Jumat, 16 November 2018 | 11:24 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pembangunan

Bandara Sukabumi akan berada di dua kecamatan

Minggu, 11 November 2018 - 06:18 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2JW0ljR
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2JW0ljR

Elshinta.com - Lahan bandar udara yang akan dibangun pemerintah pusat di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berada di dua kecamatan yakni Cikembar dan Warungkiara.

"Mayoritas untuk pembangunan bandara ini memang di Kecamatan Cikembar, namun untuk pembangunan fisik lain khususnya `runway` atau landasan pacu juga menggunakan lahan Kecamatan Warungkiara," kata Bupati Sukabumi Marwan Hamami di Sukabumi, Minggu (11/11).

Menurutnya, awalnya untuk landasan pacu pesawat tersebut hanya membutuhkan sekitar 1.600 meter, tetapi berkembang menjadi 2.500 meter sehingga membutuhkan tambahan lahan. Bandara Sukabumi akan dimanfaatkan oleh pesawat jet kecil dengan kapasitas 200 penumpang sehingga membutuhkan "track" yang lebih panjang.

Sekarang menjadi fokus Pemkab Sukabumi adalah membantu Pemprov Jabar dan Pemerintah Pusat untuk mempercepat pembebasan lahan yang terdampak pembangunan proyek infrastruktur perhubungan udara itu. "Sejauh ini memang belum ada laporan terjadinya permasalahan atau kendala terkait pembebasan lahan, tetapi tetap perlu diantisipasi apalagi pemerintah pusat menargetkan pembebasan lahan ini sudah dimulai pada tahun ini atau 2018," tambahnya, dikutip Antara.

Marwan mengatakan pembangunan bandara ini memang program utama pemerintah pusat dalam membangun konektivitas perhubungan di Kabupaten Sukabumi yang tujuan akhirnya untuk mempermudah akses transportasi.

Pembangunan ini pun tentu disambut baik Pemkab Sukabumi dan masyarakat apalagi saat ini pihaknya terus mempromosikan keberadaan Geopark Ciletuh Palabuhanratu yang semakin viral. Dengan adanya akses transportasi yang baik tentunya akan mempermudah kedatangan wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 16 November 2018 - 11:20 WIB

KPK panggil kepala dinas Pemprov Kalteng

Amerika | 16 November 2018 - 11:11 WIB

AS hukum 17 warga Saudi terkait pembunuhan Khashoggi

Kecantikan | 16 November 2018 - 10:44 WIB

Vanesha Prescilla senang eksperimen makeup

Aktual Sepakbola | 16 November 2018 - 10:35 WIB

Bosnia promosi ke strata tertinggi Nations League

Elshinta.com - Lahan bandar udara yang akan dibangun pemerintah pusat di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berada di dua kecamatan yakni Cikembar dan Warungkiara.

"Mayoritas untuk pembangunan bandara ini memang di Kecamatan Cikembar, namun untuk pembangunan fisik lain khususnya `runway` atau landasan pacu juga menggunakan lahan Kecamatan Warungkiara," kata Bupati Sukabumi Marwan Hamami di Sukabumi, Minggu (11/11).

Menurutnya, awalnya untuk landasan pacu pesawat tersebut hanya membutuhkan sekitar 1.600 meter, tetapi berkembang menjadi 2.500 meter sehingga membutuhkan tambahan lahan. Bandara Sukabumi akan dimanfaatkan oleh pesawat jet kecil dengan kapasitas 200 penumpang sehingga membutuhkan "track" yang lebih panjang.

Sekarang menjadi fokus Pemkab Sukabumi adalah membantu Pemprov Jabar dan Pemerintah Pusat untuk mempercepat pembebasan lahan yang terdampak pembangunan proyek infrastruktur perhubungan udara itu. "Sejauh ini memang belum ada laporan terjadinya permasalahan atau kendala terkait pembebasan lahan, tetapi tetap perlu diantisipasi apalagi pemerintah pusat menargetkan pembebasan lahan ini sudah dimulai pada tahun ini atau 2018," tambahnya, dikutip Antara.

Marwan mengatakan pembangunan bandara ini memang program utama pemerintah pusat dalam membangun konektivitas perhubungan di Kabupaten Sukabumi yang tujuan akhirnya untuk mempermudah akses transportasi.

Pembangunan ini pun tentu disambut baik Pemkab Sukabumi dan masyarakat apalagi saat ini pihaknya terus mempromosikan keberadaan Geopark Ciletuh Palabuhanratu yang semakin viral. Dengan adanya akses transportasi yang baik tentunya akan mempermudah kedatangan wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com