Jumat, 16 November 2018 | 17:40 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kecelakaan

Keluarga inginkan ada perbaikan manajemen Lion Air

Sabtu, 10 November 2018 - 10:38 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Salah satu keluarga korban kecelakaan Lion Air JT 610 menaburkan bunga di laut lepas dalam diam di atas KRI Banjarmasin-592 di perairan Tanjung Karawang, Selasa (6/11). Sumber foto: https://bit.ly/2qEHO2D
Salah satu keluarga korban kecelakaan Lion Air JT 610 menaburkan bunga di laut lepas dalam diam di atas KRI Banjarmasin-592 di perairan Tanjung Karawang, Selasa (6/11). Sumber foto: https://bit.ly/2qEHO2D

Elshinta.com - Keluarga Tri Haska Hafidzi, salah seorang korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Desa Darungan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, berharap agar manajemen lebih memerhatikan keselamatan penumpang dan selalu rutin melakukan perbaikan, demi mencegah kecelakaan terulang.

"Harapan keluarga, mendapatkan doa dari teman-teman, kedua ada kejelasan penyebab kecelakaan ini dan ketiga ada perbaikan sehingga tidak terulang lagi hal yang seperti ini," kata Kurniadi Ikhwan, kakak dari Tri Haska Hafidzi di Blitar, dikutip Antara.

Pihaknya sudah cukup terpukul dengan meninggalnya sang adik saat menumpang di pesawat Lion Air JT 610 yang mengalami kecelakaan tersebut. Kelurga sudah mencari tahu termasuk memberikan sampel untuk tes, guna memastikan apakah korban ada atau tidak.

Menurut Kurniadi, sebenarnya awal diberi informasi terdapat kesesuaian ciri fisik, namun dari Tim DVI Polri (Disaster Victim Identification Kepolisian Republik Indonesia) masih menunggu hasil resmi, hingga akhirnya bisa dipastikan bahwa jenazah yang ditemukan itu adalah adiknya. "Ada ciri fisik yang sesuai, tapi dari tim belum menentukan. Akhirnya menunggu kemarin baru ada resmi itu benar adik kami. Untuk sampelnya, dari darah ibu dan air liur anaknya," kata Kurniadi.

Jenazah Tri Haska Hafidzi diantarkan oleh tim dari Lion Air, Jumat. Sejumlah rekan korban dari kantor pajak juga datang ikut menyampaikan duka cita. Jenazah korban diberangkatkan dari Bandara Halim Perdana Kusuma dengan pesawat.

Keluarga langsung menyambut jenazah korban di Desa Darungan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, dengan isak tangis. Bahkan, ibunda korban juga hampir pingsan saat peti jenazah putranya itu diangkut menuju ke rumah. Mereka masih sangat sedih dengan meninggalnya Tri.

Sementara itu, perwakilan dari Manajemen Lion Air Panca Susilo mengatakan, dirinya memang diminta perusahaan untuk mengantarkan jenazah ke rumah duka sekaligus mengucapkan ikut duka cita pada keluarga. Hal ini sebagai bentuk pertanggungjawaban dari perusahaan.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 16 November 2018 - 17:38 WIB

Facebook segera bentuk badan independen konten

Megapolitan | 16 November 2018 - 17:25 WIB

Kapolda: Tujuh ribu personel gabungan siaga banjir di Jakarta

Hukum | 16 November 2018 - 17:13 WIB

Polda Jabar sita Rp1,9 miliar korupsi dana hibah

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:57 WIB

Idrus Marham pamer buku sebelum diperiksa sebagai tersangka

Ekonomi | 16 November 2018 - 16:47 WIB

Kemenkeu segera laksanakan Paket Kebijakan Ekonomi XVI

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:37 WIB

Presiden ajak masyarakat Merauke jaga persatuan

Elshinta.com - Keluarga Tri Haska Hafidzi, salah seorang korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Desa Darungan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, berharap agar manajemen lebih memerhatikan keselamatan penumpang dan selalu rutin melakukan perbaikan, demi mencegah kecelakaan terulang.

"Harapan keluarga, mendapatkan doa dari teman-teman, kedua ada kejelasan penyebab kecelakaan ini dan ketiga ada perbaikan sehingga tidak terulang lagi hal yang seperti ini," kata Kurniadi Ikhwan, kakak dari Tri Haska Hafidzi di Blitar, dikutip Antara.

Pihaknya sudah cukup terpukul dengan meninggalnya sang adik saat menumpang di pesawat Lion Air JT 610 yang mengalami kecelakaan tersebut. Kelurga sudah mencari tahu termasuk memberikan sampel untuk tes, guna memastikan apakah korban ada atau tidak.

Menurut Kurniadi, sebenarnya awal diberi informasi terdapat kesesuaian ciri fisik, namun dari Tim DVI Polri (Disaster Victim Identification Kepolisian Republik Indonesia) masih menunggu hasil resmi, hingga akhirnya bisa dipastikan bahwa jenazah yang ditemukan itu adalah adiknya. "Ada ciri fisik yang sesuai, tapi dari tim belum menentukan. Akhirnya menunggu kemarin baru ada resmi itu benar adik kami. Untuk sampelnya, dari darah ibu dan air liur anaknya," kata Kurniadi.

Jenazah Tri Haska Hafidzi diantarkan oleh tim dari Lion Air, Jumat. Sejumlah rekan korban dari kantor pajak juga datang ikut menyampaikan duka cita. Jenazah korban diberangkatkan dari Bandara Halim Perdana Kusuma dengan pesawat.

Keluarga langsung menyambut jenazah korban di Desa Darungan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, dengan isak tangis. Bahkan, ibunda korban juga hampir pingsan saat peti jenazah putranya itu diangkut menuju ke rumah. Mereka masih sangat sedih dengan meninggalnya Tri.

Sementara itu, perwakilan dari Manajemen Lion Air Panca Susilo mengatakan, dirinya memang diminta perusahaan untuk mengantarkan jenazah ke rumah duka sekaligus mengucapkan ikut duka cita pada keluarga. Hal ini sebagai bentuk pertanggungjawaban dari perusahaan.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Jumat, 16 November 2018 - 15:24 WIB

Bulog salurkan beras ke wilayah banjir Riau

Jumat, 16 November 2018 - 14:36 WIB

Kemhan masih hitung kerugian akibat kebakaran

Jumat, 16 November 2018 - 11:56 WIB

Polisi: HS membunuh seorang diri dengan linggis

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com