Polisi: Pembunuhan pengemudi taksi online bukti lemahnya sistem keamanan
Minggu, 11 November 2018 - 16:47 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Administrator
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif. Sumber foto: https://bit.ly/2zIju45

Elshinta.com - Polisi menilai lemahnya sistem keamanan pada transportasi online yang ada menyusul adanya kasus pembunuhan seorang sopir Grab Car, Jap Son Tauw (68).

“Perusahaan online saya minta untuk sesegera mungkin melakukan konsolidasi, merumuskan sistem keamanan yang ada,” ujar Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif di Mapolresta Tangerang, Sabtu (10/11).

Dilansir dari laman NTMC Polri, Sabilul menyinggung sistem pengamanan dengan menggunakan jaring pemisah antara penumpang dan driver untuk mencegah tindak kejahatan dengan kekerasan.

“Ini yang penting yang harus diungkap, bukan hanya pengungkapan kasusnya, bukan. Tapi bagaimana agar hal ini tidak terjadi lagi. Di Kabupaten Tangerang ini sudah terjadi empat kali. Pertama dirampok di tol, orangnya dibuang. Yang kedua juga sebelumnya hampir sama, yang ketiga ini kejadian di Soka, angkutan yang orangnya dibunuh, dan mobilnya juga tidak jauh ditemukan, dan ini yang terakhir,” ungkap Sabilul.

Selain jaring pemisah, Sabilul mengusulkan juga adanya kamera pengawas dan voice recorder untuk merekam percakapan dengan penumpang bisa digunakan untuk mencegah kejahatan. “Polisi meminta sistem keamanan driver segera direalisasikan, ini belum lagi untuk pengamanan penumpang,” sambungnya.

Sebelumnya, seorang pengemudi taksi online Jap Son Tauw (68)  terungkap dari penemuan mayat di Sungai Cirarab, Tangerang setelah tak bisa dihubungi usai menjemput penumpang di kawasan Jakarta Utara, Senin (5/11). Hingga saat ini polisi masih memeriksa satu pelaku berinisial FF (17) dan memburu dua orang lainnya, REH dan RLP.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Korban sdh banyak pak..sejak jaman omprengan plat hitam dipake narik rawan pak..klu taksi resmi kan ada warna cat dan plat kuning..rampok/begal males bawa kaburnya.tlg jgn jatuh korban lagi pak.trims

Baca Juga
 
Senin, 21 Januari 2019 - 17:14 WIB
Elshinta.com - Satreskrim Polres Majalengka, Jawa Barat berhasil mengungkap sembilan ...
Senin, 21 Januari 2019 - 06:26 WIB
Elshinta.com - Polresta Bogor Kota, Polda Jawa Barat masih berupaya untuk mengungkap pelak...
Minggu, 20 Januari 2019 - 18:36 WIB
Elshinta.com -Kepolisian Resor Mimika, Papua, memburu seorang kurir narkoba berinisial NO, kata...
Minggu, 20 Januari 2019 - 09:26 WIB
Elshinta.com - Ros (28) merupakan tersangka penganiayaan anak kandungnya sendiri, Quina (1...
Minggu, 20 Januari 2019 - 08:51 WIB
Elshinta.com - Sejumlah barang sitaan Polda Sulawesi Selatan yang masih berada di dalam Ka...
Sabtu, 19 Januari 2019 - 08:27 WIB
Elshinta.com - Pihak kepolisian masih menyelidiki terkait penemuan tengkorak dan tulang-be...
Sabtu, 19 Januari 2019 - 08:14 WIB
Elshinta.com - Subdit I Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya berhasil mengamankan jaringan peng...
Jumat, 18 Januari 2019 - 17:09 WIB
Elshinta.com - Pihak kepolisian peringatkan terduga pelaku pembunuhan wanita yang mayatnya...
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:27 WIB
Elshinta.com - Satu dari dua tersangka kasus penyelundupan batu antimoni ilegal bernama Sa...
Kamis, 17 Januari 2019 - 19:34 WIB
Elshinta.com - Aparat Polresta Tangerang, Banten, memburu bandar narkotika jenis sabu-sabu...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)