Kamis, 15 November 2018 | 12:15 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Musibah

Jalan utama penghubung Bandung-Cianjur Selatan terputus

Minggu, 11 November 2018 - 11:14 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Administrator
Jalur Selatan Cianjur-Bandung terputus akibat longsor. Sumber foto: https://bit.ly/2z6yPvI
Jalur Selatan Cianjur-Bandung terputus akibat longsor. Sumber foto: https://bit.ly/2z6yPvI

Elshinta.com - Jalan utama penghubung Bandung-Cianjur Selatan, Jawa Barat, terputus akibat longsor yang menutupi jalan sepanjang 20 meter setelah tebing setinggi 15 meter di pinggir jalan ambruk.

Ambruknya tebing Citatang setinggi 15 meter di Kampung Cigarogol, Desa Naringgul, Kecamatan Naringgul, seiring turunnya hujan dengan intensitas tinggi dan lama, sehingga tebing ambruk dengan material menutup landasan jalan.

"Saya tidak tahu persis, namun saat hendak melintas menuju Bandung dari Cianjur, landasan jalan sudah tertutup longsor dengan panjang hampir 20 meter dengan ketinggian material menutup jalan setinggi empat meter," kata Hasan (37) pengguna jalan pada wartawan Minggu (11/11).

Akibatnya puluhan kendaraan yang sebagian besar membawa hasil bumi untuk dijual ke Bandung tepatnya ke Pasar Caringin-Bandung, tidak dapat melintas. Hingga saat ini aparat desa, kecamatan dan warga sekitar berusaha menyingkirkan material longsor.

"Harapan kami jalan dapat kembali dilalui dan dinas terkait segera menurunkan alat berat agar jalan dapat dibuka karena saat ini upaya menyingirkan material longsor hanya mengunakan alat seadanya," kata Hasan.

Kapolsek Naringgul melalui anggotanya Aiptu Heri Sobari mengatakan, upaya menyingkirkan material longsor langsung dilakukan berbagai pihak ketika mendapat laporan dari warga putusnya jalur Cianjur-Bandung untuk kesekian kalinya akibat longsor.

"Longsoran tanah bercampur batu dan pohon berbagai ukuran menutup akse jalan nasional yang menghubungkan Cianjur-Bandung, di Kampung Cigarogol, Desa Naringgul, akibat hujan yang turun deras selama hampir 12 jam," katanya.

Pihaknya sudah berkordinasi dengan PU Binamarga agar segera menurunkan alat berat guna membuka kembali akses utama penghubung antar kabupaten itu karena selama ini jalan tersebut merupakan akses yang cukup padat terutama menjelang malam.

"Setiap sore hingga malam jalur tersebut merupakan jalur utama warga untuk menjual hasil bumi ke Bandung dan kota lain di luar Cianjur. Kami sudah berkordinasi dengan Binamarga untuk mengirim alat berat," katanya, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 15 November 2018 - 12:12 WIB

KPK panggil mantan Wapres Boediono

Timnas Indonesia | 15 November 2018 - 11:55 WIB

Evan Dimas pastikan tak ada masalah laga di Thailand

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:42 WIB

Presiden: Kerja sama maritim kunci utama kemitraan ASEAN-India

Pemasaran | 15 November 2018 - 11:30 WIB

Beberapa strategi pemasaran startup dengan budget yang terbatas

Bencana Alam | 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:08 WIB

Presiden Korsel sambut baik usulan Indonesia terkait Korut

Elshinta.com - Jalan utama penghubung Bandung-Cianjur Selatan, Jawa Barat, terputus akibat longsor yang menutupi jalan sepanjang 20 meter setelah tebing setinggi 15 meter di pinggir jalan ambruk.

Ambruknya tebing Citatang setinggi 15 meter di Kampung Cigarogol, Desa Naringgul, Kecamatan Naringgul, seiring turunnya hujan dengan intensitas tinggi dan lama, sehingga tebing ambruk dengan material menutup landasan jalan.

"Saya tidak tahu persis, namun saat hendak melintas menuju Bandung dari Cianjur, landasan jalan sudah tertutup longsor dengan panjang hampir 20 meter dengan ketinggian material menutup jalan setinggi empat meter," kata Hasan (37) pengguna jalan pada wartawan Minggu (11/11).

Akibatnya puluhan kendaraan yang sebagian besar membawa hasil bumi untuk dijual ke Bandung tepatnya ke Pasar Caringin-Bandung, tidak dapat melintas. Hingga saat ini aparat desa, kecamatan dan warga sekitar berusaha menyingkirkan material longsor.

"Harapan kami jalan dapat kembali dilalui dan dinas terkait segera menurunkan alat berat agar jalan dapat dibuka karena saat ini upaya menyingirkan material longsor hanya mengunakan alat seadanya," kata Hasan.

Kapolsek Naringgul melalui anggotanya Aiptu Heri Sobari mengatakan, upaya menyingkirkan material longsor langsung dilakukan berbagai pihak ketika mendapat laporan dari warga putusnya jalur Cianjur-Bandung untuk kesekian kalinya akibat longsor.

"Longsoran tanah bercampur batu dan pohon berbagai ukuran menutup akse jalan nasional yang menghubungkan Cianjur-Bandung, di Kampung Cigarogol, Desa Naringgul, akibat hujan yang turun deras selama hampir 12 jam," katanya.

Pihaknya sudah berkordinasi dengan PU Binamarga agar segera menurunkan alat berat guna membuka kembali akses utama penghubung antar kabupaten itu karena selama ini jalan tersebut merupakan akses yang cukup padat terutama menjelang malam.

"Setiap sore hingga malam jalur tersebut merupakan jalur utama warga untuk menjual hasil bumi ke Bandung dan kota lain di luar Cianjur. Kami sudah berkordinasi dengan Binamarga untuk mengirim alat berat," katanya, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Kamis, 15 November 2018 - 10:36 WIB

BNN beri kosultasi peminum air rebusan pembalut

Rabu, 14 November 2018 - 20:37 WIB

Empat korban JT 610 kembali teridentifikasi

Rabu, 14 November 2018 - 20:27 WIB

Jabar siaga banjir-longsor hingga Mei 2019

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com