Kamis, 15 November 2018 | 12:13 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hukum

Kasus UGM, Ombudsman: Aparat penegak hukum mestinya tak tinggal diam

Sabtu, 10 November 2018 - 21:15 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Ninik Rahayu. Sumber foto: https://bit.ly/2PPlIsn
Anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Ninik Rahayu. Sumber foto: https://bit.ly/2PPlIsn

Elshinta.com - Ombudsman Republik Indonesia meminta Kepolisian segera mengusut kasus dugaan pemerkosaan yang menimpa mahasiswi Universitas Gadjah Mada saat menjalani kuliah kerja nyata (KKN) di Maluku pada 2017 lalu.

"Aparat penegak hukum mestinya tidak tinggal diam karena dalam undang-undang (UU) jelas ini (pemerkosaan) bukan delik aduan," kata anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Ninik Rahayu di Kantor ORI Perwakilan DIY dan Jateng di Yogyakarta, Sabtu (10/11).

Menurut Ninik, karena bukan delik aduan, pihak Kepolisian tidak perlu menunggu laporan untuk bertindak. Apalagi kasus dugaan pemerkosaan itu sudah banyak diberitakan oleh berbagai media massa.

"Mestinya setelah mendengar banyak pemberitaan, kepolisan harus berlari cepat," tegas dia, dikutip Antara.

Kasus pelecehan seksual, kata dia, harus mendapatkan penanganan secara hukum agar tidak berpotensi memicu kasus serupa. "Kasus kekerasan seksual seperti fenomena gunung es, yang lapor hanya satu karena dia yang berani. Masih banyak yang takut melapor," tandasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 15 November 2018 - 12:12 WIB

KPK panggil mantan Wapres Boediono

Timnas Indonesia | 15 November 2018 - 11:55 WIB

Evan Dimas pastikan tak ada masalah laga di Thailand

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:42 WIB

Presiden: Kerja sama maritim kunci utama kemitraan ASEAN-India

Pemasaran | 15 November 2018 - 11:30 WIB

Beberapa strategi pemasaran startup dengan budget yang terbatas

Bencana Alam | 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:08 WIB

Presiden Korsel sambut baik usulan Indonesia terkait Korut

Elshinta.com - Ombudsman Republik Indonesia meminta Kepolisian segera mengusut kasus dugaan pemerkosaan yang menimpa mahasiswi Universitas Gadjah Mada saat menjalani kuliah kerja nyata (KKN) di Maluku pada 2017 lalu.

"Aparat penegak hukum mestinya tidak tinggal diam karena dalam undang-undang (UU) jelas ini (pemerkosaan) bukan delik aduan," kata anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Ninik Rahayu di Kantor ORI Perwakilan DIY dan Jateng di Yogyakarta, Sabtu (10/11).

Menurut Ninik, karena bukan delik aduan, pihak Kepolisian tidak perlu menunggu laporan untuk bertindak. Apalagi kasus dugaan pemerkosaan itu sudah banyak diberitakan oleh berbagai media massa.

"Mestinya setelah mendengar banyak pemberitaan, kepolisan harus berlari cepat," tegas dia, dikutip Antara.

Kasus pelecehan seksual, kata dia, harus mendapatkan penanganan secara hukum agar tidak berpotensi memicu kasus serupa. "Kasus kekerasan seksual seperti fenomena gunung es, yang lapor hanya satu karena dia yang berani. Masih banyak yang takut melapor," tandasnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 15 November 2018 - 12:12 WIB

KPK panggil mantan Wapres Boediono

Kamis, 15 November 2018 - 10:59 WIB

Rupiah terapresiasi sentimen positif dalam negeri

Kamis, 15 November 2018 - 10:48 WIB

IHSG menguat seiring terjaganya fluktuasi rupiah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com