Kamis, 15 November 2018 | 12:11 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kecelakaan

DVI utamakan ketelitian dalam pemeriksaan penumpang Lion Air JT610

Sabtu, 10 November 2018 - 12:29 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Wakil Komandan Korban Bencana Kepolisian Indonesia, Komisaris Besar Polisi Triawan Marsudi. Sumber foto: https://bit.ly/2RKseOI
Wakil Komandan Korban Bencana Kepolisian Indonesia, Komisaris Besar Polisi Triawan Marsudi. Sumber foto: https://bit.ly/2RKseOI

Elshinta.com - Tim Identifikasi Korban Bencana Kepolisian Indonesia alias DVI mengutamakan prinsip ketelitian dan kehati-hatian dalam melakukan pemeriksaan tubuh korban jatuhnya pesawat Lion Air nomor penerbangan JT610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

"Operasi DVI bukan mengejar cepat. Sebanyak apapun barang bukti atau sampel yang ada, kondisinya bagaimana, artinya caranya untuk membuat sampel itu untuk muncul DNA-nya itu perlu waktu," kata Wakil Komandan Korban Bencana Kepolisian Indonesia, Komisaris Besar Polisi Triawan Marsudi, saat menggelar konferensi pers di RS Kepolisian Indonesia dr Soekanto, Kramat Jati, Jakarta, Sabtu (10/11).

Ia menyampaikan, prinsip tersebut perlu dilakukan karena identifikasi menyangkut dengan individu. "Manusia yang hidup saja punya hak azasi, yang meninggal juga begitu, punya hak azasi untuk diakui identitasnya. Jadi ini yang kami harapkan," ujarnya, dikutip Antara.

Ia menambahkan bahwa tim Korban Bencana Kepolisian Indonesia akan terus menerima temuan jenazah untuk diperiksa DNA nya hingga teridentifikasi. 
"Operasi ini akan terus dilakukan, mungkin sampai tidak ada lagi yang bisa kita periksa. Nanti mungkin akan ada waktu, kita akan menyampaikan apapun hasil dari pemeriksaan ini. Ini harus segera disampaikan, supaya tahu karena masing-masing kasus itu tidak bisa disamakan, kondisinya berbeda-beda," tuturnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 15 November 2018 - 11:55 WIB

Evan Dimas pastikan tak ada masalah laga di Thailand

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:42 WIB

Presiden: Kerja sama maritim kunci utama kemitraan ASEAN-India

Pemasaran | 15 November 2018 - 11:30 WIB

Beberapa strategi pemasaran startup dengan budget yang terbatas

Bencana Alam | 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:08 WIB

Presiden Korsel sambut baik usulan Indonesia terkait Korut

Ekonomi | 15 November 2018 - 10:59 WIB

Rupiah terapresiasi sentimen positif dalam negeri

Elshinta.com - Tim Identifikasi Korban Bencana Kepolisian Indonesia alias DVI mengutamakan prinsip ketelitian dan kehati-hatian dalam melakukan pemeriksaan tubuh korban jatuhnya pesawat Lion Air nomor penerbangan JT610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

"Operasi DVI bukan mengejar cepat. Sebanyak apapun barang bukti atau sampel yang ada, kondisinya bagaimana, artinya caranya untuk membuat sampel itu untuk muncul DNA-nya itu perlu waktu," kata Wakil Komandan Korban Bencana Kepolisian Indonesia, Komisaris Besar Polisi Triawan Marsudi, saat menggelar konferensi pers di RS Kepolisian Indonesia dr Soekanto, Kramat Jati, Jakarta, Sabtu (10/11).

Ia menyampaikan, prinsip tersebut perlu dilakukan karena identifikasi menyangkut dengan individu. "Manusia yang hidup saja punya hak azasi, yang meninggal juga begitu, punya hak azasi untuk diakui identitasnya. Jadi ini yang kami harapkan," ujarnya, dikutip Antara.

Ia menambahkan bahwa tim Korban Bencana Kepolisian Indonesia akan terus menerima temuan jenazah untuk diperiksa DNA nya hingga teridentifikasi. 
"Operasi ini akan terus dilakukan, mungkin sampai tidak ada lagi yang bisa kita periksa. Nanti mungkin akan ada waktu, kita akan menyampaikan apapun hasil dari pemeriksaan ini. Ini harus segera disampaikan, supaya tahu karena masing-masing kasus itu tidak bisa disamakan, kondisinya berbeda-beda," tuturnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Kamis, 15 November 2018 - 10:36 WIB

BNN beri kosultasi peminum air rebusan pembalut

Rabu, 14 November 2018 - 20:37 WIB

Empat korban JT 610 kembali teridentifikasi

Rabu, 14 November 2018 - 20:27 WIB

Jabar siaga banjir-longsor hingga Mei 2019

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com