Wagub akui sulit yakinkan investor ke Kepri
Minggu, 11 November 2018 - 10:48 WIB | Penulis : Rizky Sandra | Editor : Administrator
Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Isdianto. Sumber foto: https://bit.ly/2PYFbY1

Elshinta.com - Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Isdianto mengakui bahwa birokrasi perizinan masih berbelit-belit sehingga pemerintah provinsi juga kesulitan dalam meyakinkan investor mengenai prospek berbisnis di Kepri.

"Persoalannya sekarang itu ada atau tidak investor mau menanamkan modal di Kepri. Sulit, susah, meyakinkan mereka," kata Isdianto di Tanjungpinang, Sabtu (10/11).

Menurut dia, menarik investor ke Kepri bukan pekerjaan yang mudah, meski promosi sudah dilakukan.

Persoalan utama yang dihadapi Pemprov Kepri dalam melobi investor masih soal birokrasi perizinan, keamanan, kenyamanan dan fasilitas.

Selama ini, kata dia, investor harus berhadapan dengan birokrasi perizinan yang panjang. Untuk membuka usaha berskala besar mereka tidak hanya mengurus perizinan di tingkat lokal, tetapi hingga ke pusat.

"Jadi ada keluhan dari para investor maupun calon investor. Birokrasi perizinan usaha masih banyak dan berbelit-belit. Seharusnya, dipermudah," ucapnya, dikutip Antara.

Isdianto mengatakan, investasi yang lesu menyebabkan peluang kerja terbatas. Kondisi ini yang menyebabkan tingkat pengangguran di Kepri meningkat, dan mendapat peringkat keempat di Indonesia.

"Investasi tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan perekonomian, melainkan juga peluang kerja," ujarnya.

Ia mengatakan Pemprov Kepri harus bersinergi dengan pemerintah pusat, kabupaten dan kota untuk meningkatkan sektor investasi. Tanpa sinergisitas, sulit rasanya investasi di Kepri meningkat, meski potensi kemaritiman sangat besar.

"Harapan kita UU Provinsi Kepulauan disahkan setelah Kepri mendapat hak untuk mengelola sektor labuh jangkar. Kami yakin, investasi meningkat jika undang-undang itu disahkan," katanya, demikian Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 25 April 2019 - 21:54 WIB
Elshinta.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa nilar tuka...
Kamis, 25 April 2019 - 21:12 WIB
Elshinta.com - Badan Pemenangan Provinsi (BPP) untuk pasangan calon presiden nomor urut 02...
Kamis, 25 April 2019 - 19:44 WIB
Elshinta.com - Wartawan atau awak media merupakan mitra strategis dalam penanggulangan ben...
Kamis, 25 April 2019 - 19:31 WIB
Elshinta.com - Mahkamah Konstitusi (MK) melalui putusannya yang diucapkan di Gedung MK Jak...
Kamis, 25 April 2019 - 19:17 WIB
Elshinta.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menambah kapal patroli, guna mengoptimal...
Kamis, 25 April 2019 - 18:15 WIB
Elshinta.com - Kepala kepolisian Resor (Kapolres) Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy memimpin pel...
Kamis, 25 April 2019 - 17:27 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Resor Majalengka, Jawa Barat melaksanakan pembinaan rohani dan mental...
Kamis, 25 April 2019 - 17:19 WIB
Elshinta.com - Aliansi Pekerja Buruh Daerah (APBD) Sumatera Utara meminta Presiden RI dan ...
Kamis, 25 April 2019 - 16:55 WIB
Elshinta.com - Sejumlah ormas Islan di Kota Depok mendukung protes Pemkot Depok kepada Komisi P...
Kamis, 25 April 2019 - 16:48 WIB
Elshinta.com - Hingga Kamis (25/4) sore, pukul 16:30:05 WIB, data yang masuk di Sistem Informas...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)