Kamis, 15 November 2018 | 12:15 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

Polisi: Pembunuhan pengemudi taksi online bukti lemahnya sistem keamanan

Minggu, 11 November 2018 - 16:47 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif. Sumber foto: https://bit.ly/2zIju45
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif. Sumber foto: https://bit.ly/2zIju45

Elshinta.com - Polisi menilai lemahnya sistem keamanan pada transportasi online yang ada menyusul adanya kasus pembunuhan seorang sopir Grab Car, Jap Son Tauw (68).

“Perusahaan online saya minta untuk sesegera mungkin melakukan konsolidasi, merumuskan sistem keamanan yang ada,” ujar Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif di Mapolresta Tangerang, Sabtu (10/11).

Dilansir dari laman NTMC Polri, Sabilul menyinggung sistem pengamanan dengan menggunakan jaring pemisah antara penumpang dan driver untuk mencegah tindak kejahatan dengan kekerasan.

“Ini yang penting yang harus diungkap, bukan hanya pengungkapan kasusnya, bukan. Tapi bagaimana agar hal ini tidak terjadi lagi. Di Kabupaten Tangerang ini sudah terjadi empat kali. Pertama dirampok di tol, orangnya dibuang. Yang kedua juga sebelumnya hampir sama, yang ketiga ini kejadian di Soka, angkutan yang orangnya dibunuh, dan mobilnya juga tidak jauh ditemukan, dan ini yang terakhir,” ungkap Sabilul.

Selain jaring pemisah, Sabilul mengusulkan juga adanya kamera pengawas dan voice recorder untuk merekam percakapan dengan penumpang bisa digunakan untuk mencegah kejahatan. “Polisi meminta sistem keamanan driver segera direalisasikan, ini belum lagi untuk pengamanan penumpang,” sambungnya.

Sebelumnya, seorang pengemudi taksi online Jap Son Tauw (68)  terungkap dari penemuan mayat di Sungai Cirarab, Tangerang setelah tak bisa dihubungi usai menjemput penumpang di kawasan Jakarta Utara, Senin (5/11). Hingga saat ini polisi masih memeriksa satu pelaku berinisial FF (17) dan memburu dua orang lainnya, REH dan RLP.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 15 November 2018 - 12:12 WIB

KPK panggil mantan Wapres Boediono

Timnas Indonesia | 15 November 2018 - 11:55 WIB

Evan Dimas pastikan tak ada masalah laga di Thailand

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:42 WIB

Presiden: Kerja sama maritim kunci utama kemitraan ASEAN-India

Pemasaran | 15 November 2018 - 11:30 WIB

Beberapa strategi pemasaran startup dengan budget yang terbatas

Bencana Alam | 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:08 WIB

Presiden Korsel sambut baik usulan Indonesia terkait Korut

Elshinta.com - Polisi menilai lemahnya sistem keamanan pada transportasi online yang ada menyusul adanya kasus pembunuhan seorang sopir Grab Car, Jap Son Tauw (68).

“Perusahaan online saya minta untuk sesegera mungkin melakukan konsolidasi, merumuskan sistem keamanan yang ada,” ujar Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif di Mapolresta Tangerang, Sabtu (10/11).

Dilansir dari laman NTMC Polri, Sabilul menyinggung sistem pengamanan dengan menggunakan jaring pemisah antara penumpang dan driver untuk mencegah tindak kejahatan dengan kekerasan.

“Ini yang penting yang harus diungkap, bukan hanya pengungkapan kasusnya, bukan. Tapi bagaimana agar hal ini tidak terjadi lagi. Di Kabupaten Tangerang ini sudah terjadi empat kali. Pertama dirampok di tol, orangnya dibuang. Yang kedua juga sebelumnya hampir sama, yang ketiga ini kejadian di Soka, angkutan yang orangnya dibunuh, dan mobilnya juga tidak jauh ditemukan, dan ini yang terakhir,” ungkap Sabilul.

Selain jaring pemisah, Sabilul mengusulkan juga adanya kamera pengawas dan voice recorder untuk merekam percakapan dengan penumpang bisa digunakan untuk mencegah kejahatan. “Polisi meminta sistem keamanan driver segera direalisasikan, ini belum lagi untuk pengamanan penumpang,” sambungnya.

Sebelumnya, seorang pengemudi taksi online Jap Son Tauw (68)  terungkap dari penemuan mayat di Sungai Cirarab, Tangerang setelah tak bisa dihubungi usai menjemput penumpang di kawasan Jakarta Utara, Senin (5/11). Hingga saat ini polisi masih memeriksa satu pelaku berinisial FF (17) dan memburu dua orang lainnya, REH dan RLP.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Korban sdh banyak pak..sejak jaman omprengan plat hitam dipake narik rawan pak..klu taksi resmi kan ada warna cat dan plat kuning..rampok/begal males bawa kaburnya.tlg jgn jatuh korban lagi pak.trims
loading...

Kamis, 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Kamis, 15 November 2018 - 10:36 WIB

BNN beri kosultasi peminum air rebusan pembalut

Rabu, 14 November 2018 - 20:37 WIB

Empat korban JT 610 kembali teridentifikasi

Rabu, 14 November 2018 - 20:27 WIB

Jabar siaga banjir-longsor hingga Mei 2019

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com