Sabtu, 17 November 2018 | 10:33 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Mendag: Harga telur dan ayam berpotensi naik

Minggu, 11 November 2018 - 12:39 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Sumber foto: https://bit.ly/2pMJo24
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Sumber foto: https://bit.ly/2pMJo24

Elshinta.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan harga telur dan ayam berpotensi naik pada akhir tahun ini, mengingat tingginya permintaan warga menjelang Natal dan Tahun Baru.

"Telur dan ayam ada potensi kenaikan harga," kata Menteri dalam Rapat Koordinasi Nasional Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 di Batam, Kepulauan Riau, Minggu (11/11).

Ia mengatakan saat menjelang Natal dan Tahun Baru, kebutuhan masyarakat akan telur meningkat, sedangkan pasokannya relatif mengkhawatirkan. "Supply-nya, saya khawatir berkurang, mudah-mudahan tidak, maka akan jadi persoalan," kata dia.

Menteri meminta seluruh kepala dinas perdagangan untuk terus mengawasi kenaikan harga komoditas itu. Menteri menjabarkan, pemerintah sebenarnya sudah menerapkan strategi untuk menekan kenaikan harga telur, sejak komoditas itu mengalami penurunan harga beberapa waktu lalu.

"Saat harga telur turun, kami justru menaikkan harga batas bawah dan meminta pedagang retail modern membeli harga lebih tinggi sehingga para peternak tidak mengalami kerugian," kata dia.

Bila harga telur dibiarkan melemah, maka ia khawatir peternak memilih afkir dini, memotong ayam petelur. Pada akhirnya, pasokan telur berkurang dan harga akan meningkat lebih tinggi. "Kami meminta tolong koordinasi dengan pasar, membeli jangan terlalu rendah," kata dia.

Dikutip Antara, selain telur dan ayam, harga cabai merah dan cabai keriting juga betpotensi naik, dipengaruhi keterbatasan pasokan karena sudah memasuki musim hujan. Sementara itu, secara keseluruhan menurut mendag, harga komoditas pangan relatif stabil, tidak terlalu mempengaruhi inflasi. "Kontribusi 'volatile food' tidak tinggi pada inflasi," kata dia.

Pasokan beras relatif mencukupi, demikian pula minyak goreng, daging, bawang putih dan bawang merah.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 10:25 WIB

Pemerintah fokus bangun SPBU BBM satu harga

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 10:12 WIB

Jadi target hoaks, Ridwan Kamil angkat bicara

Kriminalitas | 17 November 2018 - 09:45 WIB

Komplotan penipuan `Hijacking` dibekuk Siber Bareskrim Polri

Kriminalitas | 17 November 2018 - 09:35 WIB

Seorang kakek keji perkosa siswi SMP hingga hamil

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 09:25 WIB

Harimau yang terjebak di pasar Riau terluka akibat terjerat

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 09:15 WIB

Taspen berikan perlindungan lengkap bagi ASN

Elshinta.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan harga telur dan ayam berpotensi naik pada akhir tahun ini, mengingat tingginya permintaan warga menjelang Natal dan Tahun Baru.

"Telur dan ayam ada potensi kenaikan harga," kata Menteri dalam Rapat Koordinasi Nasional Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 di Batam, Kepulauan Riau, Minggu (11/11).

Ia mengatakan saat menjelang Natal dan Tahun Baru, kebutuhan masyarakat akan telur meningkat, sedangkan pasokannya relatif mengkhawatirkan. "Supply-nya, saya khawatir berkurang, mudah-mudahan tidak, maka akan jadi persoalan," kata dia.

Menteri meminta seluruh kepala dinas perdagangan untuk terus mengawasi kenaikan harga komoditas itu. Menteri menjabarkan, pemerintah sebenarnya sudah menerapkan strategi untuk menekan kenaikan harga telur, sejak komoditas itu mengalami penurunan harga beberapa waktu lalu.

"Saat harga telur turun, kami justru menaikkan harga batas bawah dan meminta pedagang retail modern membeli harga lebih tinggi sehingga para peternak tidak mengalami kerugian," kata dia.

Bila harga telur dibiarkan melemah, maka ia khawatir peternak memilih afkir dini, memotong ayam petelur. Pada akhirnya, pasokan telur berkurang dan harga akan meningkat lebih tinggi. "Kami meminta tolong koordinasi dengan pasar, membeli jangan terlalu rendah," kata dia.

Dikutip Antara, selain telur dan ayam, harga cabai merah dan cabai keriting juga betpotensi naik, dipengaruhi keterbatasan pasokan karena sudah memasuki musim hujan. Sementara itu, secara keseluruhan menurut mendag, harga komoditas pangan relatif stabil, tidak terlalu mempengaruhi inflasi. "Kontribusi 'volatile food' tidak tinggi pada inflasi," kata dia.

Pasokan beras relatif mencukupi, demikian pula minyak goreng, daging, bawang putih dan bawang merah.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Sabtu, 17 November 2018 - 10:25 WIB

Pemerintah fokus bangun SPBU BBM satu harga

Sabtu, 17 November 2018 - 10:12 WIB

Jadi target hoaks, Ridwan Kamil angkat bicara

Sabtu, 17 November 2018 - 09:15 WIB

Taspen berikan perlindungan lengkap bagi ASN

Sabtu, 17 November 2018 - 08:39 WIB

Presiden menuju Papua Nugini untuk hadiri KTT APEC

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com