Mendag: Harga telur dan ayam berpotensi naik
Minggu, 11 November 2018 - 12:39 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Dewi Rusiana
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Sumber foto: https://bit.ly/2pMJo24

Elshinta.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan harga telur dan ayam berpotensi naik pada akhir tahun ini, mengingat tingginya permintaan warga menjelang Natal dan Tahun Baru.

"Telur dan ayam ada potensi kenaikan harga," kata Menteri dalam Rapat Koordinasi Nasional Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 di Batam, Kepulauan Riau, Minggu (11/11).

Ia mengatakan saat menjelang Natal dan Tahun Baru, kebutuhan masyarakat akan telur meningkat, sedangkan pasokannya relatif mengkhawatirkan. "Supply-nya, saya khawatir berkurang, mudah-mudahan tidak, maka akan jadi persoalan," kata dia.

Menteri meminta seluruh kepala dinas perdagangan untuk terus mengawasi kenaikan harga komoditas itu. Menteri menjabarkan, pemerintah sebenarnya sudah menerapkan strategi untuk menekan kenaikan harga telur, sejak komoditas itu mengalami penurunan harga beberapa waktu lalu.

"Saat harga telur turun, kami justru menaikkan harga batas bawah dan meminta pedagang retail modern membeli harga lebih tinggi sehingga para peternak tidak mengalami kerugian," kata dia.

Bila harga telur dibiarkan melemah, maka ia khawatir peternak memilih afkir dini, memotong ayam petelur. Pada akhirnya, pasokan telur berkurang dan harga akan meningkat lebih tinggi. "Kami meminta tolong koordinasi dengan pasar, membeli jangan terlalu rendah," kata dia.

Dikutip Antara, selain telur dan ayam, harga cabai merah dan cabai keriting juga betpotensi naik, dipengaruhi keterbatasan pasokan karena sudah memasuki musim hujan. Sementara itu, secara keseluruhan menurut mendag, harga komoditas pangan relatif stabil, tidak terlalu mempengaruhi inflasi. "Kontribusi 'volatile food' tidak tinggi pada inflasi," kata dia.

Pasokan beras relatif mencukupi, demikian pula minyak goreng, daging, bawang putih dan bawang merah.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sabtu, 19 Januari 2019 - 07:41 WIB
Elshinta.com - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun pada akhi...
Jumat, 18 Januari 2019 - 16:58 WIB
Elshinta.com - Menteri BUMN Rini Soemarno menargetkan nasabah program Membina Ekonomi Kelu...
Jumat, 18 Januari 2019 - 12:47 WIB
Elshinta.com - PT Pertamina (Persero) mengembangkan berbagai jenis bahan bakar minyak (BBM...
Jumat, 18 Januari 2019 - 11:50 WIB
Elshinta.com -Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (18...
Jumat, 18 Januari 2019 - 08:12 WIB
Elshinta.com - Pemerintah menyatakan tetap optimistis dalam menatap perekonomian Indonesia...
Kamis, 17 Januari 2019 - 13:26 WIB
Elshinta.com - Penerimaan negara dari industri hulu minyak dan gas bumi di tahun 2018 meni...
Kamis, 17 Januari 2019 - 13:17 WIB
Elshinta.com - Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) Armand Herma...
Kamis, 17 Januari 2019 - 11:01 WIB
Elshinta.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (17/1)...
Kamis, 17 Januari 2019 - 06:53 WIB
Elshinta.com -Kementerian Kelautan dan Perikanan terus mendukung upaya peningkatan ekspor dari ...
Rabu, 16 Januari 2019 - 21:05 WIB
Elshinta.com - Setelah beberapa saat ratusan mantan awak mobil tangki (AMT) Pertamina beru...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)