Kamis, 15 November 2018 | 12:10 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Aktual Luar Negeri

Bakar truk dan tikam tiga warga, teroris akhirnya tewas ditembak polisi Australia

Jumat, 09 November 2018 - 20:03 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Sigit Kurniawan
Serangan teroris di Australia. Foto: www.news.com.au/Elshinta.
Serangan teroris di Australia. Foto: www.news.com.au/Elshinta.

Elshinta.com - Seorang pria membakar sebuah truk pickup yang sarat dengan tabung gas di pusat kota Melbourne di Australia pada Jumat (9/11) dan menikam tiga orang dan menewaskan satu orang berusia sekitar 60 tahun. Pelaku sendiri akhirnya tewas setelah ditembak polisi yang menyebut peristiwa itu sebagai serangan teroris. 

Truk yang dikemudikan pelaku dan membawa tabung gas barbekyu tersebut terbakar di Bourke Street. Meski demikian, tabung-tabung yang ada tidak meledak, sementara api berhasil dipadamkan dalam 10 menit. 

"Kami masih berusaha mengumpulkan bukti apakah kendaraan dinyalakan kemudian dia keluar mobil atau apakah dia keluar dari mobil dan kemudian kendaraan itu terbakar," kata Komisaris Polisi Victoria Graham Ashton mengutip channelnewsasia.

Video yang diposting ke Twitter dan disiarkan di televisi menunjukkan pria itu mengayunkan pisau ke dua petugas polisi, sementara truknya terbakar di latar belakang.

Salah satu petugas kemudian menembak pria itu dan dia ambruk ke tanah mencengkeram dadanya, video itu menunjukkan. Rekaman lain menunjukkan dua korban penikaman oleh pelaku tampak tergeletak di tanah di dekatnya dan dalam kondisi luka.  

Penyerang meninggal di rumah sakit. Ashton mengatakan. "Dari apa yang kami ketahui dari pelaku, kami menilai ini sebagai insiden terorisme," kata Asthon.

Polisi tidak memberikan informasi terkait identitas pelaku termasuk para korban penikaman oleh pelaku. Polisi hanya menyebut semua korban penikaman berjenis kelamin laki-laki.

Sementara sumber lain menyebut, Isis  mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, dan mengatakan dalam sebuah pernyataan melalui kantor berita Amaq bahwa pria itu adalah salah satu "pejuang" mereka.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 15 November 2018 - 11:55 WIB

Evan Dimas pastikan tak ada masalah laga di Thailand

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:42 WIB

Presiden: Kerja sama maritim kunci utama kemitraan ASEAN-India

Pemasaran | 15 November 2018 - 11:30 WIB

Beberapa strategi pemasaran startup dengan budget yang terbatas

Bencana Alam | 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:08 WIB

Presiden Korsel sambut baik usulan Indonesia terkait Korut

Ekonomi | 15 November 2018 - 10:59 WIB

Rupiah terapresiasi sentimen positif dalam negeri

Elshinta.com - Seorang pria membakar sebuah truk pickup yang sarat dengan tabung gas di pusat kota Melbourne di Australia pada Jumat (9/11) dan menikam tiga orang dan menewaskan satu orang berusia sekitar 60 tahun. Pelaku sendiri akhirnya tewas setelah ditembak polisi yang menyebut peristiwa itu sebagai serangan teroris. 

Truk yang dikemudikan pelaku dan membawa tabung gas barbekyu tersebut terbakar di Bourke Street. Meski demikian, tabung-tabung yang ada tidak meledak, sementara api berhasil dipadamkan dalam 10 menit. 

"Kami masih berusaha mengumpulkan bukti apakah kendaraan dinyalakan kemudian dia keluar mobil atau apakah dia keluar dari mobil dan kemudian kendaraan itu terbakar," kata Komisaris Polisi Victoria Graham Ashton mengutip channelnewsasia.

Video yang diposting ke Twitter dan disiarkan di televisi menunjukkan pria itu mengayunkan pisau ke dua petugas polisi, sementara truknya terbakar di latar belakang.

Salah satu petugas kemudian menembak pria itu dan dia ambruk ke tanah mencengkeram dadanya, video itu menunjukkan. Rekaman lain menunjukkan dua korban penikaman oleh pelaku tampak tergeletak di tanah di dekatnya dan dalam kondisi luka.  

Penyerang meninggal di rumah sakit. Ashton mengatakan. "Dari apa yang kami ketahui dari pelaku, kami menilai ini sebagai insiden terorisme," kata Asthon.

Polisi tidak memberikan informasi terkait identitas pelaku termasuk para korban penikaman oleh pelaku. Polisi hanya menyebut semua korban penikaman berjenis kelamin laki-laki.

Sementara sumber lain menyebut, Isis  mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, dan mengatakan dalam sebuah pernyataan melalui kantor berita Amaq bahwa pria itu adalah salah satu "pejuang" mereka.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com