Kamis, 15 November 2018 | 12:09 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Afrika

Tiga bom mobil tewaskan 23 orang di Ibu Kota Somalia

Sabtu, 10 November 2018 - 12:17 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Polisi menyelidiki bangkai mobil hancur di lokasi serangan bom bunuh diri di pos pemeriksaan di depan basis utama pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika di ibukota Mogadishu, Somalia, Senin (2/1). Sumber foto: https://bit.ly/2JRLsiD
Polisi menyelidiki bangkai mobil hancur di lokasi serangan bom bunuh diri di pos pemeriksaan di depan basis utama pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika di ibukota Mogadishu, Somalia, Senin (2/1). Sumber foto: https://bit.ly/2JRLsiD

Elshinta.com - Sedikitnya 23 orang tewas dan beberapa orang cedera pada Jumat (9/11), dalam tiga pengeboman mobil di Ibu Kota Somalia, Moghadishu, kata beberapa pejabat gawat darurat.

Abdullahi Mohamed, seorang perwira polisi di Mogadishu, mengatakan kepada Kantor Berita Anadolu bahwa tiga ledakan terjadi di Hotel Sahafi. Ledakan tersebut lalu diikuti dengan penembakan. "Dua bom mobil bunuh diri ditujukan ke hotel itu, yang berada di dekat markas departemen penyelidikan. Beberapa menit kemudian, satu bom lagi meledak," kata Mohamed.

Korban jiwa meliputi tentara, warga sipil dan pengusaha, ia menambahkan, sebagaimana dikutip Antara dari Anadolu korban cedera segera dibawa ke rumah sakit. Ahmad Zakariya, seorang petugas penyelamat, mengatakan jumlah korban jiwa mencapai 23, termasuk sembilan anggota Ash-Shabaab.

Menurut kantor berita Somalia, enam penyerang tewas oleh pasukan keamanan, sementara tiga pengebom bunuh diri meledakkan diri mereka. Sahafi adalah hotel terkenal yang berada di jalan sibuk KM4 dan sering dikunjungi pejabat Pemerintah Somalia.

Kelompok gerilyawan Ash-Shabaab, yang berpusat di Somalia, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) dengan keras mengutuk serangan tersebut, dan kembali menyampaikan sikap yang menentang "semua bentuk terorisme dan ekstremisme dengan kekerasan".

Sekretaris Jenderal OIC Yousef Al-Othaimeen mengatakan OIC "memiliki solidaritas dengan Pemerintah Somalia dalam perang melawan terorisme".

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 15 November 2018 - 11:55 WIB

Evan Dimas pastikan tak ada masalah laga di Thailand

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:42 WIB

Presiden: Kerja sama maritim kunci utama kemitraan ASEAN-India

Pemasaran | 15 November 2018 - 11:30 WIB

Beberapa strategi pemasaran startup dengan budget yang terbatas

Bencana Alam | 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:08 WIB

Presiden Korsel sambut baik usulan Indonesia terkait Korut

Ekonomi | 15 November 2018 - 10:59 WIB

Rupiah terapresiasi sentimen positif dalam negeri

Elshinta.com - Sedikitnya 23 orang tewas dan beberapa orang cedera pada Jumat (9/11), dalam tiga pengeboman mobil di Ibu Kota Somalia, Moghadishu, kata beberapa pejabat gawat darurat.

Abdullahi Mohamed, seorang perwira polisi di Mogadishu, mengatakan kepada Kantor Berita Anadolu bahwa tiga ledakan terjadi di Hotel Sahafi. Ledakan tersebut lalu diikuti dengan penembakan. "Dua bom mobil bunuh diri ditujukan ke hotel itu, yang berada di dekat markas departemen penyelidikan. Beberapa menit kemudian, satu bom lagi meledak," kata Mohamed.

Korban jiwa meliputi tentara, warga sipil dan pengusaha, ia menambahkan, sebagaimana dikutip Antara dari Anadolu korban cedera segera dibawa ke rumah sakit. Ahmad Zakariya, seorang petugas penyelamat, mengatakan jumlah korban jiwa mencapai 23, termasuk sembilan anggota Ash-Shabaab.

Menurut kantor berita Somalia, enam penyerang tewas oleh pasukan keamanan, sementara tiga pengebom bunuh diri meledakkan diri mereka. Sahafi adalah hotel terkenal yang berada di jalan sibuk KM4 dan sering dikunjungi pejabat Pemerintah Somalia.

Kelompok gerilyawan Ash-Shabaab, yang berpusat di Somalia, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) dengan keras mengutuk serangan tersebut, dan kembali menyampaikan sikap yang menentang "semua bentuk terorisme dan ekstremisme dengan kekerasan".

Sekretaris Jenderal OIC Yousef Al-Othaimeen mengatakan OIC "memiliki solidaritas dengan Pemerintah Somalia dalam perang melawan terorisme".

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com