Sabtu, 17 November 2018 | 10:35 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Usaha rumah bongkar pasang di Palembang eksis

Minggu, 11 November 2018 - 13:32 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Administrator
Rumah bongkar pasang. Sumber foto: https://bit.ly/2JUm8bH
Rumah bongkar pasang. Sumber foto: https://bit.ly/2JUm8bH

Elshinta.com - Kegiatan usaha kerajinan pertukangan kayu pembuatan rumah bongkar pasang di Kota Palembang dan Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan bisa bertahan atau eksis di tengah kehidupan modern sekarang ini.

Usaha yang awalnya ditekuni warga Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir kini berkembang ke Palembang karena peminatnya hingga kini masih cukup tinggi, kata Tri Gusmana salah seorang pengelola usaha kerajinan pertukangan kayu rumah bongkar pasang, di Palembang, Minggu (11/11).

Menurut dia, rumah kayu yang bisa dengan mudah dibongkar dan dipasang di lahan/lokasi yang diinginkan sekarang ini peminatnya tidak hanya masyarakat dari wilayah Sumsel saja.

"Peminat rumah kayu dari sejumlah provinsi di Sumatera dan Jawa, bahkan ke Bali dan pernah beberapa kali dikirim ke luar negeri," katanya, dikutip Antara.

Ia menjelaskan mengenai harga jual rumah kayu bongkar pasang tersebut bervariasi tergantung bentuk, ukuran dan kualitas kayu yang digunakan.

Untuk rumah bongkar pasang ukuran 6 x 8 meter dengan satu kamar di hargai Rp70-80 juta per unit, sedangkan rumah ukuran 8 x 12 meter dengan tiga kamar dijual dengan harga Rp150-170 juta per unit.

Selain rumah tinggal, pihaknya juga melayani pembuatan gazebo kayu bongkar pasang sebagai tempat berkumpul/dantai di halaman depan dan belakang rumah utama.

Untuk penjualan gazebo ukuran 2,5 X 2,5 meter ditetapkan harga sekitar Rp6 juta per unit.

Kayu yang digunakan untuk membuat rumah dan gazebo jenis tembesu, meranti dan seru atau kayu kelas dua yang kualitasnya dijamin cukup baik dan tahan lama.

Bahan kayu untuk membuat rumah dan gazebo bongkar pasang itu didatangkan dari Kabupaten Ogan Komering Ulu dan Pampangan, Kabupaten Ogan Ilir.

Sedangkan bahan kayu jenis meranti diperoleh dari provinsi tetangga Jambi, kata pengelola usaha kerajinan pertukamgan kayu itu.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 10:25 WIB

Pemerintah fokus bangun SPBU BBM satu harga

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 10:12 WIB

Jadi target hoaks, Ridwan Kamil angkat bicara

Kriminalitas | 17 November 2018 - 09:45 WIB

Komplotan penipuan `Hijacking` dibekuk Siber Bareskrim Polri

Kriminalitas | 17 November 2018 - 09:35 WIB

Seorang kakek keji perkosa siswi SMP hingga hamil

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 09:25 WIB

Harimau yang terjebak di pasar Riau terluka akibat terjerat

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 09:15 WIB

Taspen berikan perlindungan lengkap bagi ASN

Elshinta.com - Kegiatan usaha kerajinan pertukangan kayu pembuatan rumah bongkar pasang di Kota Palembang dan Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan bisa bertahan atau eksis di tengah kehidupan modern sekarang ini.

Usaha yang awalnya ditekuni warga Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir kini berkembang ke Palembang karena peminatnya hingga kini masih cukup tinggi, kata Tri Gusmana salah seorang pengelola usaha kerajinan pertukangan kayu rumah bongkar pasang, di Palembang, Minggu (11/11).

Menurut dia, rumah kayu yang bisa dengan mudah dibongkar dan dipasang di lahan/lokasi yang diinginkan sekarang ini peminatnya tidak hanya masyarakat dari wilayah Sumsel saja.

"Peminat rumah kayu dari sejumlah provinsi di Sumatera dan Jawa, bahkan ke Bali dan pernah beberapa kali dikirim ke luar negeri," katanya, dikutip Antara.

Ia menjelaskan mengenai harga jual rumah kayu bongkar pasang tersebut bervariasi tergantung bentuk, ukuran dan kualitas kayu yang digunakan.

Untuk rumah bongkar pasang ukuran 6 x 8 meter dengan satu kamar di hargai Rp70-80 juta per unit, sedangkan rumah ukuran 8 x 12 meter dengan tiga kamar dijual dengan harga Rp150-170 juta per unit.

Selain rumah tinggal, pihaknya juga melayani pembuatan gazebo kayu bongkar pasang sebagai tempat berkumpul/dantai di halaman depan dan belakang rumah utama.

Untuk penjualan gazebo ukuran 2,5 X 2,5 meter ditetapkan harga sekitar Rp6 juta per unit.

Kayu yang digunakan untuk membuat rumah dan gazebo jenis tembesu, meranti dan seru atau kayu kelas dua yang kualitasnya dijamin cukup baik dan tahan lama.

Bahan kayu untuk membuat rumah dan gazebo bongkar pasang itu didatangkan dari Kabupaten Ogan Komering Ulu dan Pampangan, Kabupaten Ogan Ilir.

Sedangkan bahan kayu jenis meranti diperoleh dari provinsi tetangga Jambi, kata pengelola usaha kerajinan pertukamgan kayu itu.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Sabtu, 17 November 2018 - 10:25 WIB

Pemerintah fokus bangun SPBU BBM satu harga

Sabtu, 17 November 2018 - 10:12 WIB

Jadi target hoaks, Ridwan Kamil angkat bicara

Sabtu, 17 November 2018 - 09:15 WIB

Taspen berikan perlindungan lengkap bagi ASN

Sabtu, 17 November 2018 - 08:39 WIB

Presiden menuju Papua Nugini untuk hadiri KTT APEC

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com