Sabtu, 17 November 2018 | 10:30 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Dishub berikan toleransi angkutan batubara Muaraenim

Minggu, 11 November 2018 - 12:12 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Administrator
Jalur Khusus Batubara. Sumber foto: https://bit.ly/2OEWx7g
Jalur Khusus Batubara. Sumber foto: https://bit.ly/2OEWx7g

Elshinta.com - Dinas Perhubungan Sumatera Selatan masih memberikan toleransi terhadap angkutan batubara jalur Kabupaten Muaraenim-Lahat terutama stasiun pengisian hasil tambang tersebut.

Berdasarkan surat edaran Dishub Sumsel yang diterima di Palembang, Minggu (11/11), menyatakan angkutan batubara dari Muaraenim-Lahat masih diberi toleransi.

Namun angkutan batubara tersebut diberi waktu operasional pada malam hari, kata Kepala Dinas Perhubungan Sumsel Nelson Firdaus.

"Kita beri waktu mulai pukul 18.00 WIB hingga 05.00 WIB," kata dia, dikutip Antara.

Ia melanjutkan, diberi waktu kendaraan pengangkut batubara pada malam hari itu supaya tidak mengganggu arus lalulintas Muaraenim menuju Lahat dan sebaliknya.

Memang, kata dia, jarak antara Muaraenim menuju Lahat tidak terlalu jauh bahkan lokasi batubara tersebut berbatasan.

Oleh karena itu pihaknya memberikan toleransi bagi angkutan batubara di dua kabupaten tersebut untuk operasional pada malam hari.

Memang untuk kendaraan angkutan batubara menuju Palembang tidak diperbolehkan lagi. Hal itu sesuai dengan peraturan gubernur bahwa mulai tanggal 8 November semua kendaraan hasil tambang tersebut tidak diperbolehkan lagi melalui jalan umum, ujar dia.

"Semua kendaraan angkutan batubara harus melalui jalan khusus yakni Sirvo sesuai dengan aturan tersebut," kata dia.

Sebelumnya Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sumsel Robert Heri mengatakan, jalan khusus itu siap digunakan kendaraan angkutan batubara.

"Jadi semua kendaraan batubara tidak boleh lagi melalui jalan umum yang tujuan ke Palembang," tambah dia.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 10:25 WIB

Pemerintah fokus bangun SPBU BBM satu harga

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 10:12 WIB

Jadi target hoaks, Ridwan Kamil angkat bicara

Kriminalitas | 17 November 2018 - 09:45 WIB

Komplotan penipuan `Hijacking` dibekuk Siber Bareskrim Polri

Kriminalitas | 17 November 2018 - 09:35 WIB

Seorang kakek keji perkosa siswi SMP hingga hamil

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 09:25 WIB

Harimau yang terjebak di pasar Riau terluka akibat terjerat

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 09:15 WIB

Taspen berikan perlindungan lengkap bagi ASN

Elshinta.com - Dinas Perhubungan Sumatera Selatan masih memberikan toleransi terhadap angkutan batubara jalur Kabupaten Muaraenim-Lahat terutama stasiun pengisian hasil tambang tersebut.

Berdasarkan surat edaran Dishub Sumsel yang diterima di Palembang, Minggu (11/11), menyatakan angkutan batubara dari Muaraenim-Lahat masih diberi toleransi.

Namun angkutan batubara tersebut diberi waktu operasional pada malam hari, kata Kepala Dinas Perhubungan Sumsel Nelson Firdaus.

"Kita beri waktu mulai pukul 18.00 WIB hingga 05.00 WIB," kata dia, dikutip Antara.

Ia melanjutkan, diberi waktu kendaraan pengangkut batubara pada malam hari itu supaya tidak mengganggu arus lalulintas Muaraenim menuju Lahat dan sebaliknya.

Memang, kata dia, jarak antara Muaraenim menuju Lahat tidak terlalu jauh bahkan lokasi batubara tersebut berbatasan.

Oleh karena itu pihaknya memberikan toleransi bagi angkutan batubara di dua kabupaten tersebut untuk operasional pada malam hari.

Memang untuk kendaraan angkutan batubara menuju Palembang tidak diperbolehkan lagi. Hal itu sesuai dengan peraturan gubernur bahwa mulai tanggal 8 November semua kendaraan hasil tambang tersebut tidak diperbolehkan lagi melalui jalan umum, ujar dia.

"Semua kendaraan angkutan batubara harus melalui jalan khusus yakni Sirvo sesuai dengan aturan tersebut," kata dia.

Sebelumnya Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sumsel Robert Heri mengatakan, jalan khusus itu siap digunakan kendaraan angkutan batubara.

"Jadi semua kendaraan batubara tidak boleh lagi melalui jalan umum yang tujuan ke Palembang," tambah dia.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Sabtu, 17 November 2018 - 10:25 WIB

Pemerintah fokus bangun SPBU BBM satu harga

Sabtu, 17 November 2018 - 10:12 WIB

Jadi target hoaks, Ridwan Kamil angkat bicara

Sabtu, 17 November 2018 - 09:15 WIB

Taspen berikan perlindungan lengkap bagi ASN

Sabtu, 17 November 2018 - 08:39 WIB

Presiden menuju Papua Nugini untuk hadiri KTT APEC

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com