Jumat, 16 November 2018 | 11:26 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Polda dan tokoh masyarakat ajak warga perangi hoaks

Minggu, 11 November 2018 - 10:15 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2DfaPtq
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2DfaPtq

Elshinta.com - Kepolisian Daerah Lampung terus gencar melakukan deklarasi ke sejumlah wilayah dalam rangka memerangi berita hoaks yang terjadi di wilayah Provinsi Lampung.

"Kita lakukan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak terlalu mempercayai berita yang belum tentu kebenarannya. Kita juga mengajak agar masyarakat menyaring terdahulu setiap mendapatkan informasi sebelum membagikannya," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Lampung, Kombes Sulistyaningsih saat dihubungi melalui teleponnya, di Bandarlampung, Minggu (11/11).

Dia mengatakan, selain dilakukan penyuluhan maupun deklarasi kepada masyarakat, pihaknya juga selalu memantau pergerakan masyarakat dalam menggunakan media sosial (Medsos) oleh Tim Cyber Crime Polda Lampung. "Selama 24 jam kita terus memantau pergerakan di media sosial yang membuat maupun yang membagikan berita hoaks. Baru-baru ini juga kami menangkap satu pelaku penyebar hoaks asal Lampung Timur. Sekali lagi kami meminta kepada pengguna media sosial khususnya masyarakat Lampung agar untuk menyaring terlebih dahulu informasi yang didapat," jelasnya.

Dihubungi terpisah, tokoh masyarakat Provinsi Lampung, Andi Surya mengatakan, bahwa berita hoax adalah berita yang cenderung tidak benar dan berdampak pada sesuatu yang diragukan faktanya. "Hal-hal seperti ini kita tidak boleh harus mempercayainya. Bagi masyarakat sendiri yang memiliki kemampuan untuk analisis sebuah berita seharusnya dapat melihat apakah benar atau tidaknya berita tersebut," ujarnya, saat dihubungi melalui teleponnya.

Menurut Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) ini, berita hoaks yang beredar merupakan sebuah penggiringan isu yang ditujukan untuk orang tertentu. Ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak terlalu percaya dan diharuskan untuk memilah dan dicerna dengan baik agar mengetahui mana yang tidak benar dan mana yang menjadi informasi.

"Dengan demikian masyarakat dapat melihat apa yang disampaikan itu benar atau tidaknya. Yang terpenting juga adalah penerapan Undang-undang ITE sehingga dapat memerangi berita hoaks dengan bantuan hukum yang ada di negara ini," tandasnya, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 16 November 2018 - 11:20 WIB

KPK panggil kepala dinas Pemprov Kalteng

Amerika | 16 November 2018 - 11:11 WIB

AS hukum 17 warga Saudi terkait pembunuhan Khashoggi

Kecantikan | 16 November 2018 - 10:44 WIB

Vanesha Prescilla senang eksperimen makeup

Aktual Sepakbola | 16 November 2018 - 10:35 WIB

Bosnia promosi ke strata tertinggi Nations League

Elshinta.com - Kepolisian Daerah Lampung terus gencar melakukan deklarasi ke sejumlah wilayah dalam rangka memerangi berita hoaks yang terjadi di wilayah Provinsi Lampung.

"Kita lakukan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak terlalu mempercayai berita yang belum tentu kebenarannya. Kita juga mengajak agar masyarakat menyaring terdahulu setiap mendapatkan informasi sebelum membagikannya," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Lampung, Kombes Sulistyaningsih saat dihubungi melalui teleponnya, di Bandarlampung, Minggu (11/11).

Dia mengatakan, selain dilakukan penyuluhan maupun deklarasi kepada masyarakat, pihaknya juga selalu memantau pergerakan masyarakat dalam menggunakan media sosial (Medsos) oleh Tim Cyber Crime Polda Lampung. "Selama 24 jam kita terus memantau pergerakan di media sosial yang membuat maupun yang membagikan berita hoaks. Baru-baru ini juga kami menangkap satu pelaku penyebar hoaks asal Lampung Timur. Sekali lagi kami meminta kepada pengguna media sosial khususnya masyarakat Lampung agar untuk menyaring terlebih dahulu informasi yang didapat," jelasnya.

Dihubungi terpisah, tokoh masyarakat Provinsi Lampung, Andi Surya mengatakan, bahwa berita hoax adalah berita yang cenderung tidak benar dan berdampak pada sesuatu yang diragukan faktanya. "Hal-hal seperti ini kita tidak boleh harus mempercayainya. Bagi masyarakat sendiri yang memiliki kemampuan untuk analisis sebuah berita seharusnya dapat melihat apakah benar atau tidaknya berita tersebut," ujarnya, saat dihubungi melalui teleponnya.

Menurut Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) ini, berita hoaks yang beredar merupakan sebuah penggiringan isu yang ditujukan untuk orang tertentu. Ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak terlalu percaya dan diharuskan untuk memilah dan dicerna dengan baik agar mengetahui mana yang tidak benar dan mana yang menjadi informasi.

"Dengan demikian masyarakat dapat melihat apa yang disampaikan itu benar atau tidaknya. Yang terpenting juga adalah penerapan Undang-undang ITE sehingga dapat memerangi berita hoaks dengan bantuan hukum yang ada di negara ini," tandasnya, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com