Presiden ajak masyarakat hijrah dari ujaran kebencian
Minggu, 11 November 2018 - 13:42 WIB | Penulis : Rizky Sandra | Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2PlZLSh

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak menggunakan lagi ujaran kebencian dan berhijrah ke ujaran kebenaran.

"Hijrah dari ujaran-ujaran kebencian kepada ujaran kebenaran. Hijrah dari pesimisme ke optimisme. Hijrah ke hal-hal yang konsumtif ke hal-hal yang produktif. Karena inilah yang diperlukan bangsa kita Indonesia," kata Presiden dalam sambutannya saat penganugerahan Pini Sepuh dari Paguyuban Pasundan di Bandung, Jawa Barat pada Minggu (11/11).

Menurut Presiden, masyarakat harus menghindari penyebaran isu fitnah dan ujaran kebencian di media sosial.

Kepala Negara juga mengingatkan kepada masyarakat agar jangan sampai terpecah belah karena isu fitnah yang disebarkan saat pemilihan presiden.

Ia juga menyampaikan masih ada masyarakat yang percaya jika dirinya terkait dengan PKI.

"Jangan sampai isu-isu yang sudah lama masih ada gara-gara misalnya, ini Pilihan Presiden, yang sering ada di media sosial diramaikan Presiden Jokowi itu PKI. Masih (ada) sampai sekarang," ujar Presiden, dikutip Antara.

Menurut dia, survei terakhir yang dilakukan mencatat masih sekitar 6 persen masyarakat Indonesia yang percaya fitnah bahwa Presiden terkait PKI.

"Bisa tanya ke masjid dekat rumah saya, ada LDII di Solo, ada NU di Solo, Muhammadiyah ada di Solo, Persis ada di Solo, Al Irsyad ada di Solo, FPI ada di Solo. Ya tanya masjid di rumah kita. Keluarga saya muslim, bapak ibu saya muslim, kakek nenek saya muslim," tegas Jokowi.

Presiden telah menerima penganugerahan `Pini Sepuh` dari Paguyuban Pasundan . Anugerah tersebut diberikan dengan penyematan pin kujang emas dan pemberian cinderamata berupa kujang.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jumat, 26 April 2019 - 10:34 WIB
Elshinta.com - Kapolrestabes Bandung, Kombes Irman Sugema menjelaskan penyebab dua organis...
Jumat, 26 April 2019 - 10:13 WIB
Elshinta.com - Menjelang Ramadan dan Lebaran 2019, pemerintah memastikan ketersediaan dan ...
Jumat, 26 April 2019 - 09:35 WIB
Elshinta.com - Nantinya, proyek-proyek pengerjaan dan perbaikan infrastruktur di jalur Pan...
Jumat, 26 April 2019 - 09:19 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghargai keputusan penonaktifan sement...
Jumat, 26 April 2019 - 08:46 WIB
Elshinta.com - Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Eka Jusup Sin...
Jumat, 26 April 2019 - 08:17 WIB
Elshinta.com - Sekitar 8,44 juta kendaraan yang terdiri dari 3,76 juta kendaraan pribadi d...
Jumat, 26 April 2019 - 07:55 WIB
Elshinta.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membuka lima ru...
Jumat, 26 April 2019 - 07:12 WIB
Elshinta.com - Operasional Terminal Keberangkatan Domestik, Bandara Internasional I Gusti ...
Jumat, 26 April 2019 - 06:28 WIB
Elshinta.com - Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan akan mulai menyosialisasik...
Kamis, 25 April 2019 - 21:54 WIB
Elshinta.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa nilar tuka...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)