Jumat, 16 November 2018 | 17:41 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Sosbud

Peringatan Hari Pahlawan ditekankan ide baru isi pembangunan

Sabtu, 10 November 2018 - 16:50 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Komandan Kodim 021/Lumajang, Letkol Czi Agus Iskarman sebagai inspektur upacara peringatan Hari Pahlawan di Lumajang, Sabtu (10/11). Foto: Efendi Murdiono/Elshinta
Komandan Kodim 021/Lumajang, Letkol Czi Agus Iskarman sebagai inspektur upacara peringatan Hari Pahlawan di Lumajang, Sabtu (10/11). Foto: Efendi Murdiono/Elshinta

Elshinta.com - Lebih dari 700 orang peserta turut menghadiri upacara bendera Peringatan Hari Pahlawan di Alun-Alun Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (10/11) pagi yang diharapkan muncul ide baru setiap hari untuk mengisi pembangunan.

Peserta tersebut terdiri dari golongan pelajar setingkat SMA, Mahasiswa, Kodim 0821, Yonif 527/BY, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Lumajang. Upacara ini dimulai pada pukul 08.00 WIB, yang bertindak sebagai inspektur ialah Komandan Kodim 021/Lumajang, Letkol Czi Agus Iskarman. Sebagai perwira upacara Kapten Inf Pasipres Hahyutomo, Komandan Upacara Kapten Inf Achmad Ely Supriyadi.

Dalam kesempatan itu, Letkol Agus Iskarman membacakan amanat Menteri Sosial RI dalam momen Hari Pahlawan mengambil tema "Semangat Pahlawan di Dadaku". Prosesi yang dilakukan di seluruh pelosok hingga ke luar negeri ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai kepahlawanan dan mempertebal rasa cinta terhadap Tanah Air.

"Dengan harapan setiap hari pahlawan lahir gagasan dan idea yang mengkomparatifkan menjadi keuletan dalam mengisi pembangunan, selain itu menunjukkan keberanian menentang penjajah dalam hal ini mengusir kemiskinan," ujar dia, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta Efendi Murdiono, Sabtu (10/11).

Upacara ini juga sebagai pengingat pertempuran 73 tahun silam di Kota Surabaya yang merupakan perang fisik pertama setelah bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Di mana pada tanggal 10 November merupakan terjadi pergolakan keberanian dan semangat pantang menyerah, pengorbanan tanpa pamrih yang ditunjukkan oleh para pejuang. 

Upacara bendera ini berakhir pukul 08.41 WIB, di mana Pemkab Lumajang memberikan trofi penghargaan kepada peserta upacara terbaik, juara pertama diraih oleh SMA Negeri 2, juara kedua MAN dan juara ketiga SMA Muhamadiyah.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 16 November 2018 - 17:38 WIB

Facebook segera bentuk badan independen konten

Megapolitan | 16 November 2018 - 17:25 WIB

Kapolda: Tujuh ribu personel gabungan siaga banjir di Jakarta

Hukum | 16 November 2018 - 17:13 WIB

Polda Jabar sita Rp1,9 miliar korupsi dana hibah

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:57 WIB

Idrus Marham pamer buku sebelum diperiksa sebagai tersangka

Ekonomi | 16 November 2018 - 16:47 WIB

Kemenkeu segera laksanakan Paket Kebijakan Ekonomi XVI

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:37 WIB

Presiden ajak masyarakat Merauke jaga persatuan

Elshinta.com - Lebih dari 700 orang peserta turut menghadiri upacara bendera Peringatan Hari Pahlawan di Alun-Alun Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (10/11) pagi yang diharapkan muncul ide baru setiap hari untuk mengisi pembangunan.

Peserta tersebut terdiri dari golongan pelajar setingkat SMA, Mahasiswa, Kodim 0821, Yonif 527/BY, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Lumajang. Upacara ini dimulai pada pukul 08.00 WIB, yang bertindak sebagai inspektur ialah Komandan Kodim 021/Lumajang, Letkol Czi Agus Iskarman. Sebagai perwira upacara Kapten Inf Pasipres Hahyutomo, Komandan Upacara Kapten Inf Achmad Ely Supriyadi.

Dalam kesempatan itu, Letkol Agus Iskarman membacakan amanat Menteri Sosial RI dalam momen Hari Pahlawan mengambil tema "Semangat Pahlawan di Dadaku". Prosesi yang dilakukan di seluruh pelosok hingga ke luar negeri ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai kepahlawanan dan mempertebal rasa cinta terhadap Tanah Air.

"Dengan harapan setiap hari pahlawan lahir gagasan dan idea yang mengkomparatifkan menjadi keuletan dalam mengisi pembangunan, selain itu menunjukkan keberanian menentang penjajah dalam hal ini mengusir kemiskinan," ujar dia, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta Efendi Murdiono, Sabtu (10/11).

Upacara ini juga sebagai pengingat pertempuran 73 tahun silam di Kota Surabaya yang merupakan perang fisik pertama setelah bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Di mana pada tanggal 10 November merupakan terjadi pergolakan keberanian dan semangat pantang menyerah, pengorbanan tanpa pamrih yang ditunjukkan oleh para pejuang. 

Upacara bendera ini berakhir pukul 08.41 WIB, di mana Pemkab Lumajang memberikan trofi penghargaan kepada peserta upacara terbaik, juara pertama diraih oleh SMA Negeri 2, juara kedua MAN dan juara ketiga SMA Muhamadiyah.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com