Kemenkes nyatakan tidak benar adanya wabah JE di Bali
Senin, 12 November 2018 - 10:30 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2DxV0yN

Elshinta.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyesalkan terjadinya kesalahan informasi tentang situasi penyakit japanese encephalitis (JE) di Indonesia, khususnya Bali, sebagaimana diberitakan oleh beberapa media asing Australia.

Direktur Surveilan dan Karantina Kesehatan Kemenkes, Vensya Sitohang pada keterangan resminya, Minggu (11/11), mengatakan bahwa tidak benar jika diberitakan terjadi lonjakan kasus atau bahkan outbreak JE di Bali.

“Sepanjang tahun 2018, hanya ditemukan 1 kasus JE pada bulan Januari tanpa kematian. Vaksinasi JE di Bali pada bulan April 2018 lalu merupakan ‘kampanye imunisasi JE’ khusus di Bali karena merupakan daerah endemis JE. Cakupan project tersebut mencapai 100 %,” kata Venya, seperti diinformasikan melalui laman resmi InfoPublik.

Selanjutnya, jelas Vensya, imunisasi JE di Bali sudah masuk imunisasi rutin yang sasarannya adalah seluruh bayi usia 10 bulan di prop Bali.

Penyakit JE adalah penyakit radang otak yang disebabkan oleh virus japanese encephalitis yang disebarkan oleh vektor nyamuk culex. Hingga saat ini, belum ada obat untuk mengatasi infeksi JE, pengobatan yang ada bersifat suportif untuk mengurangi tingkat kematian akibat JE. Oleh karenanya upaya menjaga Kesebersihan lingkungan dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN Plus) bersama Masyarakat dan imunisasi adalah cara pencegahan paling efektif.

Sebelumnya diberitakan beberapa media Australia, menginformasikan bahwa Pemerintah Australia memperingatkan warga negara Australia yang akan bepergian ke Bali agar lebih berhati-hati karena menganggap telah terjadi outbreak wabah JE di wilayah tersebut.

Japanese Encephalitis (JE) adalah penyakit radang otak disebabkan oleh virus Japanese Encefalitis termasuk Family Flavivirus dan merupakan masalah kesehatan masyarakat di Asia termasuk di Indonesia. Virus JE ditularkan diantaranya oleh nyamuk, manusia bisa tertular virus JE bila tergigit oleh nyamuk Culex Tritaeniorhynchus yang terinfeksi.

Biasanya nyamuk ini lebih aktif pada malam hari. Nyamuk golongan Culex ini banyak terdapat di persawahan dan area irigasi. Kejadian penyakit JE pada manusia biasanya meningkat pada musim hujan. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Minggu, 26 Mei 2019 - 07:29 WIB
Elshinta.com - Pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyebut Polda Jawa Tengah memb...
Minggu, 26 Mei 2019 - 07:17 WIB
Elshinta.com - Dalam beberapa hari ini marak beredar di media sosial informasi yang mengai...
Minggu, 26 Mei 2019 - 06:40 WIB
Elshinta.com - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara, ...
Sabtu, 25 Mei 2019 - 21:26 WIB
Elshinta.com - Traffic Management Manager PT Jasa Marga Cabang Palikanci Cirebon, Jawa Bar...
Sabtu, 25 Mei 2019 - 18:28 WIB
Elshinta.com - Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Sukabumi melakukan pemetaan terhadap lokasi raw...
Sabtu, 25 Mei 2019 - 18:17 WIB
Elshinta.com - Ditresnarkoba Polda Kalimantan Barat menangkap satu orang pegawai dan dua warga ...
Sabtu, 25 Mei 2019 - 17:54 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, melakukan perbaikan jalan alternatif yan...
Sabtu, 25 Mei 2019 - 17:38 WIB
Elshinta.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat 30 berita bohong terse...
Sabtu, 25 Mei 2019 - 17:29 WIB
Elshinta.com - Satuan Lalu Lintas Polres Tulungagung, Jawa Timur mulai memetakan jalur raw...
Sabtu, 25 Mei 2019 - 17:18 WIB
Elshinta.com - Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus menyiapkan dua tempat untuk mengandangkan truk...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
ElshintaBandung