Mengenal eFishery, pemberi makan ikan otomatis buatan indonesia
Elshinta
Kamis, 22 November 2018 - 18:08 WIB | Penulis : Syahid | Editor : Administrator
Mengenal eFishery, pemberi makan ikan otomatis buatan indonesia
Sumber foto: http://bit.ly/2zmr9FN

Elshinta.com - Perkembangan startup di Indonesia  saat ini telah mengarah ke berbagai  bidang, salah satunya di bidang agrikultur. Startup asal kota kembang Bandung bernama eFishery ini mencoba membantu peternak ikan untuk memberikan pakan ikan yang efektif dan efisien menggunakan teknologi. 

Mereka menciptakan alat yang dapat memberikan pakan ikan di kolam secara otomatis dengan takaran dan waktu pemberian yang sudah diprogram sebelumnya. Dalam budidaya ikan, petani menghabiskan 60-70 persen modalnya untuk pakan ikan. 

Menurut Gibran Huzaefah yang dikutip dari BBC, selama ini pemberian makan ikan menggunakan tangan dinilai tidak efektif dari sisi komposisi maupun kualitas gizi pakan ketika dikonsumsi oleh ikan. Pakan ikan seringkali dilembarkan dalam jumlah yang terlalu banyak dan langsung terendam oleh air sehingga  beberapa kandungan nutrisinya bisa berkurang hingga 98%. 

Baca juga: Crowde, startup investasi sahabat petani

Sebagai solusinya, eFishery menciptakan sebuah alat yang dapat memberi pakan secara otomatis, disesuaikan dengan kuantitas dan waktu pemberian makannya. Mereka membuat pola pemberian pakan berbasis algoritma yang disebutnya feeding program, untuk empat komoditas budidaya ikan; ikan nila, mas, lele, serta udang.

Dengan pemberian pakan yang tepat, Gibran mengklaim bahwa itu menurunkan jumlah pakan ikan yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu kilogram ikan yang disebut sebagai Food Convertion Ratio (FCR) sampai 24%. 

Tidak berhenti sampai pada pembuatan alat yang dapat memberi makan ikan secara otomatis. Jauh daripada itu, ia menginginkan agar mendapatkan data dari petani yang selama ini tidak tersdia. 

Oleh karenanya, alat yang ia ciptakan itu dapat terhubung dengan internet sehingga bisa dikendalikan melalui smartphone. Hal ini juga secara tidak langsung membuat berbagai data-data yang nantinya akan dihubungkan dengan data lain seperti data cuaca dan kualitas air. 

Saat ini lebih dari 300 pembudidaya di Indonesia telah menggunakan eFishery. Mereka tersebar di wilayah-wilayah seperti Jawa Barat dan Lampung. Sementara itu, teknologi ini masih terbilang cukup mahal. Untuk setiap unitnya, alat ini dibandrol dengan harga Rp7,8 juta. Agar terjangkau oleh petani diibuat skema sewa alat seharga Rp300.000 per bulan. Mayoritas petani akhirya lebih banyak memilih skema ini. 


 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jus n` Shake, bisnis terobosan baru yang hadirkan jus sehat dan kekinian
Sabtu, 26 September 2020 - 12:20 WIB
Tiga perusahaan FnB ternama Indonesia, Sour Sally Group, Babarafi Entreprise, dan HadiKitchen Group ...
Startup ini ubah krisis di masa pandemi jadi peluang bisnis
Jumat, 19 Juni 2020 - 09:34 WIB
Pandemi virus corona telah menyebar ke seluruh penjuru dunia, dimana acara - acara offline berskala ...
Wujudkan pertanian untuk semua, startup pertanian ini gelar TaniHack
Sabtu, 14 Maret 2020 - 09:18 WIB
TaniHub Group, perusahaan digital rintisan (startup) di bidang pertanian, terus berupaya melakukan t...
Kerja sama RI-Korea diharapkan dongkrak pertumbuhan startup
Senin, 02 Desember 2019 - 14:18 WIB
Kementerian Perindustrian mendorong penguatan kerja sama Indonesia dan Korea Selatan di bidang ekono...
4 tips sederhana untuk sukses memulai bisnis startup
Jumat, 25 Oktober 2019 - 14:36 WIB
Para milenial ramai-ramai terjun ke bidang bisnis startup. Potensi yang besar membuat sejumlah kalan...
Ini minuman dan kuliner khas inovasi anak Presiden
Selasa, 22 Oktober 2019 - 15:32 WIB
Tren ragam kuliner mancanegara mulai menjadi santapan sehari-hari hingga gaya hidup masyarakat urban...
Startup asal Jerman ini bernama Kontool, warganet Indonesia geger
Selasa, 03 September 2019 - 17:55 WIB
Jagat maya kembali heboh. Kali ini lantaran kehadiran startup asal Jerman yang dinamai Kontool. Kare...
BAKTI ajak startup e-commerce dan UMKM digital gali potensi daerah 3T
Selasa, 03 September 2019 - 16:14 WIB
Badan Aksesibililitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika me...
Ngampooz, startup besutan anak bangsa untuk segala masalah di kampus
Senin, 26 Agustus 2019 - 09:25 WIB
Satu lagi aplikasi yang hadir untuk menjawab kebutuhan banyak orang. Kali ini aplikasi ini mampu men...
Dapat kucuran Rp71 M, startup Goola milik Gibran siap ekspansi ke Asia Tenggara
Senin, 19 Agustus 2019 - 16:30 WIB
Perusahaan rintisan bidang kuliner Goola, yang memproduksi kreasi minuman tradisional Indonesia, men...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV