Sabtu, 17 November 2018 | 10:35 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Megapolitan

Cegah antrean mengular, UPK Monas keluarkan Kartu Kontrol antrean

Jumat, 09 November 2018 - 18:51 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Antrean pengunjung  di Monas. Sumber Foto: https://bit.ly/2JRck1Y
Antrean pengunjung di Monas. Sumber Foto: https://bit.ly/2JRck1Y

Elshinta.com - Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas mengeluarkan kartu kontrol antrean untuk mencegah antrean yang mengular ke puncak Monas.

"Kartu kontrol antrean ini baru berjalan satu bulan, atas inspeksi mendadak (sidak) Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Agustus 2018," ungkap Staf Pelayanan UPK Monas Nursamin yang ditemui di kantor pengelola UPK Monas, Jakarta, Jumat (9/11).

Nursamin mengatakan dalam sidak tersebut, Gubernur DKI Jakarta mengimbau agar antrean pengunjung yang menuju ke puncak Monas lebih terkontrol dan tidak mengantre panjang, apalagi kapasitas muatan lift terbatas. "Selama ini tidak terkontrol mana pengunjung yang datang lebih dulu, ada pengunjung yang baru datang tapi dia sudah naik lift, ada yang sudah mengantre lama tapi belum juga naik lift," jelas Nursamin, seperti dikutip Antara.

"Sekarang pengunjung yang mengantre lift menuju puncak Monas jauh lebih terkontrol, antrean pun tidak mengular seperti dulu, pengunjung dapat mengestimasi kapan mereka akan naik lift ke puncak Monas,” cetus Rahmani Ain petugas tiket UPK Monas.

Rahmani menjelaskan kartu kontrol antrean ke puncak Monas dibedakan berdasarkan warnanya.

Untuk pukul 08.00-09.00 WIB diberi kartu warna merah, pukul 09.00-10.00 WIB jingga, pukul 10.00-11.00 WIB kuning, pukul 11.00-12.00 WIB hijau, pukul 12.00-13.00 WIB biru, pukul 13.00-14.00 WIB merah muda, pukul 14.00-15.00 WIB ungu, pukul 14.00-15.00 WIB warna coklat, pukul 15.00-16.00 WIB kartu warna putih.

"Apabila pengunjung yang mengantre lift menuju puncak Monas dipanggil tidak ada, maka mereka harus menunggu pada antrean jam selanjutnya," tutup Rahmani.

Dwi Wahyuni pengunjung Monas yang datang dari Tambun, Bekasi mengatakan kartu kontrol antrean ini membuat pengunjung lebih nyaman, jauh lebih efektif juga. "Sekarang kita bisa menunggu sambil duduk dekat lift, dan dapat mengestimasi juga kapan kita naik lift menuju ke puncak Monas," tambah Dwi.

Namun Dwi berharap Sumber Daya Manusia (SDM) di UPK Monas ini dapat ditambah karena sedikitnya petugas yang mengarahkan pengunjung, “Bingung sih mau naik atau turun itu arahnya kemana, habis petugasnya sedikit,” ujar Dwi.

Ikonik Ibu Kota itu bisa didatangi pengunjung hingga 20.000 orang perhari saat hari kerja dan 40.000 orang pada akhir pekan. Tahun lalu ada total 1,7 juta pengunjung yang masuk ke Tugu Monas. Sementara tahun ini sampai 31 Oktober 2018 sudah 1,5 juta, estimasi naik menjadi 1,8 juta diakhir tahun.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 10:25 WIB

Pemerintah fokus bangun SPBU BBM satu harga

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 10:12 WIB

Jadi target hoaks, Ridwan Kamil angkat bicara

Kriminalitas | 17 November 2018 - 09:45 WIB

Komplotan penipuan `Hijacking` dibekuk Siber Bareskrim Polri

Kriminalitas | 17 November 2018 - 09:35 WIB

Seorang kakek keji perkosa siswi SMP hingga hamil

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 09:25 WIB

Harimau yang terjebak di pasar Riau terluka akibat terjerat

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 09:15 WIB

Taspen berikan perlindungan lengkap bagi ASN

Elshinta.com - Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas mengeluarkan kartu kontrol antrean untuk mencegah antrean yang mengular ke puncak Monas.

"Kartu kontrol antrean ini baru berjalan satu bulan, atas inspeksi mendadak (sidak) Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Agustus 2018," ungkap Staf Pelayanan UPK Monas Nursamin yang ditemui di kantor pengelola UPK Monas, Jakarta, Jumat (9/11).

Nursamin mengatakan dalam sidak tersebut, Gubernur DKI Jakarta mengimbau agar antrean pengunjung yang menuju ke puncak Monas lebih terkontrol dan tidak mengantre panjang, apalagi kapasitas muatan lift terbatas. "Selama ini tidak terkontrol mana pengunjung yang datang lebih dulu, ada pengunjung yang baru datang tapi dia sudah naik lift, ada yang sudah mengantre lama tapi belum juga naik lift," jelas Nursamin, seperti dikutip Antara.

"Sekarang pengunjung yang mengantre lift menuju puncak Monas jauh lebih terkontrol, antrean pun tidak mengular seperti dulu, pengunjung dapat mengestimasi kapan mereka akan naik lift ke puncak Monas,” cetus Rahmani Ain petugas tiket UPK Monas.

Rahmani menjelaskan kartu kontrol antrean ke puncak Monas dibedakan berdasarkan warnanya.

Untuk pukul 08.00-09.00 WIB diberi kartu warna merah, pukul 09.00-10.00 WIB jingga, pukul 10.00-11.00 WIB kuning, pukul 11.00-12.00 WIB hijau, pukul 12.00-13.00 WIB biru, pukul 13.00-14.00 WIB merah muda, pukul 14.00-15.00 WIB ungu, pukul 14.00-15.00 WIB warna coklat, pukul 15.00-16.00 WIB kartu warna putih.

"Apabila pengunjung yang mengantre lift menuju puncak Monas dipanggil tidak ada, maka mereka harus menunggu pada antrean jam selanjutnya," tutup Rahmani.

Dwi Wahyuni pengunjung Monas yang datang dari Tambun, Bekasi mengatakan kartu kontrol antrean ini membuat pengunjung lebih nyaman, jauh lebih efektif juga. "Sekarang kita bisa menunggu sambil duduk dekat lift, dan dapat mengestimasi juga kapan kita naik lift menuju ke puncak Monas," tambah Dwi.

Namun Dwi berharap Sumber Daya Manusia (SDM) di UPK Monas ini dapat ditambah karena sedikitnya petugas yang mengarahkan pengunjung, “Bingung sih mau naik atau turun itu arahnya kemana, habis petugasnya sedikit,” ujar Dwi.

Ikonik Ibu Kota itu bisa didatangi pengunjung hingga 20.000 orang perhari saat hari kerja dan 40.000 orang pada akhir pekan. Tahun lalu ada total 1,7 juta pengunjung yang masuk ke Tugu Monas. Sementara tahun ini sampai 31 Oktober 2018 sudah 1,5 juta, estimasi naik menjadi 1,8 juta diakhir tahun.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Sabtu, 17 November 2018 - 10:25 WIB

Pemerintah fokus bangun SPBU BBM satu harga

Sabtu, 17 November 2018 - 10:12 WIB

Jadi target hoaks, Ridwan Kamil angkat bicara

Sabtu, 17 November 2018 - 09:15 WIB

Taspen berikan perlindungan lengkap bagi ASN

Sabtu, 17 November 2018 - 08:39 WIB

Presiden menuju Papua Nugini untuk hadiri KTT APEC

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com