Gunung Anak Krakatau alami 201 kegempaan letusan
Sabtu, 10 November 2018 - 10:16 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2L62CI8

Elshinta.com - Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung mengalami kegempaan letusan 201 kali dengan durasi 20-282 detik dan visual pada malam hari dari CCTV teramati sinar api, ombak laut tenang sepanjang pengamatan Jumat (9/11) hingga Sabtu (10/11) dini hari.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), di Bandarlampung, Sabtu, meneruskan laporan Deny Mardiono AMd, petugas Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, periode pengamatan 9 November 2018, pukul 00.00 sampai dengan 24.00 WIB, secara visual gunung jelas hingga kabut 0-III.

Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 25 meter di atas puncak kawah. Teramati 6 kali letusan dengan tinggi 300-500 meter dan warna asap hitam, dikutip Antara.

Sepanjang pengamatan itu, kondisi kegempaan Letusan sebanyak 201 kali, amplitudo 42-58 mm, durasi 20-282 detik. Embusan 39 kali, amplitudo 7-50 mm, durasi 15-160 detik. Tremor Harmonik 1 kali, amplitudo 20 mm, durasi 13 detik. Vulkanik Dangkal 43 kali, amplitudo 5-28 mm, durasi 5-15 detik. Vulkanik Dalam 3 kali, amplitudo 41-55 mm, S-P 1-2.1 detik, durasi 11-25 detik. Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 1-32 mm (dominan 5 mm).

Gunung api di dalam laut dengan kedalaman 338 meter dari permukaan laut (mdpl) ini selama pengamatan, kondisi cuaca cerah, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah utara, dan timur laut, dan timur. Suhu udara 23-30 derajat Celsius, kelembapan udara 75-100 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg.

Kesimpulan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level II (Waspada), sehingga masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 26 Maret 2019 - 09:17 WIB
Elshinta.com - Deputi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (P...
Senin, 25 Maret 2019 - 10:33 WIB
Elshinta.com - Puluhan rumah warga dan sejumlah rumah ibadah gereja serta pura di beberapa...
Senin, 25 Maret 2019 - 08:33 WIB
Elshinta.com - ‚ÄčPemerintah dan rakyat Indonesia menyampaikan bela sungkawa yang mendalam...
Senin, 25 Maret 2019 - 07:05 WIB
Elshinta.com - Kepolisian daerah (Polda) Papua kembali merilis atau mengumumkan 74 nama ko...
Senin, 25 Maret 2019 - 06:19 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow mela...
Minggu, 24 Maret 2019 - 16:28 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menyebutkan seb...
Minggu, 24 Maret 2019 - 16:16 WIB
Elshinta.com - Akses jalan menuju objek wisata Puncak Suroloyo di Kecamatan Samigaluh, Kab...
Minggu, 24 Maret 2019 - 08:54 WIB
Elshinta.com - Gunung Merapi dua kali meluncurkan guguran lava pijar dengan jarak luncur 6...
Jumat, 22 Maret 2019 - 20:08 WIB
Elshinta.com - Ketua Umum Bhayangkari, Ibu Tri Suswati Tito Karnavian mengunjungi korban bencan...
Jumat, 22 Maret 2019 - 18:55 WIB
Elshinta.com - Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Papua dan Papua Barat menjamin ketersed...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)