Hadapi musim penghujan, Pemkab Kudus petakan daerah rawan banjir
Elshinta
Jumat, 16 November 2018 - 19:24 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Sigit Kurniawan
Hadapi musim penghujan, Pemkab Kudus petakan daerah rawan banjir
Rapat koordinasi pemetaan daerah rawan banjir di Kudus, Jawa Tengah. Foto: Sutini/Elshinta

Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Kudus menggelar rapat koordinasi terkait persiapan jelang musim penghujan, sebab sejumlah kecamatan wilayah setempat masuk kategori rawan banjir dan longsor, sehingga harus dilakukan antisipasi sejak dini.

Bupati Kudus Muhammad Tamzil menyatakan pentingnya peta rawan bencana, salah satunya seperti yang telah dibuat oleh pihak Kecamatan Mejobo, yakni berupa peta genangan dan peta evakuasi.

"Tambahi satu peta lagi yaitu peta terdampak," ujarnya di sela-sela Rakor di Aula Kecamatan Mejobo, Jumat (16/11).

Dilaporkan Kontributor Elshinta Sutini, dia meminta kepada camat dan kades untuk memahami wilayahnya masing-masing yang rawan bencana. "Tolong libatkan para tokoh masyarakat agar mereka menggerakkan peran masyarakat untuk kerja bakti pembersihan tanggul-tanggul dari pohon dan akar bambu yang sekiranya menghambat aliran sungai. Jumat depan warga diminta untuk membersihkan pohon-pohon yang ada ditanggul agar tanah penguat tanggul tidak semakin tipis akibat akar-akar tanaman,” imbaunya.

Bupati menekankan pentingnya penyelamatan jiwa ketika terjadi bencana banjir. “Penyelamatan jiwa dulu, itu yang paling utama lakukan pada anak-anak dan perempuan, yang kedua penyelamatan benda-benda berharga seperti ijazah, sertifikat,” tegas dia.

Ia juga menambahkan untuk ketersediaan kebutuhan logistik juga harus disiapkan dalam menghadapi bencana banjir. "Dalam jangka pendek ini harus dipersiapkan Posko Penanganan Banjir, rencana jangka panjang yakni ditahun 2019-2020 akan ditangani dengan dibuat bendung-bendung kecil di sekitar Dawe dan Piji," imbuhnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menparekraf tanam terumbu karang di Raja Ampat Papua Barat
Rabu, 27 Oktober 2021 - 19:17 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam kunjungan kerja d...
Pertamina gelar aksi bersih pantai dan tanam pohon di Aceh Utara
Selasa, 26 Oktober 2021 - 14:46 WIB
Pertamina Subholding Upstream Regional Sumatera Zona 1 bersama masyarakat dan mahasiswa menggelar ak...
Pemkab Bogor butuh Rp32,5 juta per hari buang sampah di TPPAS Nambo
Senin, 25 Oktober 2021 - 00:07 WIB
Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat membutuhkan dana Rp32,5 juta per hari untuk membuang sampah d...
Pengamat: Lamanya banjir di Samarinda akibat rusaknya ruang sungai
Minggu, 24 Oktober 2021 - 23:21 WIB
Misman, pengamat sungai di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, menilai lamanya durasi banjir di sejuml...
Bea Cukai Ngurah Rai Bali kembangkan `National Logistic Ecosystem` 
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 16:57 WIB
Upaya Bea Cukai Ngurah Rai dalam merintis atau mengembangkan pembangunan National Logistics Ecosyste...
BRGM merehabilitasi 1.500 hektare hutan mangrove di Papua Barat selama 2021
Jumat, 22 Oktober 2021 - 12:13 WIB
Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) selama tahun 2021 merehabilitasi 1.500 hektare hutan mang...
Akibat limbah di Kali Bekasi. penggunaan bahan kimia untuk produksi air bersih meningkat 
Selasa, 19 Oktober 2021 - 14:55 WIB
Diduga akibat limbah dan busa yang kembali terjadi di aliran Kali Bekasi berdampak kepada pengolahan...
GNRM Unma bersihkan sampah Sungai Cibasale, Majalengka
Senin, 18 Oktober 2021 - 19:23 WIB
Sungai Cibasale sepanjang 20KM, yang berada di Desa Panjalin Kidul Kec. Sumberjaya Kab. Majalengka J...
Walhi: Maraknya tambang Ilegal dampak ketimpangan penguasaan lahan
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 15:30 WIB
Aktivis Walhi Sumatera Selatan menilai, maraknya tambang Ilegal di provinsi ini dan daerah lainnya y...
BTNKT: 60 persen karang di kawasan konservasi Togean alami kerusakan
Rabu, 13 Oktober 2021 - 15:47 WIB
Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (BTNKT) mengungkapkan kurang lebih 60 persen terumbu karang di...