Pemkab Sampang tekan TKI ilegal dengan `Desmigratif`
Minggu, 11 November 2018 - 17:05 WIB | Penulis : Rizky Sandra | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2zIGeB4

Elshinta.com - Pemkab Sampang, Jawa Timur, berupaya menekan banyaknya TKI ilegal yang bekerja di Malaysia melalui Program Desa Migran Produktif (Desmigratif).

"Program ini terselenggara atas kerja sama antara Pemkab Sampang dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia," kata Kepala Bidang (Kabid) Tenaga Kerja pada Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Pemkab Sampang Bisrul Hafi di Sampang, Minggu (11/110.

Ia menjelaskan, program Desmigratif itu menekankan kegiatan dalam bentuk upaya rekayasa sadar, yakni dalam bentuk pendidikan dan pelatihan kepada warga desa yang berminat menjadi TKI di luar negeri.

Tujuannya, untuk menghindari calon pekerja migran dan keluarganya dari proses migrasi yang tidak prosedural.

"Sebab, bekerja di luar negeri dengan cara yang tidak prosedural, sangat berisiko tinggi, terutama terkait perlindungan tenaga kerja di sana," katanya, dikutip Antara.

Menurut Hafi, melalui program tersebut, pemerintah akan berupaya menghapus pandangan negatif dari TKI resmi, salah satunya melalui sosialisasi.

"Sebab proses pemberangkatan yang cepat jika melalui makelar dianggap lebih baik. Padahal, TKI yang bekerja melalui jalur resmi itu lebih lambat, karena masih mendapatkan pembekalan dari PJTKI yang memberangkatkannya," ujar Hafi.

Menurutnya, pembekalan yang disampaikan, antara lain tentang teknik perlindungan bagi TKI, serta teknik pelaporan bagi TKI yang menemui masalah di tempat kerjanya.

Kabid Tenaga Kerja Diskumnaker Pemkab Sampang ini menyatakan, pihaknya sangat menyayangkan keputusan buruh migran yang menempuh jalur ilegal. Padahal, persyaratan menjadi TKI legal tidaklah rumit.

Diskumnaker Pemkab Sampang ssbelumnya merilis, total jumlah TKI ilegal yang terdata di Kabupaten Sampang sebanyak 2.390 orang, yakni pada 2016 sebanyak 1.450 orang dan pada 2017 sebanyak 940 orang.

Jumlah jni berdasarkan data jumlah TKI yang dipulangkan paksa dari negara tempat mereka bekerja yakni dari Malaysia dan Arab Saudi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 25 April 2019 - 19:44 WIB
Elshinta.com - Wartawan atau awak media merupakan mitra strategis dalam penanggulangan ben...
Kamis, 25 April 2019 - 19:31 WIB
Elshinta.com - Mahkamah Konstitusi (MK) melalui putusannya yang diucapkan di Gedung MK Jak...
Kamis, 25 April 2019 - 19:17 WIB
Elshinta.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menambah kapal patroli, guna mengoptimal...
Kamis, 25 April 2019 - 18:15 WIB
Elshinta.com - Kepala kepolisian Resor (Kapolres) Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy memimpin pel...
Kamis, 25 April 2019 - 17:27 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Resor Majalengka, Jawa Barat melaksanakan pembinaan rohani dan mental...
Kamis, 25 April 2019 - 17:19 WIB
Elshinta.com - Aliansi Pekerja Buruh Daerah (APBD) Sumatera Utara meminta Presiden RI dan ...
Kamis, 25 April 2019 - 16:55 WIB
Elshinta.com - Sejumlah ormas Islan di Kota Depok mendukung protes Pemkot Depok kepada Komisi P...
Kamis, 25 April 2019 - 16:48 WIB
Elshinta.com - Hingga Kamis (25/4) sore, pukul 16:30:05 WIB, data yang masuk di Sistem Informas...
Kamis, 25 April 2019 - 16:45 WIB
Elshinta.com - Menyambut bulan suci Ramadan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali menggelar pr...
Kamis, 25 April 2019 - 16:36 WIB
Elshinta.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, agar pengerjaan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)