Keluarga inginkan ada perbaikan manajemen Lion Air
Sabtu, 10 November 2018 - 10:38 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Salah satu keluarga korban kecelakaan Lion Air JT 610 menaburkan bunga di laut lepas dalam diam di atas KRI Banjarmasin-592 di perairan Tanjung Karawang, Selasa (6/11). Sumber foto: https://bit.ly/2qEHO2D

Elshinta.com - Keluarga Tri Haska Hafidzi, salah seorang korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Desa Darungan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, berharap agar manajemen lebih memerhatikan keselamatan penumpang dan selalu rutin melakukan perbaikan, demi mencegah kecelakaan terulang.

"Harapan keluarga, mendapatkan doa dari teman-teman, kedua ada kejelasan penyebab kecelakaan ini dan ketiga ada perbaikan sehingga tidak terulang lagi hal yang seperti ini," kata Kurniadi Ikhwan, kakak dari Tri Haska Hafidzi di Blitar, dikutip Antara.

Pihaknya sudah cukup terpukul dengan meninggalnya sang adik saat menumpang di pesawat Lion Air JT 610 yang mengalami kecelakaan tersebut. Kelurga sudah mencari tahu termasuk memberikan sampel untuk tes, guna memastikan apakah korban ada atau tidak.

Menurut Kurniadi, sebenarnya awal diberi informasi terdapat kesesuaian ciri fisik, namun dari Tim DVI Polri (Disaster Victim Identification Kepolisian Republik Indonesia) masih menunggu hasil resmi, hingga akhirnya bisa dipastikan bahwa jenazah yang ditemukan itu adalah adiknya. "Ada ciri fisik yang sesuai, tapi dari tim belum menentukan. Akhirnya menunggu kemarin baru ada resmi itu benar adik kami. Untuk sampelnya, dari darah ibu dan air liur anaknya," kata Kurniadi.

Jenazah Tri Haska Hafidzi diantarkan oleh tim dari Lion Air, Jumat. Sejumlah rekan korban dari kantor pajak juga datang ikut menyampaikan duka cita. Jenazah korban diberangkatkan dari Bandara Halim Perdana Kusuma dengan pesawat.

Keluarga langsung menyambut jenazah korban di Desa Darungan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, dengan isak tangis. Bahkan, ibunda korban juga hampir pingsan saat peti jenazah putranya itu diangkut menuju ke rumah. Mereka masih sangat sedih dengan meninggalnya Tri.

Sementara itu, perwakilan dari Manajemen Lion Air Panca Susilo mengatakan, dirinya memang diminta perusahaan untuk mengantarkan jenazah ke rumah duka sekaligus mengucapkan ikut duka cita pada keluarga. Hal ini sebagai bentuk pertanggungjawaban dari perusahaan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 23 April 2019 - 10:04 WIB
Elshinta.com - Tim Basarnas Banten akan melanjutkan kembali pencarian satu orang yang hila...
Minggu, 21 April 2019 - 11:52 WIB
Elshinta.com - Kecelakaan bus yang mengangkut puluhan pelajar MAN 3 Surade di Jalan Raya S...
Jumat, 19 April 2019 - 13:39 WIB
Elshinta.com - Polisi menyebutkan, pengacara berinisial DS yang menabrak satu mobil Mercy ...
Jumat, 19 April 2019 - 06:17 WIB
Elshinta.com - Sebuah mobil Toyota Camry yang dikemudikan DS (38), menabrak sejumlah penge...
Selasa, 09 April 2019 - 10:44 WIB
Elshinta.com - Empat orang pekerja Warga Negara Indonesia (WNI) tewas dalam kecelakaan bus...
Senin, 08 April 2019 - 16:51 WIB
Elshinta.com - Seorang perempuan Ita Sachari (27) warga Pabuaran, Bojong Gede, Kabupaten Bogor ...
Senin, 08 April 2019 - 06:28 WIB
Elshinta.com - Jumlah angka kecelakaan di perlintasan sebidang resmi dan tidak resmi sepan...
Senin, 08 April 2019 - 06:17 WIB
Elshinta.com - Tabrakan antara kereta api jurusan Medan-Binjai dengan satu unit mobil Toyo...
Rabu, 03 April 2019 - 14:27 WIB
Elshinta.com - Dua orang penumpang tewas dan 14 lainnya luka-luka akibat kecelakaan tungga...
Kamis, 21 Maret 2019 - 18:47 WIB
Elshinta.com - Bus Cahaya Bakti Utama Nomor Polisi Z 7594 AA menghantam bagian belakang truk ta...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)