Kamis, 15 November 2018 | 12:08 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Sepakbola / Event

Timnas Indonesia petik pelajaran berharga usai kalah dari Singapura

Sabtu, 10 November 2018 - 13:52 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Pemain tim nasional Indonesia Febri Hariyadi saat menghadapi Singapura pada Piala AFF 2018 di Stadion Nasional, Singapura, Jumat (9/11). Sumber foto: https://bit.ly/2T0uUJh
Pemain tim nasional Indonesia Febri Hariyadi saat menghadapi Singapura pada Piala AFF 2018 di Stadion Nasional, Singapura, Jumat (9/11). Sumber foto: https://bit.ly/2T0uUJh

Elshinta.com - Tim nasional Indonesia memetik pelajaran berharga setelah harus berbesar hati mengakui keunggulan Singapura dengan skor 0-1 pada laga perdana Piala AFF 2018 di Stadion Nasional, Singapura, Jumat (9/11) malam.

Usai laga, Pelatih Timnas Indonesia Bima Sakti menyatakan bertanggung jawab atas semua kejadian di lapangan dan menjadi pekerjaan rumah baginya untuk membangkitkan kembali mental anak asuhnya.

"Pertandingan pertama biasanya tekanan sangat berat dan harus siap mental. Pemain yang bermain baik biasanya mereka yang bisa menyiapkan mentalnya dengan baik juga. Ini tanggung jawab saya," kata Bima, seperti dikutip laman resmi PSSI di Jakarta, Sabtu (10/11).

Bima mengatakan bahwa faktor mental merupakan hal yang penting saat laga berlangsung dan berharap para pemain dapat mengontrol emosinya.

"Pemain harus fokus pada pertandingan dan selalu waspada selama pertandingan. Saya rasa Singapura memiliki organisasi permainan yang baik untuk pertahanan. Selain itu juga transisi setelah bertahan ke menyerang bagus. Selanjutnya kami harus bekerja lebih keras dan menang melawan Timor Leste," jelasnya.

Pada laga selanjutnya, Hansamu Yama dan kawan-kawan akan berhadapan dengan Timor Leste pada laga kandang yang akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (13/11).

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 15 November 2018 - 11:55 WIB

Evan Dimas pastikan tak ada masalah laga di Thailand

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:42 WIB

Presiden: Kerja sama maritim kunci utama kemitraan ASEAN-India

Pemasaran | 15 November 2018 - 11:30 WIB

Beberapa strategi pemasaran startup dengan budget yang terbatas

Bencana Alam | 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:08 WIB

Presiden Korsel sambut baik usulan Indonesia terkait Korut

Ekonomi | 15 November 2018 - 10:59 WIB

Rupiah terapresiasi sentimen positif dalam negeri

Elshinta.com - Tim nasional Indonesia memetik pelajaran berharga setelah harus berbesar hati mengakui keunggulan Singapura dengan skor 0-1 pada laga perdana Piala AFF 2018 di Stadion Nasional, Singapura, Jumat (9/11) malam.

Usai laga, Pelatih Timnas Indonesia Bima Sakti menyatakan bertanggung jawab atas semua kejadian di lapangan dan menjadi pekerjaan rumah baginya untuk membangkitkan kembali mental anak asuhnya.

"Pertandingan pertama biasanya tekanan sangat berat dan harus siap mental. Pemain yang bermain baik biasanya mereka yang bisa menyiapkan mentalnya dengan baik juga. Ini tanggung jawab saya," kata Bima, seperti dikutip laman resmi PSSI di Jakarta, Sabtu (10/11).

Bima mengatakan bahwa faktor mental merupakan hal yang penting saat laga berlangsung dan berharap para pemain dapat mengontrol emosinya.

"Pemain harus fokus pada pertandingan dan selalu waspada selama pertandingan. Saya rasa Singapura memiliki organisasi permainan yang baik untuk pertahanan. Selain itu juga transisi setelah bertahan ke menyerang bagus. Selanjutnya kami harus bekerja lebih keras dan menang melawan Timor Leste," jelasnya.

Pada laga selanjutnya, Hansamu Yama dan kawan-kawan akan berhadapan dengan Timor Leste pada laga kandang yang akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (13/11).

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 15 November 2018 - 11:55 WIB
Piala AFF 2018

Evan Dimas pastikan tak ada masalah laga di Thailand

Kamis, 15 November 2018 - 09:47 WIB

Reus absen kontra Rusia akibat cedera

Rabu, 14 November 2018 - 09:37 WIB

Real Madrid pastikan Solari jadi pelatih hingga 2021

Rabu, 14 November 2018 - 08:47 WIB
Piala AFF 2018

Alfath Fathier mulai debut manis bersama Timnas hadapi Timor Leste

Rabu, 14 November 2018 - 06:59 WIB
Piala AFF 2018

Pelatih: Timor Leste kalah karena lakukan kesalahan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com