Jumat, 16 November 2018 | 11:22 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Megapolitan

Semakin diminati, Monas kekurangan pemandu wisata

Jumat, 09 November 2018 - 19:12 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Obyek wisata Monumen Nasional (Monas). Sumber Foto: https://bit.ly/2PjfzoR
Obyek wisata Monumen Nasional (Monas). Sumber Foto: https://bit.ly/2PjfzoR

Elshinta.com - Obyek wisata Monumen Nasional (Monas), yang semakin ramai pengunjung, ternyata masih kekurangan tenaga pemandu wisata.

"Untuk tour guide kita hanya punya 11 orang, terdiri dari 2 orang PNS dan 9 Orang honorer, sangat kurang sekali," kata Kepala Seksi Pelayanan UPK Monumen Nasional Endrati yang akrab dipanggil Ratih, di Jakarta, Jumat (9/11).

Ratih menjelaskan setiap tahun pengunjung monas mengalami peningkatan, khusus tahun ini naiknya signifikan berkat pesta olahraga Asian Games yang diramaikan di Monas dengan pertunjukan video mapping.

Menurut dia, tahun lalu ada total 1,7 juta pengunjung yang masuk ke Tugu Monas. Sementara tahun ini sampai 31 Oktober 2018 saja sudah 1,5 juta estimasi naik menjadi 1,8 juta diakhir tahun.

Salah satu pengunjung Monas, Radi Perwiratama mengeluhkan kurangnya pemandu wisata di Monas, membuatnya kebingungan saat berada di sana. "Tadi saya nyari tour guide susah banget, keder jadinya mau tanya ke siapa” kata Radi.

Padahal ikonik Ibu Kota itu bisa didatangi pengunjung hingga 20.000 orang perhari.

Nursalim, pemandu wisata Tugu Monas mengungkapkan kebanyakan pengunjung berasal dari anak-anak sekolah, selebihnya masyarakat umum dari Jakarta bahkan luar kota. “Rata-rata jumlahnya bisa tembus 20 ribu pengunjung. Kalau akhir pekan bisa mencapai 40.000 orang ,” kata Nursalim, ditemui di kawasan Monas, Jumat.

Nursalim mengatakan, pengunjung yang datang biasanya melihat lihat relief yang ada di Tugu Monas yang menampilkan sejarah Nusantara. “Relief timbul yang dibuat berjajar menceritakan sejarah Indonesia secara kronologis,” tuturnya.

Sebagai pemandu, ia juga pernah mendampingi beberapa tokoh terkenal, seperti Guruh Soekarno Putra, Dewi Soekarno Putri serta tamu dari negara tetangga. “Bagi saya sih itu pengalaman yang sangat menarik dan membanggakan bagi saya,” ucap Nursamin, yang sudah bekerja sebagai pemandu Monas selama 36 tahun itu.

Dia berharap pemerintah Provinsi DKI  akan menambah jumlah personel yang ada di kawasan Monas, sehingga bisa mengatur para pengunjung dalam memberikan informasi.

Salah satu pengunjung, Sherly Marlinton, mengaku puas dengan pelayanan dari pemandu wisata di Monas. “Saya sangat puas setelah berkeliling dan melihat kota Jakarta dari atas, cuma petugas nya masih kurang nih,” kata Sherly pengunjung yang berasal dari Tambun Bekasi.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 16 November 2018 - 11:20 WIB

KPK panggil kepala dinas Pemprov Kalteng

Amerika | 16 November 2018 - 11:11 WIB

AS hukum 17 warga Saudi terkait pembunuhan Khashoggi

Kecantikan | 16 November 2018 - 10:44 WIB

Vanesha Prescilla senang eksperimen makeup

Aktual Sepakbola | 16 November 2018 - 10:35 WIB

Bosnia promosi ke strata tertinggi Nations League

Elshinta.com - Obyek wisata Monumen Nasional (Monas), yang semakin ramai pengunjung, ternyata masih kekurangan tenaga pemandu wisata.

"Untuk tour guide kita hanya punya 11 orang, terdiri dari 2 orang PNS dan 9 Orang honorer, sangat kurang sekali," kata Kepala Seksi Pelayanan UPK Monumen Nasional Endrati yang akrab dipanggil Ratih, di Jakarta, Jumat (9/11).

Ratih menjelaskan setiap tahun pengunjung monas mengalami peningkatan, khusus tahun ini naiknya signifikan berkat pesta olahraga Asian Games yang diramaikan di Monas dengan pertunjukan video mapping.

Menurut dia, tahun lalu ada total 1,7 juta pengunjung yang masuk ke Tugu Monas. Sementara tahun ini sampai 31 Oktober 2018 saja sudah 1,5 juta estimasi naik menjadi 1,8 juta diakhir tahun.

Salah satu pengunjung Monas, Radi Perwiratama mengeluhkan kurangnya pemandu wisata di Monas, membuatnya kebingungan saat berada di sana. "Tadi saya nyari tour guide susah banget, keder jadinya mau tanya ke siapa” kata Radi.

Padahal ikonik Ibu Kota itu bisa didatangi pengunjung hingga 20.000 orang perhari.

Nursalim, pemandu wisata Tugu Monas mengungkapkan kebanyakan pengunjung berasal dari anak-anak sekolah, selebihnya masyarakat umum dari Jakarta bahkan luar kota. “Rata-rata jumlahnya bisa tembus 20 ribu pengunjung. Kalau akhir pekan bisa mencapai 40.000 orang ,” kata Nursalim, ditemui di kawasan Monas, Jumat.

Nursalim mengatakan, pengunjung yang datang biasanya melihat lihat relief yang ada di Tugu Monas yang menampilkan sejarah Nusantara. “Relief timbul yang dibuat berjajar menceritakan sejarah Indonesia secara kronologis,” tuturnya.

Sebagai pemandu, ia juga pernah mendampingi beberapa tokoh terkenal, seperti Guruh Soekarno Putra, Dewi Soekarno Putri serta tamu dari negara tetangga. “Bagi saya sih itu pengalaman yang sangat menarik dan membanggakan bagi saya,” ucap Nursamin, yang sudah bekerja sebagai pemandu Monas selama 36 tahun itu.

Dia berharap pemerintah Provinsi DKI  akan menambah jumlah personel yang ada di kawasan Monas, sehingga bisa mengatur para pengunjung dalam memberikan informasi.

Salah satu pengunjung, Sherly Marlinton, mengaku puas dengan pelayanan dari pemandu wisata di Monas. “Saya sangat puas setelah berkeliling dan melihat kota Jakarta dari atas, cuma petugas nya masih kurang nih,” kata Sherly pengunjung yang berasal dari Tambun Bekasi.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com