Rabu, 14 November 2018 | 19:14 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pendidikan

Wapres minta bentuk kurikulum khotbah masjid kampus

Sabtu, 10 November 2018 - 14:52 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla. Sumber foto: https://bit.ly/2T0HWGO
Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla. Sumber foto: https://bit.ly/2T0HWGO

Elshinta.com - Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla meminta pembentukan kurikulum khotbah di masjid kampus, agar ceramah tersebut dapat fokus untuk memotivasi mahasiswa memperoleh pemahaman agama yang baik.

Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengatakan dengan jumlah ibadah salat sebanyak ratusan kali dalam setahun, mulai dari salat lima waktu hingga Salat Jumat, sedikitnya ada 100 kali umat Muslim beribadah di masjid dan mendengarkan ceramah.

"Ini dapat dilakukan dengan suatu cara, bagaimana masjid itu lebih memberikan motivasi, sehingga bukan hanya tempat ibadah. Dengan cara bagaimana 100 waktu (salat wajib) itu dibuatkan kurikulumnya, suatu silabus yang baik," kata Wapres saat menghadiri acara Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI) di Gedung D Kemenristekdikti Jakarta, Sabtu (10/11).

Dalam kurikulum tersebut, lanjut JK, tidak perlu menyeragamkan konten khotbah melainkan bisa menetapkan tema tertentu setiap bulannya, sehingga para mahasiswa tidak hanya mengikuti mata kuliah agama di kampus saja, melainkan juga mendapat pemahaman agama dengan baik.

"Jadi bagaimana mengatur kurikulumnya. Jadi bukan hanya kurikulum perkuliahan yang diatur, tapi kurikulum masjid kampus juga diatur, sehingga terfokus dan semua masjid kampus itu kalau dikasih semua sama kurikulumnya, maka dimana pun dia pergi akan mendapat suatu ilmu. Mendapat pengetahuan yang bertingkat-tingkat," jelasnya, dilansir Antara.

Kurikulum untuk khotbah di masjid kampus tersebut juga dapat menghindarkan penyebaran pemahanan radikalisme di kalangan mahasiswa. Oleh karena itu, Wapres berharap pembentukan kurikulum khotbah dapat mulai diterapkan di masjid di lingkungan universitas dan perguruan tinggi negeri atau Islam.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 14 November 2018 - 18:49 WIB

Masuk musim hujan, BPBD Lumajang siaga bencana

Ekonomi | 14 November 2018 - 18:35 WIB

Rupiah terapresiasi seiring tensi perang dagang mereda

Arestasi | 14 November 2018 - 18:25 WIB

Merasa malu, janda buang bayinya yang dianggap cacat

Megapolitan | 14 November 2018 - 18:16 WIB

15 bangunan liar di bantaran Kali Item ditertibkan

Elshinta.com - Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla meminta pembentukan kurikulum khotbah di masjid kampus, agar ceramah tersebut dapat fokus untuk memotivasi mahasiswa memperoleh pemahaman agama yang baik.

Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengatakan dengan jumlah ibadah salat sebanyak ratusan kali dalam setahun, mulai dari salat lima waktu hingga Salat Jumat, sedikitnya ada 100 kali umat Muslim beribadah di masjid dan mendengarkan ceramah.

"Ini dapat dilakukan dengan suatu cara, bagaimana masjid itu lebih memberikan motivasi, sehingga bukan hanya tempat ibadah. Dengan cara bagaimana 100 waktu (salat wajib) itu dibuatkan kurikulumnya, suatu silabus yang baik," kata Wapres saat menghadiri acara Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI) di Gedung D Kemenristekdikti Jakarta, Sabtu (10/11).

Dalam kurikulum tersebut, lanjut JK, tidak perlu menyeragamkan konten khotbah melainkan bisa menetapkan tema tertentu setiap bulannya, sehingga para mahasiswa tidak hanya mengikuti mata kuliah agama di kampus saja, melainkan juga mendapat pemahaman agama dengan baik.

"Jadi bagaimana mengatur kurikulumnya. Jadi bukan hanya kurikulum perkuliahan yang diatur, tapi kurikulum masjid kampus juga diatur, sehingga terfokus dan semua masjid kampus itu kalau dikasih semua sama kurikulumnya, maka dimana pun dia pergi akan mendapat suatu ilmu. Mendapat pengetahuan yang bertingkat-tingkat," jelasnya, dilansir Antara.

Kurikulum untuk khotbah di masjid kampus tersebut juga dapat menghindarkan penyebaran pemahanan radikalisme di kalangan mahasiswa. Oleh karena itu, Wapres berharap pembentukan kurikulum khotbah dapat mulai diterapkan di masjid di lingkungan universitas dan perguruan tinggi negeri atau Islam.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com