Rabu, 14 November 2018 | 19:15 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kecelakaan

Wakapolda: Polisi minta keterangan saksi insiden viaduk

Sabtu, 10 November 2018 - 06:40 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sejumlah warga mengevakuasi korban yang terjatuh dari viaduk ketika menonton drama kolosal Surabaya Membara di Jalan Pahlawan Surabaya, Jawa Timur, Jumat (9/11). Sumber foto: https://bit.ly/2SUesKJ
Sejumlah warga mengevakuasi korban yang terjatuh dari viaduk ketika menonton drama kolosal Surabaya Membara di Jalan Pahlawan Surabaya, Jawa Timur, Jumat (9/11). Sumber foto: https://bit.ly/2SUesKJ

Elshinta.com - Wakapolda Jatim Brigjen Pol M Iqbal memastikan bahwa polisi sedang meminta keterangan sejumlah saksi terkait insiden jatuhnya belasan penonton pertunjukan drama kolosal "Surabaya Membara" dari atas viaduk Jalan Pahlawan, Surabaya, pada Jumat (9/10) malam.

"Yang pasti polisi memintai keterangan sejumlah saksi, baik warga maupun pihak penyelenggara," ujar Iqbal ketika ditemui usai mengikuti apel renungan suci Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa, Surabaya, Sabtu (10/11) dini hari.

Menurut ia, keterangan dari sejumlah saksi untuk menindaklanjuti peristiwa tersebut, apakah ada unsur kelalaian atau tidak, sekaligus mencari tahu penyebab insiden yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan belasan orang lainnya mengalami luka-luka tersebut.

Selain itu, polisi juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi kejadian, termasuk di viaduk (jalur rel kereta api) yang melintas di atas Jalan Pahlawan. "Tapi, yang pasti, langkah awal polisi adalah melakukan penyelamatan korban dan evakuasi," ucapnya.

Dikutip Antara, beberapa saat sebelumnya, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan usai melakukan olah TKP mengatakan, sejumlah penonton menjadi korban saat berada di atas viaduk Jalan Pahlawan Surabaya untuk menyaksikan drama kolosal dalam rangka memperingati Hari Pahlawan.

Para korban kebanyakan memilih menyelamatkan diri dengan cara melompat dari viaduk yang tingginya sekitar enam meter untuk menghindari tertabrak kereta api yang sedang melintas sekitar pukul 19.45 WIB. Kombes Rudi menambahkan, dari tiga korban meninggal dunia, salah satunya ditemukan setelah tertabrak kereta api di atas viaduk dan jenazahnya telah dibawa ke kamar jenazah RSUD dr Soetomo sebelum diserahkan ke keluarganya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 14 November 2018 - 18:49 WIB

Masuk musim hujan, BPBD Lumajang siaga bencana

Ekonomi | 14 November 2018 - 18:35 WIB

Rupiah terapresiasi seiring tensi perang dagang mereda

Arestasi | 14 November 2018 - 18:25 WIB

Merasa malu, janda buang bayinya yang dianggap cacat

Megapolitan | 14 November 2018 - 18:16 WIB

15 bangunan liar di bantaran Kali Item ditertibkan

Elshinta.com - Wakapolda Jatim Brigjen Pol M Iqbal memastikan bahwa polisi sedang meminta keterangan sejumlah saksi terkait insiden jatuhnya belasan penonton pertunjukan drama kolosal "Surabaya Membara" dari atas viaduk Jalan Pahlawan, Surabaya, pada Jumat (9/10) malam.

"Yang pasti polisi memintai keterangan sejumlah saksi, baik warga maupun pihak penyelenggara," ujar Iqbal ketika ditemui usai mengikuti apel renungan suci Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa, Surabaya, Sabtu (10/11) dini hari.

Menurut ia, keterangan dari sejumlah saksi untuk menindaklanjuti peristiwa tersebut, apakah ada unsur kelalaian atau tidak, sekaligus mencari tahu penyebab insiden yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan belasan orang lainnya mengalami luka-luka tersebut.

Selain itu, polisi juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi kejadian, termasuk di viaduk (jalur rel kereta api) yang melintas di atas Jalan Pahlawan. "Tapi, yang pasti, langkah awal polisi adalah melakukan penyelamatan korban dan evakuasi," ucapnya.

Dikutip Antara, beberapa saat sebelumnya, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan usai melakukan olah TKP mengatakan, sejumlah penonton menjadi korban saat berada di atas viaduk Jalan Pahlawan Surabaya untuk menyaksikan drama kolosal dalam rangka memperingati Hari Pahlawan.

Para korban kebanyakan memilih menyelamatkan diri dengan cara melompat dari viaduk yang tingginya sekitar enam meter untuk menghindari tertabrak kereta api yang sedang melintas sekitar pukul 19.45 WIB. Kombes Rudi menambahkan, dari tiga korban meninggal dunia, salah satunya ditemukan setelah tertabrak kereta api di atas viaduk dan jenazahnya telah dibawa ke kamar jenazah RSUD dr Soetomo sebelum diserahkan ke keluarganya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 14 November 2018 - 18:49 WIB

Masuk musim hujan, BPBD Lumajang siaga bencana

Rabu, 14 November 2018 - 18:25 WIB

Merasa malu, janda buang bayinya yang dianggap cacat

Rabu, 14 November 2018 - 17:31 WIB

Polres Serang berhasil lumpuhkan dua perampok

Rabu, 14 November 2018 - 16:05 WIB

Korban banjir di Pangandaran masih mengungsi

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com