Menag: Perkuat wawasan kebangsaan guru agama
Minggu, 11 November 2018 - 06:28 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Menteri Agama (Menag) RI, Lukman Hakim Saifuddin. Sumber foto: https://bit.ly/2z1eAji

Elshinta.com - Menteri Agama (Menag) RI, Lukman Hakim Saifuddin memandang perlu memperkuat wawasan kebangsaan di kalangan para guru agama yang merupakan salah satu kunci dalam mempertahankan keutuhan bangsa yang heterogen.

"Guru adalah sarana utama yang menyampaikan pesan moderasi keberagamaan kepada generasi mendatang," katanya saat pembekalan kepada guru madrasah dari seluruh Indonesia di Hotel Grand Amarossa Bekasi, Sabtu (10/11) malam.

Dalam acara yang bertajuk "Penguatan Pendidikan Karakter, Deradikalisasi, Wawasan Kebangsaan, dan Moderasi Islam bagi guru dan tenaga kependidikan" itu, dihadiri ratusan perwakilan guru madrasah dari berbagai wilayah di Indonesia. Kegiatan itu dilaksanakan oleh Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Agama RI dalam rangka meredam pengaruh radikalisasi yang merasuki generasi muda saat ini.

Menag tampil sebagai keynote speaker dalam dialog dengan sekitar 200 guru madrasah ini. Dia meminta agar para guru madrasah menanamkan ajaran Islam ramah yang rahmatan lilalamin dalam setiap mata pelajaran yang disampaikan kepada pelajar.

Begitu pula agar pelajaran di madrasah jangan berhenti pada aspek syariat saja. "Syariat itu penting dan tidak bisa ditinggalkan. Tetapi mohon jangan berhenti di situ," katanya.

Beragama Islam itu, lanjut Menag, adalah menjalani syariat untuk mencapai hakekat. Bila langkah menuju hakekat beragama telah ditempuh, niscaya akan muncul moderasi keberagamaan sehingga tidak ada radikalisme dan ekstrimisme di Indonesia. "Proses deradikalilasi itu pada dasarnya mengembalikan pemahaman dan pengamalan keagamaan menuju titik tengah atau moderat. Inilah hakekat agama," ujarnya, dikutip Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 22 Januari 2019 - 20:13 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang didukung perusahaan-perusahaan...
Selasa, 22 Januari 2019 - 16:43 WIB
Elshinta.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kem...
Selasa, 22 Januari 2019 - 16:14 WIB
Elshinta.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan m...
Senin, 21 Januari 2019 - 13:05 WIB
Elshinta.com - Fenomena berita hoaks dewasa ini menjadi konsumsi sehari-hari bangsa Indonesia. ...
Senin, 21 Januari 2019 - 11:57 WIB
Elshinta.com - Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer di sekolah-sekolah yang berlok...
Senin, 21 Januari 2019 - 10:52 WIB
Elshinta.com - DPRD Kota Ternate, Maluku Utara, meminta agar pemkot setempat segera menunt...
Sabtu, 19 Januari 2019 - 16:16 WIB
Elshinta.com -Ketua Program Studi HI Universitas Alghifari Dr. Dina S.IP M.Si melakukan penanda...
Jumat, 18 Januari 2019 - 20:26 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 14 sekolah di Jawa Barat jalin kerjasama dengan sejumlah peru...
Jumat, 18 Januari 2019 - 00:35 WIB
Elshinta.com - Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Rudolf Alberth Rodja bersama jajarannya mel...
Rabu, 16 Januari 2019 - 18:47 WIB
Elshinta.com - PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VIII melalui fungsi Aviasi me...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)