Wapres minta bentuk kurikulum khotbah masjid kampus
Sabtu, 10 November 2018 - 14:52 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Administrator
Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla. Sumber foto: https://bit.ly/2T0HWGO

Elshinta.com - Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla meminta pembentukan kurikulum khotbah di masjid kampus, agar ceramah tersebut dapat fokus untuk memotivasi mahasiswa memperoleh pemahaman agama yang baik.

Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengatakan dengan jumlah ibadah salat sebanyak ratusan kali dalam setahun, mulai dari salat lima waktu hingga Salat Jumat, sedikitnya ada 100 kali umat Muslim beribadah di masjid dan mendengarkan ceramah.

"Ini dapat dilakukan dengan suatu cara, bagaimana masjid itu lebih memberikan motivasi, sehingga bukan hanya tempat ibadah. Dengan cara bagaimana 100 waktu (salat wajib) itu dibuatkan kurikulumnya, suatu silabus yang baik," kata Wapres saat menghadiri acara Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI) di Gedung D Kemenristekdikti Jakarta, Sabtu (10/11).

Dalam kurikulum tersebut, lanjut JK, tidak perlu menyeragamkan konten khotbah melainkan bisa menetapkan tema tertentu setiap bulannya, sehingga para mahasiswa tidak hanya mengikuti mata kuliah agama di kampus saja, melainkan juga mendapat pemahaman agama dengan baik.

"Jadi bagaimana mengatur kurikulumnya. Jadi bukan hanya kurikulum perkuliahan yang diatur, tapi kurikulum masjid kampus juga diatur, sehingga terfokus dan semua masjid kampus itu kalau dikasih semua sama kurikulumnya, maka dimana pun dia pergi akan mendapat suatu ilmu. Mendapat pengetahuan yang bertingkat-tingkat," jelasnya, dilansir Antara.

Kurikulum untuk khotbah di masjid kampus tersebut juga dapat menghindarkan penyebaran pemahanan radikalisme di kalangan mahasiswa. Oleh karena itu, Wapres berharap pembentukan kurikulum khotbah dapat mulai diterapkan di masjid di lingkungan universitas dan perguruan tinggi negeri atau Islam.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 22 Januari 2019 - 20:13 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang didukung perusahaan-perusahaan...
Selasa, 22 Januari 2019 - 16:43 WIB
Elshinta.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kem...
Selasa, 22 Januari 2019 - 16:14 WIB
Elshinta.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan m...
Senin, 21 Januari 2019 - 13:05 WIB
Elshinta.com - Fenomena berita hoaks dewasa ini menjadi konsumsi sehari-hari bangsa Indonesia. ...
Senin, 21 Januari 2019 - 11:57 WIB
Elshinta.com - Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer di sekolah-sekolah yang berlok...
Senin, 21 Januari 2019 - 10:52 WIB
Elshinta.com - DPRD Kota Ternate, Maluku Utara, meminta agar pemkot setempat segera menunt...
Sabtu, 19 Januari 2019 - 16:16 WIB
Elshinta.com -Ketua Program Studi HI Universitas Alghifari Dr. Dina S.IP M.Si melakukan penanda...
Jumat, 18 Januari 2019 - 20:26 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 14 sekolah di Jawa Barat jalin kerjasama dengan sejumlah peru...
Jumat, 18 Januari 2019 - 00:35 WIB
Elshinta.com - Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Rudolf Alberth Rodja bersama jajarannya mel...
Rabu, 16 Januari 2019 - 18:47 WIB
Elshinta.com - PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VIII melalui fungsi Aviasi me...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)