis, (18/10). Sumber Foto: https://bit.ly/2DtGMix
Tanah milik Zainudin Hasan terpampang plang disita oleh KPK, Kamis, (18/10). Sumber Foto: https://bit.ly/2DtGMix

Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyita tanah dalam penyidikan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tersangka Bupati Lampung Selatan nonaktif Zainudin Hasan (ZH). 

"Minggu ini, KPK lakukan penyitaan tanah yang di atasnya berdiri perusahaan aspal Mix Plant PT Krakatau Karya Indonesia (KKI) yang berada di Desa Campang Tiga, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jumat (9/11).

Adapun, kata Febri, estimasi nilai dari tanah tersebut sekitar Rp6 miliar. "Ini menambah deretan aset yang diduga milik ZH dalam kasus TPPU," ucap Febri, seperti dikutip dari Antara.

Dalam penyidikan kasus itu, KPK terus mendalami tentang informasi perolehan dan sumber uang dari aset-aset yang diduga milik tersangka Zainudin. 

Sebelumnya, KPK juga telah menyita 16 bidang tanah di Lampung Selatan dalam kasus TPPU Zainudin tersebut. Kepemilikan tanah-tanah tersebut, ada yang atas nama anak dari Zainudin Hasan dan pihak lainnya.

Selain itu, juga diidentifikasi ada dugaan aliran dana untuk pembiayaan ruangan hotel untuk tiga kegiatan partai di Lampung Selatan. "Sejauh ini nilai yang teridentifikasi lebih sekitar Rp100 juta. Kami akan terus melakukan penelusuran aset untuk kasus TPPU ini, jadi jika ada informasi dari masyarakat terkait kepemilikan aset ZH silahkan menyampaikan pada KPK," ungkap Febri.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 16 November 2018 - 17:38 WIB

Facebook segera bentuk badan independen konten

Megapolitan | 16 November 2018 - 17:25 WIB

Kapolda: Tujuh ribu personel gabungan siaga banjir di Jakarta

Hukum | 16 November 2018 - 17:13 WIB

Polda Jabar sita Rp1,9 miliar korupsi dana hibah

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:57 WIB

Idrus Marham pamer buku sebelum diperiksa sebagai tersangka

Ekonomi | 16 November 2018 - 16:47 WIB

Kemenkeu segera laksanakan Paket Kebijakan Ekonomi XVI

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:37 WIB

Presiden ajak masyarakat Merauke jaga persatuan

Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyita tanah dalam penyidikan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tersangka Bupati Lampung Selatan nonaktif Zainudin Hasan (ZH). 

"Minggu ini, KPK lakukan penyitaan tanah yang di atasnya berdiri perusahaan aspal Mix Plant PT Krakatau Karya Indonesia (KKI) yang berada di Desa Campang Tiga, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jumat (9/11).

Adapun, kata Febri, estimasi nilai dari tanah tersebut sekitar Rp6 miliar. "Ini menambah deretan aset yang diduga milik ZH dalam kasus TPPU," ucap Febri, seperti dikutip dari Antara.

Dalam penyidikan kasus itu, KPK terus mendalami tentang informasi perolehan dan sumber uang dari aset-aset yang diduga milik tersangka Zainudin. 

Sebelumnya, KPK juga telah menyita 16 bidang tanah di Lampung Selatan dalam kasus TPPU Zainudin tersebut. Kepemilikan tanah-tanah tersebut, ada yang atas nama anak dari Zainudin Hasan dan pihak lainnya.

Selain itu, juga diidentifikasi ada dugaan aliran dana untuk pembiayaan ruangan hotel untuk tiga kegiatan partai di Lampung Selatan. "Sejauh ini nilai yang teridentifikasi lebih sekitar Rp100 juta. Kami akan terus melakukan penelusuran aset untuk kasus TPPU ini, jadi jika ada informasi dari masyarakat terkait kepemilikan aset ZH silahkan menyampaikan pada KPK," ungkap Febri.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com