Rabu, 14 November 2018 | 19:17 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Aktual Luar Negeri

Ethiopia: Kuburan 200 jasad ditemukan di daerah bergolak

Jumat, 09 November 2018 - 21:48 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2DszonH
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2DszonH

Elshinta.com - Polisi di Ethiopia menemukan kuburan berisi sedikit-dikitnya 200 mayat di sepanjang perbatasan antara wilayah bergolak Oromiya dengan Somali, kata media terkait negara.

Kuburan massal itu ditemukan dalam penyelidikan mantan pemimpin wilayah Somali, yang menghadapi persidangan dengan tuduhan pelanggaran hak asasi manusia dan memicu bentrokan, kata perusahaan penyiaran Fana pada Kamis malam, mengutip pernyataan polisi.

Penyiaran itu tidak memberikan rincian.

Abdi Mohammed Omer dipaksa mundur pada 6 Agustus dan ditangkap beberapa pekan kemudian sesudah kekerasan terjadi di ibu kota provinsi tersebut, Jijiga.

Kelompok hak asasi secara tetap menuduh pemerintahannya melakukan pelanggaran, seperti, penyiksaan, sementara beberapa saksi menuduhnya memerintahkan serangan paramiliter terhadap warga di propinsi Oromiya tetangganya sesudah bentrokan suku di sana pada September.

Wilayah itu dilanda kekerasan beberapa dasawarsa saat pemerintah memerangi pemberontak Kubu Pembebasan Bangsa Ogaden sebelum kedua pihak menandatangani kesepakatan perdamaian pada bulan lalu, seperti dikutip dari Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 14 November 2018 - 18:49 WIB

Masuk musim hujan, BPBD Lumajang siaga bencana

Ekonomi | 14 November 2018 - 18:35 WIB

Rupiah terapresiasi seiring tensi perang dagang mereda

Arestasi | 14 November 2018 - 18:25 WIB

Merasa malu, janda buang bayinya yang dianggap cacat

Megapolitan | 14 November 2018 - 18:16 WIB

15 bangunan liar di bantaran Kali Item ditertibkan

Elshinta.com - Polisi di Ethiopia menemukan kuburan berisi sedikit-dikitnya 200 mayat di sepanjang perbatasan antara wilayah bergolak Oromiya dengan Somali, kata media terkait negara.

Kuburan massal itu ditemukan dalam penyelidikan mantan pemimpin wilayah Somali, yang menghadapi persidangan dengan tuduhan pelanggaran hak asasi manusia dan memicu bentrokan, kata perusahaan penyiaran Fana pada Kamis malam, mengutip pernyataan polisi.

Penyiaran itu tidak memberikan rincian.

Abdi Mohammed Omer dipaksa mundur pada 6 Agustus dan ditangkap beberapa pekan kemudian sesudah kekerasan terjadi di ibu kota provinsi tersebut, Jijiga.

Kelompok hak asasi secara tetap menuduh pemerintahannya melakukan pelanggaran, seperti, penyiksaan, sementara beberapa saksi menuduhnya memerintahkan serangan paramiliter terhadap warga di propinsi Oromiya tetangganya sesudah bentrokan suku di sana pada September.

Wilayah itu dilanda kekerasan beberapa dasawarsa saat pemerintah memerangi pemberontak Kubu Pembebasan Bangsa Ogaden sebelum kedua pihak menandatangani kesepakatan perdamaian pada bulan lalu, seperti dikutip dari Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com