Korban meninggal `Surabaya Membara` tiga orang
Sabtu, 10 November 2018 - 06:57 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Sejumlah warga mengevakuasi korban yang terjatuh dari viaduk ketika menonton drama kolosal Surabaya Membara di Jalan Pahlawan Surabaya, Jawa Timur, Jumat (9/11). Sumber foto: https://bit.ly/2PSog9e

Elshinta.com - Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan menyampaikan informasi terbaru jumlah penonton yang menjadi korban meninggal saat menyaksikan pertunjukan drama kolosal "Surabaya Membara" pada Jumat (9/11) malam sebanyak tiga orang.

"Kalau korban luka-luka ada delapan orang, satu di antaranya sudah diperbolehkan pulang," kata Kombes Rudi kepada wartawan di Surabaya, Sabtu (10/11).

Namun, Polrestabes Surabaya masih belum merilis identitas keseluruhan korban. Kapolrestabes hanya menyebut tujuh korban luka-luka yang masih dirawat semuanya mengalami retak tulang. "Ada yang retak pada tulang tangannya, retak tulang kaki, dan lain sebagainya. Tujuh korban luka ini semuanya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Soewandhie Surabaya," tambahnya.

Para korban tersebut berada di atas viaduk rel kereta api di Jalan Pahlawan Surabaya untuk menyaksikan pertunjukan drama kolosal Surabaya Membara, yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, hingga kemudian kereta api melintas pada sekitar pukul 19.45 WIB. "Itu adalah kereta api barang yang melintas di viaduk Jalan Pahlawan. Berangkat dari Sidoarjo, lalu singgah di Stasiun Gubeng Surabaya dan kemudian menuju ke Stasiun Pasar Turi Surabaya," ujar Rudi, dikutip Antara.

Para korban itu memilih menyelamatkan diri dengan cara melompat dari viaduk berukuran sempit setinggi 6 meter itu untuk terhindar dari tertabrak kereta api. Menurut Rudi, dari tiga korban yang meninggal dunia, salah satunya ditemukan tewas setelah tertabrak kereta api di atas viaduk. "Ini menjadi keprihatinan bagi kita semua. Masyarakat harus dibangun kesadarannya bahwa jalur kereta api itu adalah lintasan khusus yang tidak boleh sembarangan dipergunakan selain untuk kepentingan kereta api," tuturnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 23 April 2019 - 10:04 WIB
Elshinta.com - Tim Basarnas Banten akan melanjutkan kembali pencarian satu orang yang hila...
Minggu, 21 April 2019 - 11:52 WIB
Elshinta.com - Kecelakaan bus yang mengangkut puluhan pelajar MAN 3 Surade di Jalan Raya S...
Jumat, 19 April 2019 - 13:39 WIB
Elshinta.com - Polisi menyebutkan, pengacara berinisial DS yang menabrak satu mobil Mercy ...
Jumat, 19 April 2019 - 06:17 WIB
Elshinta.com - Sebuah mobil Toyota Camry yang dikemudikan DS (38), menabrak sejumlah penge...
Selasa, 09 April 2019 - 10:44 WIB
Elshinta.com - Empat orang pekerja Warga Negara Indonesia (WNI) tewas dalam kecelakaan bus...
Senin, 08 April 2019 - 16:51 WIB
Elshinta.com - Seorang perempuan Ita Sachari (27) warga Pabuaran, Bojong Gede, Kabupaten Bogor ...
Senin, 08 April 2019 - 06:28 WIB
Elshinta.com - Jumlah angka kecelakaan di perlintasan sebidang resmi dan tidak resmi sepan...
Senin, 08 April 2019 - 06:17 WIB
Elshinta.com - Tabrakan antara kereta api jurusan Medan-Binjai dengan satu unit mobil Toyo...
Rabu, 03 April 2019 - 14:27 WIB
Elshinta.com - Dua orang penumpang tewas dan 14 lainnya luka-luka akibat kecelakaan tungga...
Kamis, 21 Maret 2019 - 18:47 WIB
Elshinta.com - Bus Cahaya Bakti Utama Nomor Polisi Z 7594 AA menghantam bagian belakang truk ta...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)