Usaha rumah bongkar pasang di Palembang eksis
Minggu, 11 November 2018 - 13:32 WIB | Penulis : Rizky Sandra | Editor : Administrator
Rumah bongkar pasang. Sumber foto: https://bit.ly/2JUm8bH

Elshinta.com - Kegiatan usaha kerajinan pertukangan kayu pembuatan rumah bongkar pasang di Kota Palembang dan Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan bisa bertahan atau eksis di tengah kehidupan modern sekarang ini.

Usaha yang awalnya ditekuni warga Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir kini berkembang ke Palembang karena peminatnya hingga kini masih cukup tinggi, kata Tri Gusmana salah seorang pengelola usaha kerajinan pertukangan kayu rumah bongkar pasang, di Palembang, Minggu (11/11).

Menurut dia, rumah kayu yang bisa dengan mudah dibongkar dan dipasang di lahan/lokasi yang diinginkan sekarang ini peminatnya tidak hanya masyarakat dari wilayah Sumsel saja.

"Peminat rumah kayu dari sejumlah provinsi di Sumatera dan Jawa, bahkan ke Bali dan pernah beberapa kali dikirim ke luar negeri," katanya, dikutip Antara.

Ia menjelaskan mengenai harga jual rumah kayu bongkar pasang tersebut bervariasi tergantung bentuk, ukuran dan kualitas kayu yang digunakan.

Untuk rumah bongkar pasang ukuran 6 x 8 meter dengan satu kamar di hargai Rp70-80 juta per unit, sedangkan rumah ukuran 8 x 12 meter dengan tiga kamar dijual dengan harga Rp150-170 juta per unit.

Selain rumah tinggal, pihaknya juga melayani pembuatan gazebo kayu bongkar pasang sebagai tempat berkumpul/dantai di halaman depan dan belakang rumah utama.

Untuk penjualan gazebo ukuran 2,5 X 2,5 meter ditetapkan harga sekitar Rp6 juta per unit.

Kayu yang digunakan untuk membuat rumah dan gazebo jenis tembesu, meranti dan seru atau kayu kelas dua yang kualitasnya dijamin cukup baik dan tahan lama.

Bahan kayu untuk membuat rumah dan gazebo bongkar pasang itu didatangkan dari Kabupaten Ogan Komering Ulu dan Pampangan, Kabupaten Ogan Ilir.

Sedangkan bahan kayu jenis meranti diperoleh dari provinsi tetangga Jambi, kata pengelola usaha kerajinan pertukamgan kayu itu.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jumat, 18 Januari 2019 - 07:27 WIB
Elshinta.com -Alat pendeteksi tsunami yang dipasang oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat di Wai...
Kamis, 17 Januari 2019 - 23:52 WIB
Elshinta.com - Persiapan pelaksanaan Millenial Road Safety Festival kian matang. Selain me...
Kamis, 17 Januari 2019 - 21:47 WIB
Elshinta.com - Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat mendalami modus jaringan kokain i...
Kamis, 17 Januari 2019 - 20:26 WIB
Elshinta.com - Banyaknya berkas persyaratan yang harus dipenuhi oleh para peserta CPNS yan...
Kamis, 17 Januari 2019 - 19:45 WIB
Elshinta.com - Gangguan pasokan air PDAM di sejumlah wilayah Kota Malang, Jawa Timur, lang...
Kamis, 17 Januari 2019 - 17:56 WIB
Elshinta.com - Pasien kanker di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo dan Rumah Sakit Kanker ...
Kamis, 17 Januari 2019 - 17:25 WIB
Elshinta.com - Delegasi dari 13 negara yang mewakili Food and Agriculture Organisation (FA...
Kamis, 17 Januari 2019 - 16:56 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 50 orang perwakilan dari sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah p...
Kamis, 17 Januari 2019 - 16:33 WIB
Elshinta.com - Pendidikan reguler Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Darat ke-57 (Dikre...
Kamis, 17 Januari 2019 - 16:20 WIB
Elshinta.com - Sembilan personel Kepolisian Sektor Meral, Kabupaten Karimun, Kepulauan Ria...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)