Kamis, 15 November 2018 | 12:10 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

PBNU minta guru madrasah hindari propaganda berkedok agama

Minggu, 11 November 2018 - 06:50 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2vT7Jt0
Sumber foto: https://bit.ly/2vT7Jt0

Elshinta.com - Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Mas'udi meminta seluruh guru madrasah tidak menyebarkan propaganda berkedok agama menjelang Pemilihan Umum Presiden 2019.

"Tahun politik sering diiringi dengan berbagai macam propaganda yang di antaranya bertopeng agama. Hal ini menyebabkan pemanasan suasana politik dan keagamaan di negeri ini," katanya di Bekasi.

Hal itu dikatakannya dalam agenda diskusi dengan para guru madrasah se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, di Hotel Amarossa, Bekasi, Sabtu (10/11) malam.

Para guru madrasah diminta tidak ikut menyebarkan pesimisme dan ketakutan kepada pelajar dan umat islam pada umumnya yang berkaitan dengan kabar bohong.

Dalam acara yang bertajuk "Wawasan kebangsaan dan moderasi Islam" ini, cendekiawan muslim ini mengungkap sebagian umat Islam terkesan tidak menampakkan kelembutan sebagaimana ajaran `khairu ummah` yang diserukan oleh Rasulullah. "Karena alasan tertentu, prinsip `umat terbaik` itu justru dikikis oleh umat Islam sendiri dengan melakukan perilaku-perilaku yang jauh dari prinsip ajaran Islam," katanya, dikutip Antara.

Bahkan saat ini, kata Masdar, oknum tersebut tak segan menyebarkan pesimisme, ketidakpuasan bahkan kemarahan terhadap situasi yang ada saat ini dengan mengibarkan simbol agama. "Hal ini menciptakan rasa cemas dan apatisme yang ujung-ujungnya dapat dimobilisasi untuk kepentingan pihak tertentu," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 15 November 2018 - 11:55 WIB

Evan Dimas pastikan tak ada masalah laga di Thailand

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:42 WIB

Presiden: Kerja sama maritim kunci utama kemitraan ASEAN-India

Pemasaran | 15 November 2018 - 11:30 WIB

Beberapa strategi pemasaran startup dengan budget yang terbatas

Bencana Alam | 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:08 WIB

Presiden Korsel sambut baik usulan Indonesia terkait Korut

Ekonomi | 15 November 2018 - 10:59 WIB

Rupiah terapresiasi sentimen positif dalam negeri

Elshinta.com - Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Mas'udi meminta seluruh guru madrasah tidak menyebarkan propaganda berkedok agama menjelang Pemilihan Umum Presiden 2019.

"Tahun politik sering diiringi dengan berbagai macam propaganda yang di antaranya bertopeng agama. Hal ini menyebabkan pemanasan suasana politik dan keagamaan di negeri ini," katanya di Bekasi.

Hal itu dikatakannya dalam agenda diskusi dengan para guru madrasah se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, di Hotel Amarossa, Bekasi, Sabtu (10/11) malam.

Para guru madrasah diminta tidak ikut menyebarkan pesimisme dan ketakutan kepada pelajar dan umat islam pada umumnya yang berkaitan dengan kabar bohong.

Dalam acara yang bertajuk "Wawasan kebangsaan dan moderasi Islam" ini, cendekiawan muslim ini mengungkap sebagian umat Islam terkesan tidak menampakkan kelembutan sebagaimana ajaran `khairu ummah` yang diserukan oleh Rasulullah. "Karena alasan tertentu, prinsip `umat terbaik` itu justru dikikis oleh umat Islam sendiri dengan melakukan perilaku-perilaku yang jauh dari prinsip ajaran Islam," katanya, dikutip Antara.

Bahkan saat ini, kata Masdar, oknum tersebut tak segan menyebarkan pesimisme, ketidakpuasan bahkan kemarahan terhadap situasi yang ada saat ini dengan mengibarkan simbol agama. "Hal ini menciptakan rasa cemas dan apatisme yang ujung-ujungnya dapat dimobilisasi untuk kepentingan pihak tertentu," katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 15 November 2018 - 10:59 WIB

Rupiah terapresiasi sentimen positif dalam negeri

Kamis, 15 November 2018 - 10:48 WIB

IHSG menguat seiring terjaganya fluktuasi rupiah

Kamis, 15 November 2018 - 09:35 WIB

JPU: Reza Bukan permasalahkan penangkapannya

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com