Jumat, 16 November 2018 | 11:24 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kecelakaan

Bareskrim Polri selidiki Lion Air PK-LQP sejak di Manado

Sabtu, 10 November 2018 - 13:26 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Bagian pesawat Lion Air JT 610 yang berhasil dievakuasi, di Pelabuhan JICT, Tanjung Priok, Jakarta. Sumber foto: https://bit.ly/2OG9ga4
Bagian pesawat Lion Air JT 610 yang berhasil dievakuasi, di Pelabuhan JICT, Tanjung Priok, Jakarta. Sumber foto: https://bit.ly/2OG9ga4

Elshinta.com - Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasteyo mengatakan bahwa tim khusus Bareskrim Polri telah menyelidiki aktivitas pesawat Lion Air PK-LQP sejak pesawat tersebut terbang dari Manado dan hasilnya akan dicocokkan dengan investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Jadi untuk timsus ini sudah bekerja mulai menyelidiki dari pesawat itu terbang dari Manado pada 28 Oktober. Dari Manado sudah melakukan investigasi, interview, terhadap personel-personel crew handling, keamanan, kemudian bagian kesehatan untuk mengecek latar belakang seluruhnya,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (9/11).

Tim dari Bareskrim, tambah Dedi, juga mengecek bagasi dan manifes serta rekam kesehatan para staf dan pilot terkait kemungkinan penyalahgunaan narkoba.

“Dari (pemeriksaan di) Bali tim memeriksa indikasi sabotase dan nonteknis lainnya, narkoba, terorisme ini bahan bahan sudah dikumpulkan dan dianalisis. Bahan bahan ini akan di-klop-kan dengan hasil teknis dari hasil pemeriksaan KNKT. Nanti kalau sudah klop, dari hasil KNKT-nya misalnya penyebab kecelakaan adalah faktor ini,” jelasnya, seperti dikutip laman NTMC Polri..

Jika ada kemungkinan kelalaian atau perbuatan pidana, maka penyelidikan akan dinaikkan menjadi penyidikan. “Teknisnya KNKT sebagai leading sektor karena KNKT punya ahli yang berkompeten menganalisis jatuhnya pesawat tersebut. Tim terus bekerja. Kita mengumpulkan kita berkoordinasi, KNKT hasilnya seperti apa kita menunggu hasil knkt,” papar Dedi.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 16 November 2018 - 11:20 WIB

KPK panggil kepala dinas Pemprov Kalteng

Amerika | 16 November 2018 - 11:11 WIB

AS hukum 17 warga Saudi terkait pembunuhan Khashoggi

Kecantikan | 16 November 2018 - 10:44 WIB

Vanesha Prescilla senang eksperimen makeup

Aktual Sepakbola | 16 November 2018 - 10:35 WIB

Bosnia promosi ke strata tertinggi Nations League

Elshinta.com - Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasteyo mengatakan bahwa tim khusus Bareskrim Polri telah menyelidiki aktivitas pesawat Lion Air PK-LQP sejak pesawat tersebut terbang dari Manado dan hasilnya akan dicocokkan dengan investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Jadi untuk timsus ini sudah bekerja mulai menyelidiki dari pesawat itu terbang dari Manado pada 28 Oktober. Dari Manado sudah melakukan investigasi, interview, terhadap personel-personel crew handling, keamanan, kemudian bagian kesehatan untuk mengecek latar belakang seluruhnya,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (9/11).

Tim dari Bareskrim, tambah Dedi, juga mengecek bagasi dan manifes serta rekam kesehatan para staf dan pilot terkait kemungkinan penyalahgunaan narkoba.

“Dari (pemeriksaan di) Bali tim memeriksa indikasi sabotase dan nonteknis lainnya, narkoba, terorisme ini bahan bahan sudah dikumpulkan dan dianalisis. Bahan bahan ini akan di-klop-kan dengan hasil teknis dari hasil pemeriksaan KNKT. Nanti kalau sudah klop, dari hasil KNKT-nya misalnya penyebab kecelakaan adalah faktor ini,” jelasnya, seperti dikutip laman NTMC Polri..

Jika ada kemungkinan kelalaian atau perbuatan pidana, maka penyelidikan akan dinaikkan menjadi penyidikan. “Teknisnya KNKT sebagai leading sektor karena KNKT punya ahli yang berkompeten menganalisis jatuhnya pesawat tersebut. Tim terus bekerja. Kita mengumpulkan kita berkoordinasi, KNKT hasilnya seperti apa kita menunggu hasil knkt,” papar Dedi.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com