Kamis, 15 November 2018 | 12:10 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pendidikan

Menag: Perkuat wawasan kebangsaan guru agama

Minggu, 11 November 2018 - 06:28 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Menteri Agama (Menag) RI, Lukman Hakim Saifuddin. Sumber foto: https://bit.ly/2z1eAji
Menteri Agama (Menag) RI, Lukman Hakim Saifuddin. Sumber foto: https://bit.ly/2z1eAji

Elshinta.com - Menteri Agama (Menag) RI, Lukman Hakim Saifuddin memandang perlu memperkuat wawasan kebangsaan di kalangan para guru agama yang merupakan salah satu kunci dalam mempertahankan keutuhan bangsa yang heterogen.

"Guru adalah sarana utama yang menyampaikan pesan moderasi keberagamaan kepada generasi mendatang," katanya saat pembekalan kepada guru madrasah dari seluruh Indonesia di Hotel Grand Amarossa Bekasi, Sabtu (10/11) malam.

Dalam acara yang bertajuk "Penguatan Pendidikan Karakter, Deradikalisasi, Wawasan Kebangsaan, dan Moderasi Islam bagi guru dan tenaga kependidikan" itu, dihadiri ratusan perwakilan guru madrasah dari berbagai wilayah di Indonesia. Kegiatan itu dilaksanakan oleh Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Agama RI dalam rangka meredam pengaruh radikalisasi yang merasuki generasi muda saat ini.

Menag tampil sebagai keynote speaker dalam dialog dengan sekitar 200 guru madrasah ini. Dia meminta agar para guru madrasah menanamkan ajaran Islam ramah yang rahmatan lilalamin dalam setiap mata pelajaran yang disampaikan kepada pelajar.

Begitu pula agar pelajaran di madrasah jangan berhenti pada aspek syariat saja. "Syariat itu penting dan tidak bisa ditinggalkan. Tetapi mohon jangan berhenti di situ," katanya.

Beragama Islam itu, lanjut Menag, adalah menjalani syariat untuk mencapai hakekat. Bila langkah menuju hakekat beragama telah ditempuh, niscaya akan muncul moderasi keberagamaan sehingga tidak ada radikalisme dan ekstrimisme di Indonesia. "Proses deradikalilasi itu pada dasarnya mengembalikan pemahaman dan pengamalan keagamaan menuju titik tengah atau moderat. Inilah hakekat agama," ujarnya, dikutip Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 15 November 2018 - 11:55 WIB

Evan Dimas pastikan tak ada masalah laga di Thailand

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:42 WIB

Presiden: Kerja sama maritim kunci utama kemitraan ASEAN-India

Pemasaran | 15 November 2018 - 11:30 WIB

Beberapa strategi pemasaran startup dengan budget yang terbatas

Bencana Alam | 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:08 WIB

Presiden Korsel sambut baik usulan Indonesia terkait Korut

Ekonomi | 15 November 2018 - 10:59 WIB

Rupiah terapresiasi sentimen positif dalam negeri

Elshinta.com - Menteri Agama (Menag) RI, Lukman Hakim Saifuddin memandang perlu memperkuat wawasan kebangsaan di kalangan para guru agama yang merupakan salah satu kunci dalam mempertahankan keutuhan bangsa yang heterogen.

"Guru adalah sarana utama yang menyampaikan pesan moderasi keberagamaan kepada generasi mendatang," katanya saat pembekalan kepada guru madrasah dari seluruh Indonesia di Hotel Grand Amarossa Bekasi, Sabtu (10/11) malam.

Dalam acara yang bertajuk "Penguatan Pendidikan Karakter, Deradikalisasi, Wawasan Kebangsaan, dan Moderasi Islam bagi guru dan tenaga kependidikan" itu, dihadiri ratusan perwakilan guru madrasah dari berbagai wilayah di Indonesia. Kegiatan itu dilaksanakan oleh Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Agama RI dalam rangka meredam pengaruh radikalisasi yang merasuki generasi muda saat ini.

Menag tampil sebagai keynote speaker dalam dialog dengan sekitar 200 guru madrasah ini. Dia meminta agar para guru madrasah menanamkan ajaran Islam ramah yang rahmatan lilalamin dalam setiap mata pelajaran yang disampaikan kepada pelajar.

Begitu pula agar pelajaran di madrasah jangan berhenti pada aspek syariat saja. "Syariat itu penting dan tidak bisa ditinggalkan. Tetapi mohon jangan berhenti di situ," katanya.

Beragama Islam itu, lanjut Menag, adalah menjalani syariat untuk mencapai hakekat. Bila langkah menuju hakekat beragama telah ditempuh, niscaya akan muncul moderasi keberagamaan sehingga tidak ada radikalisme dan ekstrimisme di Indonesia. "Proses deradikalilasi itu pada dasarnya mengembalikan pemahaman dan pengamalan keagamaan menuju titik tengah atau moderat. Inilah hakekat agama," ujarnya, dikutip Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 15 November 2018 - 10:59 WIB

Rupiah terapresiasi sentimen positif dalam negeri

Kamis, 15 November 2018 - 10:48 WIB

IHSG menguat seiring terjaganya fluktuasi rupiah

Kamis, 15 November 2018 - 09:35 WIB

JPU: Reza Bukan permasalahkan penangkapannya

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com